Minggu, 09 Juni 2019

MAKNA HURUF JAWA HA NA CA RA KA


terimakasih atas respon anda. admin
Aksara Jawa ha-na-ca-ra- ka mewakili spiritualitas orang Jawa yang terdalam: yaitu kerinduannya akan harmoni dan ketakutannya akan segala sesuatu yang dapat memecah-belah harmoni. 

•Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada ” utusan ” yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja.

Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaanNya).

• Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data ” saatnya ( dipanggil ) ” tidak boleh sawala ” mengelak ” manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan.

• Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Ilahi) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Maksdunya padha ” sama ” atau sesuai, jumbuh, cocok ” tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu ” menang, unggul ” sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan ” sekedar menang ” atau menang tidak sportif.

• Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.


Arti dan Makna dari Huruf HANACARAKA


Ha Hana hurip wening suci – adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci

Na Nur candra, gaib candra, warsitaning candara – pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi

Ca Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi – arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal

Ra Rasaingsun handulusih – rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani

Ka Karsaningsun memayuhayuning bawana – hasrat diarahkan untuk kesajeteraan alam

Da Dumadining dzat kang tanpa winangenan – menerima hidup apa adanya

Ta Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa – mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang
     hidup   

Sa Sifat ingsun handulu sifatullah – membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan


Wa Wujud hana tan kena kinira – ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas

La Lir handaya paseban jati – mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi


Pa Papan kang tanpa kiblat – Hakekat Allah yang ada disegala arah


Dha Dhuwur wekasane endek wiwitane – Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar


Ja Jumbuhing kawula lan Gusti – Selalu berusaha menyatu memahami kehendak-Nya


Ya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi – yakin atas titah/kodrat Illahi


Nya Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki – memahami kodrat kehidupan


Ma Madep mantep manembah mring Ilahi – yakin/mantap dalam menyembah Ilahi


Ga Guru sejati sing muruki – belajar pada guru nurani


Ba Bayu sejati kang andalani – menyelaraskan diri pada gerak alam


Tha Tukul saka niat – sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niatan


Nga Ngracut busananing manungso – melepaskan egoisme pribadi manusia


Demikianlah arti makna dari huruf aksara jawa hanacaraka yang sarat makna tersebut menjadi sarana dalam acuan hidup didunia sebagai manusia didunia baik manusia dengan Tuhannya atau hubungan dengan manusia-manusia lainnya sebagai mahluk sosial yang saling membutuhkan ibarat tangan kanan pasti membutuhkan tangan kiri begitupun sebaliknya. 

Aksara atau Carakan Jawa Kuno yakni HaNaCaRaKa atau KaGaNga dalam Sunda Buhun, mempunyai filsafat dari Tuhan YME di Tanah Jawa.

Pembukaan Huruf Jawa

1. Huruf Ha
Berarti ‘hidup’, atau huruf berarti juga ada hidup, sebab memang hidup itu ada, karena ada yang menghidupi atau yang memberi hidup, hidup itu adalah sendirian dalam arti abadi atau langgeng tidak terkena kematian dalam menghadapi segala keadaan. Hidup tersebut terdiri atas 4 unsur yaitu:
a. Api
b. Angin
c. Bumi
d. Air


2. Huruf Na
Berari ‘nur’ atau cahaya, yakni cahaya dari Tuhan YME dan terletak pada sifat manusia.

3. Huruf Ca
Berarti ‘cahaya’, artinya cahaya di sini memang sama dengan cahaya yang telah disebutkan di atas. Yakni salah satu sifat Tuhan yang ada pada manusia. Kita telah mengetahui pula akan sifat Tuhan dan sifat-sifat tersebut ada pada yang dilimpahkan Tuhan kepada manusia karena memang Tuhan pun menghendaki agar manusia itu mempunyai sifat baik.

4. Huruf Ra
Berarti ‘roh’, yaitu roh Tuhan yang ada pada diri manusia.

5. Huruf Ka
Berarti ‘berkumpul’, yakni berkumpulnya Tuhan YMEyang juga terletak pada sifat manusia.

6. Huruf Da
Berarti ‘zat’, ialah zatnya Tuhan YME yang terletak pada sifat manusia.

7. Huruf Ta
Berarti ‘tes’ atau tetes, yaitu tetes Tuhan YME yang berada pada manusia.

8. Huruf Sa
Berarti ‘satu’. Dalam hal ini huruf sa tersebut telah nyata menunjukkan bahwa Tuhan YME yaitu satu, jadi tidak ada yang dapat menyamai Tuhan.

9. Huruf Wa
Berarti ‘wujud’ atau bentuk, dalam arti ini menyatakan bahwa wujud atau bentuk Tuhan itu ada dalam manusia yang setelah bertapa kurang lebih 9 bulan dalam gua garba ibu lalu dilahirkan dalam wujud diri.

10. Huruf La
Berarti ‘langgeng’ atau ‘abadi’, la yang mengandung arti langgeng ini juga nyata menunjukkan bahwa hanya Tuhan YME sendirian yang langgeng di dunia ini, berarti abadi pula untuk selama-lamanya.

11. Huruf Pa
Berarti ‘papan’ atau ‘tempat’, yaitu papan Tuhan YME-lah yang memenuhi alam jagad raya ini, jagad gede juga jagad kecil (manusia).

12. Huruf Dha
Berarti dhawuh, yiatu perintah-perintah Tuhan YME inilah yang terletak dalam diri dan besarnya Adam, manusia yang utama.

13. Huruf Ja
Berarti ‘jasad’ atau ‘badan’. Jasad Tuhan YME itu terletak pada sifat manusia yang utama.

14. Huruf Ya
Berarti ‘dawuh’. Dawuh di sini mempunyai lain arti dengan dhawuh di atas, karena dawuh berarti selalu menyaksikan kehendak manusia baik yang berbuat jelek maupun yang bertindak baik yang selalu menggunakan kata-katanya “Ya”.

15. Huruf Nya
Berarti ‘pasrah’ atau ‘menyerahkan’. Jelasnya Tuhan YME dengan ikhlas menyerahkan semua yang telah tersedia di dunia ini.

16. Huruf Ma
Berarti ‘marga’ atau ‘jalan’. Tuhan YME telah memberikan jalan kepada manusia yang berbuat jelek dan baik.

17. Huruf Ga
Berarti ‘gaib’, gaib dari Tuhan YME inilah yang terletak pada sifat manusia.

18. Huruf Ba
Berarti ‘babar’, yaitu kabarnya manusia dari ghaibnya Tuhan YME.

19. Huruf Tha
Berarti ‘thukul’ atau ‘tumbuh’. Tumbuh atau adanya gaib adalah dari kehendak Tuhna YME. Dapat pula dikatakan gaib adalah jalan jauh tanpa batas, dekat tetapi tidak dapat disentuh, seperti halnya cahaya terang tetapi tidak dapat diraba atau pun disentuh, dan harus diakui bahwa besarnya gaib itu adalah seperti debu atau terpandang. Demikianlah gaibnya Tuhan YME itu (micro binubut).

20. Huruf Nga
Berarti ‘ngalam’, ‘yang bersinar terang’, atau terang/gaib Tuhan YME yang mengadakan sinar terang.

Demikianlah huruf Jawa yang 20 itu dan ternyata dapat digunakan sebagai lambang dan dapat diartikan sesuai dengan sifat Tuhan sendiri, karena memang seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa Jawa yang menggunakan huruf Jawa itupun merupakan sabda dari Tuhan YME.

Huruf atau carakan Jawa yakni Ha Na Ca Ra Ka dan seterusnya merupakan sabda pangandikanipun dari Tuhan YME di tanah Jawa.

Penyatuan Huruf atau Aksara Jawa 20

1. Huruf Ha + Nga
Hanga berarti angan-angan.
Dimaksudkan dengan angan-angan ini ialah panca indra yaitu lima indra, seperti:
1. Angan-angan yang terletak di ubun-ubun (kepala) yang menyimpan otak untuk memikir akan keseluruhan keadaan.
2. Angan-angan mata yang digunakan untuk melihat segala keadaan.
3. Angan-angan telinga yang dipakai untuk mendengar keseluruhan keadaan.
4. Angan-angan hidung untuk mencium/membau seluruh keadaan.
5. Angan-angan mulut yang digunakan untuk merasakan dan mengunyah makanan.

2. Huruf Na + Ta
Noto, berarti ‘nutuk’.

3. Huruf Ca + Ba
Caba, berarti coblong (lobang) dan kata tersebut di atas berarti wadah atau tampat yang dimilki oleh lelaki atau wanita saat menjalin rasa menjadi satu; adanya perkataan kun berarti pernyataan yang dikeluarkan oleh pria dan wanita dalam bentuk kata ya dan ayo dan kedua kata tersebut mempunyai persamaan arti dan kehendak yaitu mau.

4. Huruf Ra + Ga
Raga, berarti ‘badan awak/diri’. Kata raga atau ragangan merupakan juga kerangka dan kehendak pria dan wanita ketika menjalin rasa menjadi satu karena bersama-sama menghendaki untuk menciptakan raga atau diri agar supaya dapat terlaksana untuk mendapatkan anak.

5. Huruf Ka + Ma
Kama, berarti ‘komo’ atau biji, bibit, benih. Setiap manusia baik laki-laki atau wanita pastilah mengandung benih untuk kelangsungan hidup; oleh karena itu di dalam kata raga seperti terurai di atas merupakan kehendak pria dan wanita untuk menjalin rasa menjadi satu. Karena itulah maka kata raga telah menunjukkan adanya kedua benih yang akan disatukan dengan melewati raga, dan dengan penyatuan kama dari kedua belah pihak itu maka kelangsungan hidup akan dapat tercapai.

6. Huruf Da + Nya
Danya atau dunya atau dunia.
Persatuan kedua benih atau kama tadi mengakibatkan kelahiran, dan kelahiran ini merupakan calon keturunan di dunia atau (alam) donya; dengan demikian dapat dipahami kalau atas kehendak Tuhan YME maka diturunkanlah ke alam dunia ini benih-benih manusia dari Kahyangan dengan melewati penyatuan rasa kedua jenis manusia.

7. Huruf Ta + Ya
Taya atau toya, yaitu ari atau banyu. Kelahiran manusia (jabang bayi) diawali dengan keluarnya air (kawah) pun pula kelahiran bayi tersebut juga dijemput dengan air (untuk membersihkan, memandikan dsb); karena itulah air tersebut berumur lebih tua dari dirinya sendiri disebut juga mutmainah atau sukma yang sedang mengembara dan mempunyai watak suci dan adil.

8. Huruf Sa + Ja
Saja atau siji atau satu. Pada umumnya kelahiran manusia (bayi) itu hanya satu, andaikata jadi kelahiran kembar maka itulah kehendak Tuhan YME. Dan kelahiran satu tersebut menunjukkan adanya kata saja atau siji atau satu.

9. Huruf Wa + Da
Wada atau wadah atau tempat. Berbicara tentang wadah atau tempat, sudah seharusnya membicarakan tentang isi pula, karena kedua hal tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan. Dengan demikian timbul pertanyaan mengenai wadah dan isi, siapakah yang ada terlebih dahulu.

Pada umumnya dikatakan kalau wadah harus diadakan terlebih dahulu, baru kemudian isi, sebenarnya hal ini adalah kurang benar. Yang diciptakan terlebih dahulu adalah isi, dan karena isi tersebut membutuhkan tempat penyimpanan, maka diciptakan pula wadahnya. Jangan sampai menimbulkan kalimat “Wadah mencari isi” akan tetapi haruslah “Isi mencari wadah” karena memang ‘isi’ diciptakan terlebih dahulu.

Sebagai contoh dapat diambilkan di sini: rumah, sebab rumah merupakan wadah manusia, dan manusia merupakan isi dari rumah. Jadi jelaslah bahwa sebenarnya isilah yang mencari wadah.
Sebagai bukti dari uraian di atas, dapatlah dijelaskan bahwa: kematian manusia berarti (raga) ditinggalkan isi (hidup). Bagai pendapat yang mengatakan “wadah terlebih dahulu diciptakan” maka mengenai kematian itu seharusnya wadah mengatakan supaya isi jangan meniggalkan terlebih dahulu sebelum wadah mendahului meninggalkan. Hal ini jelas tidak mungkin terjadi, apalagi kalau kematian itu terjadi dalam umur muda dimana kesenangan dan kepuasan hidup tersebut belum dialaminya.

Demikianlah persoalan wadah ini dengan dunia, karena sebelum dunia ini diciptakan (sebagai wadah) maka yang telah ada adalah (isinya) Tuhan YME. Pendapat lain mengatakan kalau sebelum diadakan jalinan rasa maka keadaan masih kosong (awangawung). Tetapi setelah jalinan rasa dilaksanakan oleh pria dan wanita maka meneteslah benih dan apabila benih tadi mendapatkan wadahnya akan terjadi kelahiran. Sebaliknya kalau wadah tersebut belum ada maka kelahiran pun tidak akan terjadi, yang bearti masih suwung atau kosong. Meskipun begitu, “hidup’ itu tetap telah ada demikian pula “isi’, dan dimanakah letak isi tadi ialah pada ayah dan ibu. Maka selama ayah dan ibu masih ada maka hidup masih dapat membenihkan biji atau bibit.

10. Huruf La + Pa
Lapa atau mati atau lampus. Semua keadaan yang hidup selalu dapat bergerak, keadaan hidup tesebut kalau ditinggal oleh hidup maka disebut dengan mati. Sebenarnya pemikiran demikian itu tidak benar, akan tetapi kesalahan tadi telah dibenarkan sehingga menjadi salah kaprah. Sebab yang dikatakan mati tadi sebenarnya bukanlah kematian sebenarnya, akan tetapi hidup hanyalah meninggalkannya saja yaitu untuk mengembalikan semua ke asalnya, hidup kembali kepada yang menciptakan hidup, karena hidup berasal dari suwung sudah tentu kembali ke suwung atau kosong (awangawung) lagi. Akan tetapi sebenarnya dapatlah dikatakan bahwa suwung itu tetap ada sedangkan raga manusia yang berasal pula dari tanah akan kembali ke tanah (kuburan) pula.

Aksara jawa memang penuh makna. dulu, jaman tahun 1970-an, ada buku yang bertutur tentang aksara jawa. katanya, kalau dibaca sebaris

HA~NA~CA~RA~KA berarti ada utusan (dua)
DA~TA~SA~WA~LA konon, terjadi sengketa dan terjadi peperangan.
PA~DHA~JA~YA~NYA konon, sama-sama sakti. sama-sama ampuh.
MA~GA~BA~THA~NGA konon, sama kuatnya, keduanya tewas bersama.

Sepertinya mirip  dalam manikmaya jilid II (panambangan 1981:385) atau dalam Lajang Hanatjaraka jilid I dan II (Dharmabrata, 1048:10-11 ; 1949:65-66).
============================
Oleh : BRM Panji Anom Resiningrum


Saya sendiri, mencoba memaknai, makna aksara Jawa itu, kurang lebih begini

HA~NA~CA~RA~KA berarti, ada utusan. bukankah semua makhluk di dunia ini utusan Tuhan? masing-masing diutus dengan peran sendiri-sendiri. semua memiliki tugas atau fungsi yang berbeda. banyak yang hampir mirip, tetapi tidak ada yang sama persis.

DA~TA~SA~WA~LA bermakna, apabila (semua) utusan tadi tidak membantah tugas, fungsi dan peran masing-masing. atau dg kata lain menerima dan menjalani apa yang sudah diperintahkan. Da Ta Sa Wa La bisa dimaknai DATAN (tidak) SAWALA (membantah). maka,

PA~DHA~JA~YA~NYA bermakna, semua makhluk akan berbahagia karena menemukan kemenangan hakiki. kemenangan atau keberhasilan menjalankan peran masing-masing di dunia ini. yg terjadi kemudian adalah harmoni kehidupan. ada keselarasan dan kedamaian yg dapat dinikmati. dan

MA~GA~BA~THA~NGA bermakna, silakan menebak (BATHANG). silakan mencari bagaimana aplikasi selanjutnya dari ajaran aksara jawa tadi. sebagaimana ayat suci Al Quran yang turun kepada Nabi Muhammad adalah IQRA, bacalah! maka, perulangan aksara jawa tadi haruslah dibaca (dicari) maknanya sepanjang manusia hidup. Membaca tentu tidak terbatas pada aksara atau tulisan, tetapi juga membaca tanda-tanda alam (seperti kok mendung, apakah akan ada hujan? kok saudara saya cemberut, apakah ada yang membuatnya marah, ada apa? dll. Aksara jawa kuno semuanya bersifat hidup, maka untuk mematikannya harus dipangku. Ini juga dapat dimaknai, andaikata satu huruf harus dimatikan (dikalahkan) demi sebuah arti, maka ia harus dipangku. Analoginya, kalau pendapat seseorang tidak tepat (kalah argumentasi), maka pemilik argumen tadi tidak boleh direndahkan.

Ia harus dimuliakan (DIPANGKU), maka kemudian ada istilah "MENANG TANPA NGASORAKE" (Menang Tanpa Berperang)

HA~NA~CA~RA~KA berarti ada utusan yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasad manusia. Maksudnya ada yang mmprcayakan, ada yang dipercaya dan ada yang diprcaya untuk bekerja, ke 3 unsur itu adalah tuhan, manusia dan kewajiban manusia.

DA~TA~SA~WA~LA berarti manusia telah diciptakan sampai dengan saatnya (dipanggil tidak boleh mengelak manusia harus menjalankan, menerima dan melaksanakan kehendak Tuhan.


PA~DA~JA~YA~NYA berarti menyatukan zat pemberi hidup (KHALIK) dengan zat yang diberi hidup (mahkluk)..maksudnya pada sama atau sesuai, jumbuh, cocok, tunggal bathin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. JAYA itu menang atau unggul sungguh-sungguh dan bukan berarti menang2an,sekedar menang atau tidak sportif. MA~GA~BA~THA~NGA berarti menerima sagala sesuatu yang diperintah dan dilarang oleh tuhan YME.magsudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.
dirangkum dari berbagai sumber.

Silsilah Nabi Muhammad SAW Sampai Nabi Adam As

terimakasih atas respon anda. admin
Khalifah Adam dan permaisurinya Hawa mulai menata kehidupan baru mereka di istana bumi, bertanggung jawab masing-masing mengusir iblis yang senantiasa ingin menggagalkan misi mereka, disamping itu mereka berdua juga dituntut untuk melestarikan keturunan umat manusia di muka bumi.
Keturunan Adam yang melestarikan kehidupan umat manusia hingga sekarang:
Menurut beberapa riwayat bahwa Adam dan Hawa setiap kali melahirkan bayinya selalu kembar emas (Laki-laki dan perempuan), oleh karena itu fiqhi munakahat mereka mewajibkan kawin silang, putra pertama menikahi kembaran adiknya begitu pula sebaliknya dan seterusnya, sampai berkembang biak keturunan umat manusia pada fase-fase awal.
Waktu itu dikerajaan Adam belum ada pencatatan sipil dan memang belum dibutuhkan saat itu, sehingga tidak ditemukan arsip yang mencatat berapa anak yang di lahirkan Khalifah Adam dan permaisurinya. Al-Qur’an hanya mencatat tentang ritual pengorbanan yang dilakukan oleh dua putra Adam, yaitu Habil dan Qabil, karena bertikai ingin mengawini gadis kembaran masing - masing, waktu itu bertentangan dengan fiqhi mereka.

Akhirnya Khalifah Adam menengahi dengan memerintahkan masing - masing munajat memohon petunjuk dengan mempersembahkan kurban kepada Allah. Kurban Habil diterima disisi Allah karena disertai dengan ketulusan hati dan niat yang baik, sedangkan kurban Qabil ditolak karena dipenuhi dendam dan dengki. Pada akhirnya terjadi kriminal terbesar pertama dimuka bumi, Qabil dengan dendamnya membunuh dan menumpahkan darah saudaranya sendiri dan menyesal sampai hari kiamat ….
Kisah-kisah Adam as selengkapnya di dalam al-Qur’an, baca:
(QS: 2: 30-38; 3: 33, 84; 6: 2; 7: 11-12, 19-34; 15: 28, 33 ; 19: 59; 20: 22, 115-122; 22: 5; 23: 12; 30: 20; 32: 7; 35: 11; 38: 71, 76; 40: 67 ).
Silsilah 25 Rasul, beberapa orang nabi dan tokoh-tokoh monumental lainnya:
Adapun putra mahkota satu-satunya yang diabadikan dalam sejarah, pewaris tahta Adam dan melanjutkan keturunan umat manusia sampai sekarang ini adalah Nabi SHETS, kemudian dari keturunan keempat Sheth yang bernama Yartid menurunkan nabi dan rasul Allah selanjutnya setelah Adam as, yaitu nabi IDRIS as rasul ke -2 .
Lihat: (QS: 19: 56-57; 21: 85 ).
Nabi Idris dan pasangannya melahirkan Malulsakh, kemudian dari Malulsakh terlahir Lamik yang kemudian Lamik inilah menurunkan langsung seorang nabi dan rasul besar, yaitu NUH as. rasul ke-3 setelah Adam dan Idris as. Baca: (QS: 3: 33; 4: 163; 6: 84; 7: 59-64; 10: 71-72; 11: 25-48; 14: 9; 17: 3; 19: 58; 21: 76 ; 22: 42; 23: 23-29; 25: 37; 26: 19, 105-120; 54: 9-14, 13; 29: 14-15; 37: 76-82; 38: 12; 40: 31 ; 42: 30; 50: 12; 54: 15-16; 57: 26; 71: 1-27; 79: 49 ). 
Nuh dikenal juga sebagai bapak kedua manusia setelah Adam as, karena pada masanya terjadi Bah besar yang menghancurkan hampir semua umat manusia dan makhluk-makhluk lain, kecuali segelintir saja dari keluarga dan pengikut Nuh serta beberapa pasang jenis hewan, unggus dan lainnya, yang ikut dalam perahu penyelamat Nuh.
Nuh diperkirakan hidup pada: 3900 – 2900 SM, umur panjang itu hampir semuanya, yaitu 950 tahun dipergunakan berda’wak ke jalan Allah ( Lihat : QS. 29: 14). Namun sedikit saja kaumnya yang menerima da’wahnya sehingga Allah memberikan siksaan kepada orang-orang kafir dengan Bah raksasa tersebut.
Nabi Nuh memiliki tiga putra yang terkenal, tapi hanya satu yang mewaris tahtanya dan melahirkan semua rasul setelahnya sampai kepada rasul dan nabi besar kita Muhammad SAW. Putra Mahkota tersebut adalah SAM BIN NUH. Adapun putra-putra Nuh dan pewarisnya yang menurunkan para rasul pembawa risalah, sebagi berikut:
HAM : Yang diyakini menurunkan bangsa-bangsa: Sudan, Sind, India, Qibti-Mesir dan lain-lain …
YAFETH : Dia diyakini menurunka bangsa-bangsa: Turki, China, Ya’juj & Ma’juj dan lain-lain ….
SAM : Terakhir ini sebagaimana telah disebutkan tadi sebagai pewaris ayahnya Nuh, menurunkan dua putra pelanjut, yang dari keduanya lahir para rasul, nabi dan bangsa-bangsa besar di masanya. Kedua putra SAM bin Nuh adalah:
PERTAMA: Iram;
yang disebutkan sifatnya di dalam al-Qur’an, Iram yang memiliki menara raksasa sebagaimana diceritakan Al-Qur’an, menurunkan dua bangsa yang sangat besar dan kuat, yang juga dua-duanya disebutkan di dalam al-Qur’an, yaitu Add dan Tsamud. Kedua putra Iram yang kelak menurunkan kedua bangsa raksasa itu adalah:
Aush , menurunan secara berturut-turut: Add – Khulud – Raya dan Abdullah, yang terkhir ini menurunkan langsung rasul Allah yang ke-4, yaitu Huud as (2500 – 2200 SM), yang akhirnya umatnya mendapat bencana karena tidak menuruti dakwah rasul Allah Huud as. Kemudian dari Huud cucu Add bin Aus bin Iram bin Sam, menurunkan rasul Allah yang ke-7, yaitu LUTH as (1861-1686 SM), yang satu waktu dengan nabi Ibrahim as dan juga Lukman al-Hakim yang kisah kebijakannya diabadikan di dalam Al -Qur’an. 
Namun, lagi-lagi umat Luth inipun mendapatkan bencana besar dari Allah karena mengingkari da’wah rasul-Nya Luth. Dan dari keturunan Luth dengan rentang waktu yang cukup panjang, menurunkan bangsa-bangsa non-Arab dari garis keturunan SAM, seperti: (Babilon, Achor, Kan’an dll …).
‘Ars , yang terakhir ini menurunkan langsung bangsa Tsamud. Dari keturunan kelima Tsamud bernama Abir menurunkan langsung rasul Allah yang ke-5, yaitu SHALEH as (2000 – 1900 SM), yang akhirnya umatnya juga kena siksa Allah karena kafir. Maka dengan demikian keturunan Iram bin Sam bin Nuh sudah selesai riwayat kerasulannya sampai di sini.Yang penting dicatat, bahwa bangsa-bangsa dari keturunan Iram bin Sam bin Nuh ini adalah sarat dengan bencana karena kesombongan dan keangkuhan mereka.
KEDUA: Arfakhshad;
yang terakhir inilah yang kemudian menurunkan rasul-rasul Allah berikutnya sampai kepada rasul penutup nabi besar Muhammad SAW, dari anak Sam bin Nuh. Dari keturunan ketujuh Arfakhshad yang bernama Azar menurunkan langsung nabi dan rasul Allah yang paling legendaris, yaitu IBRAHIM as (1861-1686 SM), rasul Allah yang ke-6 . Dan dari Keturunan Arfakhshad ini juga lahir pembangkan ketuhanan terbesar di dunia raja Namrud.
Ibrahim juga dikenal dengan Bapak para nabi dan rasul, karena dialah yang menurunkan rasul-rasul selanjutnya hingga sampai kepada nabi besar kita Muhammad SAW. Sebagaimana juga dia dikenal sebagai Bapak monoteisme , yang percaya hanya ada satu Tuhan. Dan ajarannya ini yang diikuti oleh para rasul selanjutnya sampai sekarang, mulai dari Yahudi, Nasrani sampai kepada agama penutup yaitu Islam.
Kemudian Ibrahim menurunkan tiga orang putra, dua di antaranya menjadi rasul, yaitu ISMAIL rasul ke-8 dan ISHAQ rasul yang ke-9 , satu lagi putra Ibrahim bernama Madayan menurunkan rasul yang ke-12, yaitu Syuaib as . Maka ini juga sebabnya nabi Ibrahim disebut sebagai Bapak para nabi dan rasul karena ketiga putranya masing-masing menurunkan rasul untuk bangsa yang berbeda-beda. Adapun putra-putra Ibrahim tersebut, penulis susun dari putra nomor dua, sebagai berikut:
ISHAQ as , rasul yang ke-9 untuk Bani Israil: Menurunkan dua putra kembar, satu di antaranya mewarisinya menjadi rasul sesudahnya langsung, yaitu Ya’qub rasul ke-10 , dari kedua putra kembar Ishaq ini masing-masing menurunka nabi dan rasul-rasul Bani Israil, sebagai berikut :
Eish : Menurunkan secara turun-temurun, masing-masing: Rum, tarekh, Amose. Kemudian dari keturunan ketiga Amose ini menurunkan langsung rasul yang ke-13, yaitu AYYUB as , kemudian Ayub menurunkan putranya yang kelak menjadi rasul yang ke-14, yaitu ZULKIFLI as . Kedua bapak dan anak ini diutus Allah menjadi rasul untuk Bangsa Syam (Demaskus-Suria sekarang).
Ya’qub as : Dia disebut juga sebagai Bapak Bani Israil, menurunkan 12 orang putra satu di antaranya menjadi rasul langsung sesudahnya, yaitu YUSUF sebagai rasul yang ke-11 .
Putra-putra Ya’qub lainnya yang akan disebutkan disini selain Yusuf pada hanya tiga saja yang masing-masing menurunkan rasul-rasul Bani Israil, penulis urut dari yang paling kecil, sebagai berikut:
Benyamin : Dia adalah saudara kandung Yusuf seibu dan sebapak, dia jugalah satu-satunya keturunan Ya’qub yang menurunkan rasul di luar dari bani Israil. Benyamin menurunkan Abumatta, kemudian Matta dan menurunkan YUNUS as, rasul yang ke-21 untuk bangsa Ninui – Irak.
Lawi : Menurunkan Kohath, kemudian Imran yang melahirkan dua putra masing-masing menjadi rasul yang ke-15 dan 16, yaitu MUSA (1436 SM) dan HARUN . Selanjutnya dari Harun menurunkan izar, kemudian Fahnaz yang menurunkan dua putra masing-masing: Pertama, Yasin menurunkan ILYAS as, rasul ke-19 , dan kedua, Ukhtub menurunkan ALIYASA as, rasul ke-20 .
Yahudza : Menurunkan Bares – Hasrun – Raum – Ummanizab – Yauksaun – Salmun – Yuar – Ufiz, Isya dan ‘Uwaid yang menurunkan rasul ke-17, yaitu DAUD as , kemudian dari Daud lahir putranya SULAIMAN as, rasul ke-18 . Lalu dari Sulaiman secara terpisah menurunkan ZAKARIA sebagai rasul ke-22 , kemudian menurunkan secara langsung YAHYA as rasul ke-23 . Dari garis lain Sulaiman juga menurunkan: Hezekia – Heli yang menurunkan Imran, lalu menu menurunkan bunda Maryam selanjutnya menurunkan ISA as, rasul ke-24 .
Madyan: Putra Ibrahim yang menurunkan Bangsa yang membawa namanya sendiri yaitu Madyan, kemudian secara tidak langsung menurunkan Safyun yang menurunkan langsung nabi Syuaib as (Abad ke-16 SM), rasul ke-12 untuk Bangsa Arab jauh.
Ismail as : Adalah putra pertama nabi Ibrahim as dari Ibu Hajar, di dikenal juga dengan Bapak Bangsa Arab, dia diutus untuk Bangsa Jurhum (Yaman dan Arab lainnya). Dari keturunan ke-61 Ismail lahirlah penghulu para nabi dan rasul, yaitu rasul penutup nabi besar MUHAMMAD SAW

 Adam as + Siti hawa

                          syits as + suhena

                        Anusy + dewi rasi

                        Qainan + muqomah

                       Mahlail + yasoda

                    Yarid + mu`a

                     Idris as + syarofa

                     Mutawasylah + marsa

                       Lamak + tsina

                      Nuh as + murok

                             kan`an + hindia                                                           iram + yafit 

arofaksyat + dewi kurdi        prabu ayodia + Dewi umbi                                  aries + siet

finan + yasehena                     prabu Barata +  putri umbiani (pendiri ngastina)         aush + khinayah

sala + buma                                     prabu kuntala + putri shada                         ad + sofah

Abir +  funnam                                  begawan Sirah + maestri                                 khulud + zaroh

falikh + shinan                               begawan sekutrem + dewi sara                     raiya + badroh

urgu + far`amah                              begawan sakri + dewi rarasati                         luqman + zahir

sarugh + mita                               begawan polosoro + Betari ratih                         hud as + hadijah

nakhur + tarimah                              begawan Abiyoso + dewi ambalika                        haran + zam

thara + musah                                     prabu pandu + Dewi kunti                             luth as + sodah

aazar + khiran                                      arjuna + subhad                                            saiyun + burom

 ibrahim As. + siti hajar                      Abi manyu + utari                                                syu`aib as + uwalit

       isma`il As + shofa                             pari kesit + dewi siti sundari                                ayub as + masinah     

   aram + sadaroh                             udasanghana + ukria                                       zulkifly as + dasier 

 adwa + wazi                                 gentarana + dewi matta(pendiri kalingga)                                     uwaith + ganda

zarih + sami`                                  anggada + dewi umbul                                     isya + heyekiyah

         nahit + mukas                      kunta dewa + putri  manoli                         daud as + qusaiyah
                                        afnat + aiham                    brahmana ratu holi + putri holi
                                 aisar + deshan                       Serat walaka + Ratu bilqis / shima  +   sulaiman as
                                ar`awi + aid                                            ketut emas + putri nerimo
                              zalhan + yahyim                                       jalak veda + ratu kencana
                                sanbir + yatrobbi                                   kuntalawarman + putri hanum
                             hamdan + ad`da`a                                           gunaprandita marwadewa+ Ratu paksi jala
                                abqor + `ubaidah                                             bara marwa dewa + putri kalingga
                               makhi + nahish                                                 pandu dewanis wara + diyah umbini
                              tabikh + yadlaf                                               pandu baraveda warman + ratu galuh
                        bildaz + buquz                                                maheswara swarna dewaniskala + ratu umbul
                        hazfa + fahnaz                                                suro pandu dipayoni + ratu maewari
                       nashid + matta                                                 sana rakai dewanis kala + sanha (shinta)               awwam + mizwa                                             Rakai sanjaya + ratna kartika prabusory (pendiri keraja`an mataram)
  qobai + mukham                             Rakai panang karan + dewi sekartaji                        raja Banu + gayatri
    qomwal + muroqqoh                   Rakai watu humalang + diyah sonaji                           Raja indra + pukebi
buzam + arafah                           Rakai kayu humalang + pramudita                       Raja wt gunung + gandari
                                           samarattungga + diyah sakawuni              bala putra dewa + andini(pendiri sriwijaya)
alwas + bughin               Rakai pikatan + pramodya wardani                          prabu basudewa + gentayu
salaman + nahish         Rakai Balitung + anggada                                               prabu mahisa wuni + gayatri
humais + tarwiyah      Rakai daksa + diyah rana wijaya                             prabu watu harung + ambar setaji
 adnan + wilbah           Rakai tulodong + ratih                                           prabu lokananta + putri singapura
 ma`ad + karya              Rakai wawa + dewi sekar buana                                   prabu dewa Nata + suteji
 kinanah + muroch                                              diyah tunggo wijoyo  + empu sindok(pendiri enggala)
 elyas as + mana`ah                                           wisnu isana marwa dewa + ratu holi
 mudrikah + sarifah                                                    Darma wangsa + diyah ker taswirda
mudrikah + sarifah                                                                        Dewi sukaesih + udayana
Ka'ab + hamidah                                                                                    erlangga + ratu hino
Ghalib + hurarah        jayeng rana (pendiri kediri) + dewi asmara tungga    jayanegara(pendiri tumapel) + sukaesih
Murrah + kadija                          bara meswara + kerji                                   balaputra dewa + rara jinggo
Kilab + mazirah                jaya baya + nilot mahares wati                                sarwana warma dewa + dewi sri
Abdu Manaf   + Misharoh            sarweswara.I + dara maesi                 jagad amurwa + nindra meswari
Hasyim + khomisfah             raganata buwana + galuh betari maya                    swarna anantra + rudyani
abdul muntholib + siyah                   rulda paksi + ratu suh                         prabu boko + ratu miloet
Abdullah + Aminah      Abi tholib + murah   galuh candra kirana + panji asmara bangun   Prabu darma veda + ratu hulun
muhammad Saw + khotijah          cinde laras + ratu watu hino      prabu ragananta + diyah ayu sekar laras
fatimah + Ali   dyah kusumo + sarwes wara II +  Ratu gajayana           Akuwu prabu sedro + rana kerta taji
Sayidina Husain r.a + syarifah                     ken arock(pendiri singosari) + ken dedes + tunggul ametung
Ali Zainal Abidin + maisaroh                    mahiso teleng + ratna holi                  anusopati + budhi pertiwi
Muhammad bakar + masyitoh             mahiso cempo + galih                    wisnu wardhana + ratu murti nilot
isa arrumi + farah                               mahiso wonga + wedari umbi                   ronggo wuni + skar wuni
Al Baqir + yulaimah                         lembu teleng + nini ratih                       kerto negoro + dahyang sawitri
Ja'far Shadiq + Arrumi                                                   R.wijoyo(pendiri majapahit) + gayatri & gili suci
Ali Aridhi + mutma`innah   breh kauripan + jala dara = breh daha + kudo merto     gajah mada + wulandari
Naqib + zahro Hayam wuruk + diyah kusuma wardhani & diyah wulandari     gajah maudhoro + banyu biru
Abi shaleh + sarifah                                   retno kusumo wardhani + damar sasongko(BW1)
Ahmad muhajir + qorri`ah                                              Diyah suwito (BW2) + nilot mahisi
Alawi Ats-Tsani + zainab                                               Breh kertabumi(BW3) + suhita
Ahmad faruqh + samsiah                                               Breh kertarajasa(BW4) + sekar taji
Ali (Khali' + ruqoyyah                                                   Diyah wisesa (BW5) + diyah suhaili

ERA TASHAWWUF SOCIETY 6.0

Sosialisasi : GENERASI BARU ABAD 21 ERA TASHAWWUF SOCIETY 6.0 (Ki Ageng Sapujagat Al Kajorani Al Jawi) > Revolusi Industri 4.0 mengg...