PONDOK PESANTREN PETANI NUSANTARA

Pondok Pesantren Petani Nusantara Sang Cipta Rasa, Sikepis Trah Manunggal Miftahul Ikhsan, Membangun Pertanian Agribisnis SIKEPIS SIKEPIS Sistem Integrasi KEPIS : K=Kakao,Kelapa,Kambing,Kelinci,Karet,dll. E=Entog,Enau,dll. P=Padi,Pepaya,Palawija,dll. I=Itik,Ikan,dll. S=Sidat,Sapi,Sayuran,Sagu,dll. Motto : Menanam Hari Ini Untuk 100 Tahun Kedepan. Aspek Dakwah : Agama - Budaya - Agribisnis/Kemakmuran. Alamat Desa Paledah, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran JaBar.

Kamis, 13 Desember 2012

(Hajat Laut Pangandaran Tahun 2012) Agun Disambut Layaknya Pahlawan

(Hajat Laut Pangandaran Tahun 2012) Agun Disambut Layaknya Pahlawan

terimakasih atas respon anda. admin
di Desember 13, 2012 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Senin, 03 Desember 2012

Kegiatan Di Cirebon







terimakasih atas respon anda. admin
di Desember 03, 2012 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

ERA TASHAWWUF SOCIETY 6.0

Sosialisasi : GENERASI BARU ABAD 21 ERA TASHAWWUF SOCIETY 6.0 (Ki Ageng Sapujagat Al Kajorani Al Jawi) > Revolusi Industri 4.0 mengg...

Cari Blog Ini

Halaman

  • Home
  • K => Kakao, Kelapa, Kambing
  • E => Entog
  • P => Padi, Pepaya
  • I => Itik, Ikan
  • S => SAPI
  • BUAH TIN / BUAH SURGA
  • CITANDUY RIVER PARK
  • MAKANAN OLAHAN
  • PENGHARGAAN PRESIDEN RI

Mengenai Saya

Foto saya
Warino Sikepis ( Kyai Sapu Jagat )
Pangandaran, Jawa Barat, Indonesia
SIKEPIS (Sistem Integrasi Kakao (+Kelapa, +Karet, +Kambing, +Kedelai, +Kapol, +Kelinci)Entog (+Enau) Padi (+Palawija, +Pisang, +Pepaya, +Petai, +Pala) Itik (+Ikan) Sapi (+Singkong, +Sidat, +Sayuran) Kabupaten Pangandaran Jawa Barat.
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2022 (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2021 (7)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (7)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (4)
  • ►  2019 (137)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (7)
    • ►  Juni (9)
    • ►  Mei (29)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (37)
    • ►  Februari (16)
    • ►  Januari (19)
  • ►  2018 (24)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (3)
    • ►  Agustus (11)
    • ►  Juli (2)
  • ►  2017 (59)
    • ►  November (31)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (6)
    • ►  April (1)
  • ►  2016 (2)
    • ►  November (2)
  • ►  2015 (3)
    • ►  Agustus (3)
  • ►  2013 (18)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (3)
    • ►  April (6)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ▼  2012 (75)
    • ▼  Desember (2)
      • (Hajat Laut Pangandaran Tahun 2012) Agun Disambut ...
      • Kegiatan Di Cirebon
    • ►  November (17)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (7)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (16)
    • ►  April (20)
  • ►  2011 (2)
    • ►  April (2)

Label

  • integrasi

Laporkan Penyalahgunaan

SELAMAT DATANG DI SIKEPIS CENTER PANGANDARAN

Bandung Time

PENGHARGAAN PRESIDEN RI

PENGHARGAAN PRESIDEN RI
Warino Ma'ruf Abdulloh Saat Menerima Penghargaan Petani Berprestasi Tingkat Nasional, Penyerahan Piala Penghargaan di Istana Negara

PENGHARGAAN GUBERNUR

PENGHARGAAN GUBERNUR
Warino Ma'ruf Abdulloh Ketua Gapoktan BMS Saat Menerima Penghargaan Petani Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat 2008

PENGHARGAAN BUPATI CIAMIS

PENGHARGAAN BUPATI CIAMIS
Warino Ma'ruf Abdulloh Saat Menerima Penghargaan Petani Berprestasi Tingkat Kabupaten Ciamis 2008

Lencana Facebook

Warino Si Kepis | Buat Lencana Anda

tweeter

Tweet oleh @kampoengsikepis

Pengikut

Total Tayangan Halaman

PADI ORGANIK

PADI ORGANIK
gapoktan BMS

Pelatihan Budidaya Sapi Potong

Pelatihan Budidaya Sapi Potong
Pelatihan Budi Daya Sapi Potong di Balai Pelatihan Peternakan Cikole Lembang, 3-5 April 2012 (dari Ciamis : Warino Padaherang, Ateng Sidamulih, Dadang Pamarican, Deni Panawangan)

Pelatihan Budidaya Sapi Potong

Pelatihan Budidaya Sapi Potong
Pelatihan Budi Daya Sapi Potong di Balai Pelatihan Peternakan Cikole Lembang, 3-5 April 2012 (dari Ciamis : Warino Padaherang, Ateng Sidamulih, Dadang Pamarican, Deni Panawangan)

MUSWIL APKAI JABAR

MUSWIL APKAI JABAR
Asosiasi petani kakao indonesia DPW APKAI JABAR

KUNJUNGAN ANGGOTA DPR RI KE GAPOKTAN BMS

KUNJUNGAN ANGGOTA DPR RI KE GAPOKTAN BMS
Silaturahmi Ketua Komisi II DPR RI Drs. H. Agun Gunandjar Sudarsa, M.Si dengan petani anggota Gapoktan BMS Kecamatan Padaherang Kab. Ciamis Jawa Barat (8 Mei 2012). gambar dari kiri ke kanan : Drs. Agung, M.Si (Camat Padaherang), Warino (Ketua Gapoktan BMS), Drs. Agung Gunandjar Sudarsa, M.Si (Anggota DPR RI), H. Gunawan (Ketua Tim Agun Center Banjar).

KONFERENSI MWC NU PADAHERANG

KONFERENSI MWC NU PADAHERANG
Panitia Konferensi MWC NU Padaherang

Mars Karang Taruna

http://youtu.be/yF05vSUEbQo

Langganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar

SEMANGKA

SEMANGKA
semangka sun flower atau tembikai (Citrullus lanatus, suku ketimun-ketimunan atau Cucurbitaceae).Semangka atau tembikai (Citrullus lanatus, suku ketimun-ketimunan atau Cucurbitaceae) adalah tanaman merambat yang berasal dari daerah setengah gurun di Afrika bagian selatan. Tanaman ini masih sekerabat dengan labu-labuan (Cucurbitaceae), melon (Cucumis melo) dan ketimun (Cucumis sativus). Semangka biasa dipanen buahnya untuk dimakan segar atau dibuat jus. Biji semangka yang dikeringkan dan disangrai juga dapat dimakan isinya (kotiledon) sebagai kuaci. Sebagaimana anggota suku ketimun-ketimunan lainnya, habitus tanaman ini merambat namun ia tidak dapat membentuk akar adventif dan tidak dapat memanjat. Jangkauan rambatan dapat mencapai belasan meter. Daunnya berlekuk-lekuk di tepinya. Bunganya sempurna, berwarna kuning, kecil (diameter 3cm). Semangka adalah andromonoecious monoklin, yaitu memiliki dua jenis bunga pada satu tumbuhan: bunga jantan, yang hanya memiliki benang sari (stamen), dan bunga banci/hermafrodit, yang memiliki benang sari dan putik (pistillum). Bunga banci dapat dikenali dari adanya bakal buah (ovarium) di bagian pangkal bunga berupa pembesaran berbentuk oval. Buah semangka memiliki kulit yang keras, berwarna hijau pekat atau hijau muda dengan larik-larik hijau tua. Tergantung kultivarnya, daging buahnya yang berair berwarna merah atau kuning. Tanaman ini cukup tahan akan kekeringan terutama apabila telah memasuki masa pembentukan buah.

BUAH TIN

BUAH TIN
Buah Tin / Buah Surga. Dalam bahasa Inggris tin diterjemahkan menjadi timah Untuk salah satu surah dalam al-Qur'an, lihat Surah At-Tin. ?Tin Daun dan buah tin Status konservasi Risiko Rendah Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Rosales Famili: Moraceae Genus: Ficus Upagenus: Ficus Spesies: F. carica Nama binomial Ficus carica L. Tin (Ficus carica L.) adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan yang berasal dari Asia Barat. Buahnya bernama sama. Nama ini diambil dari bahasa Arab, juga dikenal dengan nama "Ara" (buah ara / pohon ara) sedangkan dalam bahasa Inggris disebut fig, sebenarnya masih termasuk kerabat pohon beringin. [sunting]Pemerian Tumbuh di daerah Asia Barat, mulai dari pantai Balkan hingga Afganistan. Sekarang dibudidayakan pula di Australia, Cile, Argentina, serta Amerika Serikat. Habitus berupa pohon, besar dan dapat tumbuh hingga 10m dengan batang lunak berwarna abu-abu. Daunnya cukup besar dan berlekuk dalam, 3 atau 5 cuping. Bunga tin tidak tampak karena terlindung oleh dasar bunga yang menutup sehingga dikira buah. Penyerbukan dilakukan oleh sejenis tawon khusus, sama seperti serangga yang menyerbuki jenis-jenis Ficus lainnya. Yang disebut buah sebetulnya adalah dasar bunga yang membentuk bulatan. Tipe ini khas untuk semua anggota suku ara-araan (Moraceae). Buahnya berukuran panjang tiga hingga 5 cm, berwarna hijau. Beberapa kultivar berubah warna menjadi ungu jika masak. Getah yang dikeluarkan pohon ini dapat mengiritasi kulit. [sunting]Pemanfaatan Buah tin yang belum ranum Buah tin dapat dimakan segar, dikeringkan, atau dibuat selai. Buah yang dipetik harus segera dimanfaatkan karena tidak dapat disimpan lama (mudah rusak). Di Bengali buah tin diolah sebagai sayuran. [sunting]Kaitan dengan literatur Di Al Qur'an, salah satu surat disebut dengan nama ini (QS Surat At-Tiin) karena Allah bersumpah atas nama buah/tumbuhan ini.

Lencana Facebook

Lppnu Pangandaran

Buat Lencana Anda

Lencana Facebook

Warino Si Kepis

Buat Lencana Anda

Translate

Kakao Kampoeng Wisata Agro Padaherang

Kakao Kampoeng Wisata Agro Padaherang
Kakao (Theobroma cacao) merupakan tumbuhan berwujud pohon yang berasal dari Amerika Selatan. Dari biji tumbuhan ini dihasilkan produk olahan yang dikenal sebagai cokelat. Kakao merupakan tumbuhan tahunan (perennial) berbentuk pohon, di alam dapat mencapai ketinggian 10m. Meskipun demikian, dalam pembudidayaan tingginya dibuat tidak lebih dari 5m tetapi dengan tajuk menyamping yang meluas. Hal ini dilakukan untuk memperbanyak cabang produktif. Bunga kakao, sebagaimana anggota Sterculiaceae lainnya, tumbuh langsung dari batang (cauliflorous). Bunga sempurna berukuran kecil (diameter maksimum 3cm), tunggal, namun nampak terangkai karena sering sejumlah bunga muncul dari satu titik tunas.Penyerbukan bunga dilakukan oleh serangga (terutama lalat kecil (midge) Forcipomyia, semut bersayap, afid, dan beberapa lebah Trigona) yang biasanya terjadi pada malam hari1. Bunga siap diserbuki dalam jangka waktu beberapa hari. Kakao secara umum adalah tumbuhan menyerbuk silang dan memiliki sistem inkompatibilitas-sendiri (lihat penyerbukan). Walaupun demikian, beberapa varietas kakao mampu melakukan penyerbukan sendiri dan menghasilkan jenis komoditi dengan nilai jual yang lebih tinggi. Buah tumbuh dari bunga yang diserbuki. Ukuran buah jauh lebih besar dari bunganya, dan berbentuk bulat hingga memanjang. Buah terdiri dari 5 daun buah dan memiliki ruang dan di dalamnya terdapat biji. Warna buah berubah-ubah. Sewaktu muda berwarna hijau hingga ungu. Apabila masak kulit luar buah biasanya berwarna kuning. Biji terangkai pada plasenta yang tumbuh dari pangkal buah, di bagian dalam. Biji dilindungi oleh salut biji (aril) lunak berwarna putih. Dalam istilah pertanian disebut pulp. Endospermia biji mengandung lemak dengan kadar yang cukup tinggi. Dalam pengolahan pascapanen, pulp difermentasi selama tiga hari lalu biji dikeringkan di bawah sinar matahari.Penghasil kakao Delapan negara penghasil kakao terbesar adalah (data tahun panen 2005) Pantai Gading (38%) Ghana (19%) Indonesia (13%, sebagian besar kakao curah) Nigeria (5%) Brasil (5%) Kamerun (5%) Ekuador (4%) Malaysia (1%) Negara-negara lain menghasilkan 9% sisanya.Jenis-jenis komoditiKakao sebagai komoditas perdagangan biasanya dibedakan menjadi dua kelompok besar: kakao mulia ("edel cacao") dan kakao curah ("bulk cacao"). Di Indonesia, kakao mulia dihasilkan oleh beberapa perkebunan tua di Jawa, misal di kabupaten Jember yang dikelola oleh PTPN (Perusahaan Perkebunan Negara). Varietas penghasil kakao mulia berasal dari pemuliaan yang dilakukan pada masa kolonial Belanda, dan dikenal dari namanya yang berawalan "DR" (misalnya DR-38). Singkatan ini diambil dari singkatan nama perkebunan tempat dilakukannya seleksi (Djati Roenggo, di daerah Ungaran, Jawa Tengah). Varietas kakao mulia berpenyerbukan sendiri dan berasal dari tipe Criollo. Buah kakao Criollo. Sebagian besar daerah produsen kakao di Indonesia menghasilkan kakao curah. Kakao curah berasal dari varietas-varietas yang self-incompatible. Kualitas kakao curah biasanya rendah, meskipun produksinya lebih tinggi. Bukan rasa yang diutamakan tetapi biasanya kandungan lemaknya.Manfaat Biji Kakao adalah bahan utama pembuatan bubuk kakao (coklat), bubuk kakao adalah bahan dalam pebuatan kue, es krim, makanan ringan, susu dll. atau dalam bahasa keseharian masyarakat kita menyebutnya coklat. Karakter rasa coklat adalah gurih, dengan aroma yang khas sehingga disukai banyak orang khususnya anak-anak dan remaja. [sunting]Rujukan 1. S.E. McGregor, Insect Pollination Of Cultivated Crop Plants. USDA. Virtual Book. [sunting]Pranala luar Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai: Kakao World Cocoa Foundation The food of the Gods Malaysian Cacao Board International Cocoa Organization (ICCO) TransFair USA Fair Trade Cocoa Program Plant Diseases Imperil Chocolate Production Theobroma Cacao – the Tree of Life

KAKAO GAPOKTAN BMS

KAKAO GAPOKTAN BMS
Kakao (Theobroma cacao) Gabungan Kelompoktani Banyu Metu Sejahtera Kec. Padaherang Kab. Ciamis Jawa Barat.Kakao (Theobroma cacao) merupakan tumbuhan berwujud pohon yang berasal dari Amerika Selatan. Dari biji tumbuhan ini dihasilkan produk olahan yang dikenal sebagai cokelat.Kakao merupakan tumbuhan tahunan (perennial) berbentuk pohon, di alam dapat mencapai ketinggian 10m. Meskipun demikian, dalam pembudidayaan tingginya dibuat tidak lebih dari 5m tetapi dengan tajuk menyamping yang meluas. Hal ini dilakukan untuk memperbanyak cabang produktif. Bunga kakao, sebagaimana anggota Sterculiaceae lainnya, tumbuh langsung dari batang (cauliflorous). Bunga sempurna berukuran kecil (diameter maksimum 3cm), tunggal, namun nampak terangkai karena sering sejumlah bunga muncul dari satu titik tunas. Penyerbukan bunga dilakukan oleh serangga (terutama lalat kecil (midge) Forcipomyia, semut bersayap, afid, dan beberapa lebah Trigona) yang biasanya terjadi pada malam hari1. Bunga siap diserbuki dalam jangka waktu beberapa hari. Kakao secara umum adalah tumbuhan menyerbuk silang dan memiliki sistem inkompatibilitas-sendiri (lihat penyerbukan). Walaupun demikian, beberapa varietas kakao mampu melakukan penyerbukan sendiri dan menghasilkan jenis komoditi dengan nilai jual yang lebih tinggi. Buah tumbuh dari bunga yang diserbuki. Ukuran buah jauh lebih besar dari bunganya, dan berbentuk bulat hingga memanjang. Buah terdiri dari 5 daun buah dan memiliki ruang dan di dalamnya terdapat biji. Warna buah berubah-ubah. Sewaktu muda berwarna hijau hingga ungu. Apabila masak kulit luar buah biasanya berwarna kuning. Biji terangkai pada plasenta yang tumbuh dari pangkal buah, di bagian dalam. Biji dilindungi oleh salut biji (aril) lunak berwarna putih. Dalam istilah pertanian disebut pulp. Endospermia biji mengandung lemak dengan kadar yang cukup tinggi. Dalam pengolahan pascapanen, pulp difermentasi selama tiga hari lalu biji dikeringkan di bawah sinar matahari.

Kelapa Kampoeng Wisata Agro Padaherang

Kelapa Kampoeng Wisata Agro Padaherang
Kelapa Kelapa (Cocos nucifera) adalah satu jenis tumbuhan dari suku aren-arenan atau Arecaceae dan adalah anggota tunggal dalam marga Cocos. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serba guna, khususnya bagi masyarakat pesisir. Kelapa juga adalah sebutan untuk buah yang dihasilkan tumbuhan ini.Pohon dengan batang tunggal atau kadang-kadang bercabang. Akar serabut, tebal dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol, adaptif pada lahan berpasir pantai. Batang beruas-ruas namun bila sudah tua tidak terlalu tampak, khas tipe monokotil dengan pembuluh menyebar (tidak konsentrik), berkayu. Kayunya kurang baik digunakan untuk bangunan. Daun tersusun secara majemuk, menyirip sejajar tunggal, pelepah pada ibu tangkai daun pendek, duduk pada batang, warna daun hijau kekuningan. Bunga tersusun majemuk pada rangkaian yang dilindungi oleh bractea; terdapat bunga jantan dan betina, berumah satu, bunga betina terletak di pangkal karangan, sedangkan bunga jantan di bagian yang jauh dari pangkal. Buah besar, diameter 10 cm sampai 20 cm atau bahkan lebih, berwarna kuning, hijau, atau coklat; buah tersusun dari mesokarp berupa serat yang berlignin, disebut sabut, melindungi bagian endokarp yang keras (disebut batok) dan kedap air; endokarp melindungi biji yang hanya dilindungi oleh membran yang melekat pada sisi dalam endokarp. Endospermium berupa cairan yang mengandung banyak enzim, dan fase padatannya mengendap pada dinding endokarp ketika buah menua; embrio kecil dan baru membesar ketika buah siap untuk berkecambah (disebut kentos). Kelapa secara alami tumbuh di pantai dan pohonnya mencapai ketinggian 30 m. Ia berasal dari pesisir Samudera Hindia, namun kini telah tersebar di seluruh daerah tropika. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga ketinggian 1000 m dari permukaan laut, namun akan mengalami pelambatan pertumbuhan.

Kambing/Domba Kampoeng Wisata Agro Padaherang

Kambing/Domba Kampoeng Wisata Agro Padaherang
Domba/Kambing DOKA/Capra aegagrus hircus.Kambing (bahasa Inggeris: goat) ialah salah satu daripada haiwan yang terdapat di Malaysia. Nama sainsnya Capra aegagrus hircus.Taburan Kambing dipelihara di seluruh Malaysia sebagai haiwan ternakan. Terdapat juga kambing yang tinggal di kawasan berbukit yang dikenali sebagai kambing gurun. Kambing gurun merupakan haiwan dilindungi. [sunting]Ciri-ciri Kambing merujuk secara umum kepada haiwan yang tergolong dalam golongan benda hidup, alam haiwan, bertulang belakang (vertebrat), kelas mamalia. Kambing adalah haiwan berdarah panas. [sunting]Makanan Kambing merupakan haiwan pemakan daun atau maun. Makanan utama kambing adalah rumput, kekacang, daun-daun dan pucuk pokok. Seekor kambing dewasa memerlukan 4 - 5 kg rumput segar sehari. Penjagaan makanan yang betul perlulah diberikan, ia kerana kebanyakan penyakit yang menghidap pada kambing adalah berpunca daripada makanannya sendiri. Oleh yang demikian, pemberian makanan yang seimbang perlulah difahami agar kesihatan dan kecergasan kambing dapat sentiasa dikekalkan. Jenis-jenis makanan yang boleh diberikan perlulah dirujuk terlebih dahulu dengan penternak yang telah sedia ada. Ia kerana, makanan yang diberikan oleh setiap penternak dan kandang adalah berbeza. [sunting]Pembiakan Kambing membiak dengan cara melahirkan anak dan menjaga anaknya sehingga dewasa. Penjagaan yang rapi serta betul perlulah diberikan sewaktu kambing ingin melahirkan anak. Tindakan-tindakan kambing sewaktu melahirkan anak dan selepas melahirkan anak ada menunjukkan perbezaan. Namun, terdapat juga kambing yang kurang mahir menjaga anak yang baru dilahirkan kerana keletihan (kambing bunting kali pertama). [sunting]Tabiat Kambing amat tidak suka terkena air, sehingga menimbulkan satu peribahasa "Bagai kambing terkena hujan" atau di Indonesia, "Hujan turun, kambing lari". Kambing turut menyumbangkan sumber utama daging terutamanya pada musim perayaan. [sunting]Susu kambing Baka kambing yang boleh didapati di Malaysia Hasil tenusu kambing kini telah dipelbagaikan. Selain sebagai minuman, susu kambing mempunyai beberapa kegunaan lain: Sebagai ubat: Demam kuning jaundis Penyakit Asma (lelah) Gastrik dan ulser perut Eczema (penyakit kulit) Migrain (sakit kepala) Bahan utama dalam industri kosmetik: Shampu dan sabun mandi Krim kecantikan Mengetatkan Kemaluan Wanita (faraj) [sunting]Jenis-jenis kambing Kambing Kacang (Katjang) Jamnapari/Ettawah Anglo Nubian British Alpine Saanen Toggenburg Boer Kacukan. Domba atau biri-biri (Ovis) adalah ruminansia dengan rambut tebal dan dikenal orang banyak karena dipelihara untuk dimanfaatkan rambut (disebut wol), daging, dan susunya. Yang paling dikenal orang adalah domba peliharaan (Ovis aries), yang diduga keturunan dari moufflon liar dari Asia Tengah selatan dan barat-daya. Untuk tipe lain dari domba dan kerabat dekatnya, lihat kambing antilop. Domba berbeda dengan kambing.Klasifikasi Paling tidak ada tujuh spesies domba: Argali, Ovis ammon Domba peliharaan, Ovis aries Bighorn Sheep, Ovis canadensis Thinhorn Sheep, Ovis dalli Mouflon, Ovis musimon Domba salju, Ovis nivicola Urial, Ovis orientalis Banyaknya ras domba membuat orang biasa membagi berdasarkan kemanfaatannya: domba penghasil wol domba pedaging domba penghasil wol sekaligus pedaging.Klasifikasi Paling tidak ada tujuh spesies domba: Argali, Ovis ammon Domba peliharaan, Ovis aries Bighorn Sheep, Ovis canadensis Thinhorn Sheep, Ovis dalli Mouflon, Ovis musimon Domba salju, Ovis nivicola Urial, Ovis orientalis Banyaknya ras domba membuat orang biasa membagi berdasarkan kemanfaatannya: domba penghasil wol domba pedaging domba penghasil wol sekaligus pedaging

Entog Kampoeng Wisata Agro Padaherang

Entog Kampoeng Wisata Agro Padaherang
Entog. Mentok peliharaan adalah sejenis burung atau unggas yang termasuk keluarga bebek. Istilah mentok berasal dari bahasa Jawa; di tempat lain ia mungkin disebut dengan salah satu atau beberapa nama berikut: entok, enthok atau entog (Sd., Bms.), basur (Bms.), itik manila, atau bebek manila (Ind.). Dalam bahasa Inggris disebut Muscovy Duck atau Barbary Duck. Di Indonesia unggas ini adalah sepenuhnya hewan peliharaan, yang diternakkan terutama untuk dagingnya. Asal-usul mentok peliharaan adalah dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan, di mana populasi burung ini hidup alami dan liar di rawa-rawa berhutan dan wilayah berpaya di sekitar danau dan sungai; termasuk di hilir lembah Sungai Rio Grande di Texas. Populasi lepasan yang meliar (feral) juga dijumpai di Florida bagian selatan. Hewan persilangan antara bebek dan mentok biasa disebut tiktok, yakni akronim dari itik dan entok, sedangkan persilangan antara entok dan bebek disebut tongki.Pemerian Burung yang berukuran sedang sampai agak besar. Mentok jantan liar dapat mencapai 86 cm, dari ujung paruh hingga ke ujung ekor. Dan beratnya bisa sampai 3 kg. Mentok betina lebih kecil, sampai sekitar 64 cm dan 1,3 kg. Mentok peliharaan biasanya lebih gemuk, di mana jantan bisa mencapai 7 kg dan betina mencapai 5 kg. Berwarna dominan hitam dan putih, mentok memiliki kulit atau tonjolan kulit berwarna merah dan hitam di sekitar mata dan wajah. Paruh gemuk pendek khas bebek, putih kemerahan; kaki gemuk pendek berselaput renang, abu-abu kehitaman. Ekor memipih datar agak lebar. [sunting]Kebiasaan Meskipun pandai terbang, mentok peliharaan hampir tak pernah terbang jauh. Unggas ini sering terlihat berjalan bersama kelompoknya, perlahan-lahan dan tak pernah tergesa-gesa, dengan ekor bergoyang ke kanan dan ke kiri untuk mengimbangi tubuh (Jw., megal-megol) sehingga berkesan lucu. Mentok jantan alias basur Mentok liar di alamnya tidur di atas cabang-cabang pohon. Akan tetapi mentok peliharaan biasanya tidur di atas tanah. Di pedesaan di Jawa, mentok jarang dikandangkan. Dibiarkan bebas berkeliaran mencari makanannya sendiri, terutama di sekitar saluran air, sungai dan sawah. Mentok memakan aneka siput, cacing, serangga air, yuyu kecil dan pucuk-pucuk tumbuhan. Oleh pemiliknya, mentok kerap diberi makan dedak bercampur air dan sisa-sisa makanan. Unggas ini tidak berisik, tidak seperti itik petelur. Mentok betina mengeluarkan desisan dan desahan sambil berjalan. Mentok jantan kadang-kadang mengeluarkan desis keras sambil menggerakkan kepala maju mundur (Jw., nyosor), untuk memperingatkan atau mengusir pengganggu. Mentok bertelur hingga kurang-lebih 10 butir, yang dierami oleh betinanya selama sekitar 5 minggu. [sunting]Kerabat Terdekat Jenis mentok liar yang terdapat di Indonesia adalah mentok rimba (Cairina scutulata). Unggas ini menyebar luas secara alami mulai dari India, Asia Tenggara hingga Sumatra dan Jawa. Populasi mentok rimba kini terancam kepunahan, karena perburuan dan terutama karena perubahan habitat yang drastis. Di Jawa, hewan ini sekarang diduga sudah punah.

Padi Kampoeng Wisata Agro Padaherang

Padi Kampoeng Wisata Agro Padaherang
Padi Organik. Padi (bahasa latin: Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar. Padi diduga berasal dari India atau Indocina dan masuk ke Indonesia dibawa oleh nenek moyang yang migrasi dari daratan Asia sekitar 1500 SM. [1] Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum. Namun demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia. Hasil dari pengolahan padi dinamakan beras. Pertelaan [sunting]Ciri-ciri umum Padi tengah diambil dari persemaian untuk ditanam di sawah. Panen padi Padi termasuk dalam suku padi-padian atau Poaceae (sinonim: Graminae atau Glumiflorae). Terna semusim, berakar serabut; batang sangat pendek, struktur serupa batang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang; daun sempurna dengan pelepah tegak, daun berbentuk lanset, warna hijau muda hingga hijau tua, berurat daun sejajar, tertutupi oleh rambut yang pendek dan jarang; bunga tersusun majemuk, tipe malai bercabang, satuan bunga disebut floret, yang terletak pada satu spikelet yang duduk pada panikula; buah tipe bulir atau kariopsis yang tidak dapat dibedakan mana buah dan bijinya, bentuk hampir bulat hingga lonjong, ukuran 3 mm hingga 15 mm, tertutup oleh palea dan lemma yang dalam bahasa sehari-hari disebut sekam, struktur dominan adalah endospermium yang dimakan orang. [sunting]Reproduksi Setiap bunga padi memiliki enam kepala sari (anther) dan kepala putik (stigma) bercabang dua berbentuk sikat botol. Kedua organ seksual ini umumnya siap reproduksi dalam waktu yang bersamaan. Kepala sari kadang-kadang keluar dari palea dan lemma jika telah masak. Dari segi reproduksi, padi merupakan tanaman berpenyerbukan sendiri, karena 95% atau lebih serbuk sari membuahi sel telur tanaman yang sama. Setelah pembuahan terjadi, zigot dan inti polar yang telah dibuahi segera membelah diri. Zigot berkembang membentuk embrio dan inti polar menjadi endosperm. Pada akhir perkembangan, sebagian besar bulir padi mengadung pati di bagian endosperm. Bagi tanaman muda, pati berfungsi sebagai cadangan makanan. Bagi manusia, pati dimanfaatkan sebagai sumber gizi. [sunting]Genetika dan pemuliaan Satu set genom padi terdiri atas 12 kromosom. Karena padi adalah tanaman diploid, maka setiap sel padi memiliki 12 pasang kromosom (kecuali sel seksual). Padi merupakan organisme model dalam kajian genetika tumbuhan karena dua alasan: kepentingannya bagi umat manusia dan ukuran kromosom yang relatif kecil, yaitu 1.6~2.3 × 108 pasangan basa (base pairs, bp)[2]. Sebagai tanaman model, genom padi telah disekuensing, seperti juga genom manusia. Hasil sekuensing genom padi dapat dilihat di situs NCBI. Perbaikan genetik padi telah berlangsung sejak manusia membudidayakan padi. Dari hasil tindakan ini orang mengenal berbagai macam ras lokal, seperti 'Rajalele' dari Klaten atau 'Pandanwangi' dari Cianjur di Indonesia atau 'Basmati Rice' dari India utara. Orang juga berhasil mengembangkan padi lahan kering (padi gogo) yang tidak memerlukan penggenangan atau padi rawa yang mampu beradaptasi terhadap kedalaman air rawa yang berubah-ubah. Di negara lain dikembangkan pula berbagai tipe padi. Pemuliaan padi secara sistematis baru dilakukan sejak didirikannya IRRI di Filipina sebagai bagian dari gerakan modernisasi pertanian dunia yang dijuluki sebagai Revolusi Hijau. Sejak saat itu muncullah berbagai kultivar padi dengan daya hasil tinggi untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia. Dua kultivar padi modern pertama adalah 'IR5' dan 'IR8' (di Indonesia diadaptasi menjadi 'PB5' dan 'PB8'). Walaupun hasilnya tinggi tetapi banyak petani menolak karena rasanya tidak enak (pera). Selain itu, terjadi wabah hama wereng coklat pada tahun 1970-an. Ribuan persilangan kemudian dirancang untuk menghasilkan kultivar dengan potensi hasil tinggi dan tahan terhadap berbagai hama dan penyakit padi. Pada tahun 1984 pemerintah Indonesia pernah meraih penghargaan dari PBB (FAO) karena berhasil meningkatkan produksi padi hingga dalam waktu 20 tahun dapat berubah dari pengimpor padi terbesar dunia menjadi negara swasembada beras. Prestasi ini tidak dapat dilanjutkan dan baru kembali pulih sejak tahun 2007. Hadirnya bioteknologi dan rekayasa genetika pada tahun 1980-an memungkinkan perbaikan kualitas nasi. Sejumlah tim peneliti di Swiss mengembangkan padi transgenik yang mampu memproduksi toksin bagi hama pemakan bulir padi dengan harapan menurunkan penggunaan pestisida. IRRI, bekerja sama dengan beberapa lembaga lain, merakit "Padi emas" (Golden Rice) yang dapat menghasilkan provitamin A pada berasnya, yang diarahkan bagi pengentasan defisiensi vitamin A di berbagai negara berkembang. Suatu tim peneliti dari Jepang juga mengembangkan padi yang menghasilkan toksin bagi bakteri kolera[3]. Diharapkan beras yang dihasilkan padi ini dapat menjadi alternatif imunisasi kolera, terutama di negara-negara berkembang. Sejak tahun 1970-an telah diusahakan pengembangan padi hibrida, yang memiliki potensi hasil lebih tinggi. Karena biaya pembuatannya tinggi, kultivar jenis ini dijual dengan harga lebih mahal daripada kultivar padi yang dirakit dengan metode lain. Selain perbaikan potensi hasil, sasaran pemuliaan padi mencakup pula tanaman yang lebih tahan terhadap berbagai organisme pengganggu tanaman (OPT) dan tekanan (stres) abiotik (seperti kekeringan, salinitas, dan tanah masam). Pemuliaan yang diarahkan pada peningkatan kualitas nasi juga dilakukan, misalnya dengan perancangan kultivar mengandung karoten (provitamin A). [sunting]Keanekaragaman [sunting]Keanekaragaman genetik Hingga sekarang ada dua spesies padi yang dibudidayakan manusia secara massal: Oryza sativa yang berasal dari Asia dan O. glaberrima yang berasal dari Afrika Barat. Pada awal mulanya O. sativa dianggap terdiri dari dua subspesies, indica dan japonica (sinonim sinica). Padi japonica umumnya berumur panjang, postur tinggi namun mudah rebah, lemmanya memiliki "ekor" atau "bulu" (Ing. awn), bijinya cenderung membulat, dan nasinya lengket. Padi indica, sebaliknya, berumur lebih pendek, postur lebih kecil, lemmanya tidak ber-"bulu" atau hanya pendek saja, dan bulir cenderung oval sampai lonjong. Walaupun kedua anggota subspesies ini dapat saling membuahi, persentase keberhasilannya tidak tinggi. Contoh terkenal dari hasil persilangan ini adalah kultivar 'IR8', yang merupakan hasil seleksi dari persilangan japonica (kultivar 'Deegeowoogen' dari Formosa) dengan indica (kultivar 'Peta' dari Indonesia). Selain kedua varietas ini, dikenal varietas minor javanica yang memiliki sifat antara dari kedua tipe utama di atas. Varietas javanica hanya ditemukan di Pulau Jawa. Kajian dengan bantuan teknik biologi molekular sekarang menunjukkan bahwa selain dua subspesies O. sativa yang utama, indica dan japonica, terdapat pula subspesies minor tetapi bersifat adaptif tempatan, seperti aus (padi gogo dari Bangladesh), royada (padi pasang-surut/rawa dari Bangladesh), ashina (padi pasang-surut dari India), dan aromatic (padi wangi dari Asia Selatan dan Iran, termasuk padi basmati yang terkenal). Pengelompokan ini dilakukan menggunakan penanda RFLP dibantu dengan isozim.[4] Kajian menggunakan penanda genetik SSR terhadap genom inti sel dan dua lokus pada genom kloroplas menunjukkan bahwa pembedaan indica dan japonica adalah mantap, tetapi japonica ternyata terbagi menjadi tiga kelompok khas: temperate japonica ("japonica daerah sejuk" dari Cina, Korea, dan Jepang), tropical japonica ("japonica daerah tropika" dari Nusantara), dan aromatic. Subspesies aus merupakan kelompok yang terpisah.[5] Berdasarkan bukti-bukti evolusi molekular diperkirakan kelompok besar indica dan japonica terpisah sejak ~440.000 tahun yang lalu dari suatu populasi spesies moyang O. rufipogon.[5] Domestikasi padi terjadi di titik tempat yang berbeda terhadap dua kelompok yang sudah terpisah ini. Berdasarkan bukti arkeologi padi mulai dibudidayakan (didomestikasi) 10.000 hingga 5.000 tahun sebelum masehi.[6] [sunting]Keanekaragaman budidaya [sunting]Padi gogo Di beberapa daerah tadah hujan orang mengembangkan padi gogo, suatu tipe padi lahan kering yang relatif toleran tanpa penggenangan seperti di sawah. Di Lombok dikembangkan sistem padi gogo rancah, yang memberikan penggenangan dalam selang waktu tertentu sehingga hasil padi meningkat. [sunting]Padi rawa Padi rawa atau padi pasang surut tumbuh liar atau dibudidayakan di daerah rawa-rawa. Selain di Kalimantan, padi tipe ini ditemukan di lembah Sungai Gangga. Padi rawa mampu membentuk batang yang panjang sehingga dapat mengikuti perubahan kedalaman air yang ekstrem musiman. [sunting]Keanekaragaman tipe beras/nasi Artikel utama untuk bagian ini adalah: Beras [sunting]Padi pera Padi pera adalah padi dengan kadar amilosa pada pati lebih dari 20% pada berasnya. Butiran nasinya jika ditanak tidak saling melekat. Lawan dari padi pera adalah padi pulen. Sebagian besar orang Indonesia menyukai nasi jenis ini dan berbagai jenis beras yang dijual di pasar Indonesia tergolong padi pulen. Penggolongan ini terutama dilihat dari konsistensi nasinya. [sunting]Ketan Ketan (sticky rice), baik yang putih maupun merah/hitam, sudah dikenal sejak dulu. Padi ketan memiliki kadar amilosa di bawah 1% pada pati berasnya. Patinya didominasi oleh amilopektin, sehingga jika ditanak sangat lekat. [sunting]Padi wangi Padi wangi atau harum (aromatic rice) dikembangkan orang di beberapa tempat di Asia, yang terkenal adalah ras 'Cianjur Pandanwangi' (sekarang telah menjadi kultivar unggul) dan 'rajalele'. Kedua kultivar ini adalah varietas javanica yang berumur panjang. Di luar negeri orang mengenal padi biji panjang (long grain), padi biji pendek (short grain), risotto, padi susu umumnya menggunakan metode silsilah. Salah satu tahap terpenting dalam pemuliaan padi adalah dirilisnya kultivar 'IR5' dan 'IR8', yang merupakan padi pertama yang berumur pendek namun berpotensi hasil tinggi. Ini adalah awal revolusi hijau dalam budidaya padi. Berbagai kultivar padi berikutnya umumnya memiliki 'darah' kedua kultivar perintis tadi. [sunting]Aspek budidaya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bercocok tanam padi Teknik budidaya padi telah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sejumlah sistem budidaya diterapkan untuk padi. Budidaya padi sawah (Ing. paddy atau paddy field), diduga dimulai dari daerah lembah Sungai Yangtse di Tiongkok. Budidaya padi lahan kering, dikenal manusia lebih dahulu daripada budidaya padi sawah. Budidaya padi lahan rawa, dilakukan di beberapa tempat di Pulau Kalimantan. Budidaya gogo rancah atau disingkat gora, yang merupakan modifikasi dari budidaya lahan kering. Sistem ini sukses diterapkan di Pulau Lombok, yang hanya memiliki musim hujan singkat. Setiap sistem budidaya memerlukan kultivar yang adaptif untuk masing-masing sistem. Kelompok kultivar padi yang cocok untuk lahan kering dikenal dengan nama padi gogo. Secara ringkas, bercocok tanam padi mencakup persemaian, pemindahan atau penanaman, pemeliharaan (termasuk pengairan, penyiangan, perlindungan tanaman, serta pemupukan), dan panen. Aspek lain yang penting namun bukan termasuk dalam rangkaian bercocok tanam padi adalah pemilihan kultivar, pemrosesan biji dan penyimpanan biji. [sunting]Hama dan penyakit Hama-hama penting Penggerek batang padi putih ("sundep", Scirpophaga innotata) Penggerek batang padi kuning (S. incertulas) Wereng batang punggung putih (Sogatella furcifera) Wereng coklat (Nilaparvata lugens) Wereng hijau (Nephotettix impicticeps) Lembing hijau (Nezara viridula) Walang sangit (Leptocorisa oratorius) Ganjur (Pachydiplosis oryzae) Lalat bibit (Arterigona exigua) Ulat tentara/Ulat grayak (Spodoptera litura dan S. exigua) Tikus sawah (Rattus argentiventer) Penyakit-penyakit penting blas (Pyricularia oryzae, P. grisea) hawar daun bakteri ("kresek", Xanthomonas oryzae pv. oryzae) [sunting]Pengolahan gabah menjadi nasi Setelah padi dipanen, bulir padi atau gabah dipisahkan dari jerami padi. Pemisahan dilakukan dengan memukulkan seikat padi sehingga gabah terlepas atau dengan bantuan mesin pemisah gabah. Gabah yang terlepas lalu dikumpulkan dan dijemur. Pada zaman dulu, gabah tidak dipisahkan lebih dulu dari jerami, dan dijemur bersama dengan merangnya. Penjemuran biasanya memakan waktu tiga sampai tujuh hari, tergantung kecerahan penyinaran matahari. Penggunaan mesin pengering jarang dilakukan. Istilah "Gabah Kering Giling" (GKG) mengacu pada gabah yang telah dikeringkan dan siap untuk digiling. (Lihat pranala luar). Gabah merupakan bentuk penjualan produk padi untuk keperluan ekspor atau perdagangan partai besar. Gabah yang telah kering disimpan atau langsung ditumbuk/digiling, sehingga beras terpisah dari sekam (kulit gabah). Beras merupakan bentuk olahan yang dijual pada tingkat konsumen. Hasil sampingan yang diperoleh dari pemisahan ini adalah: sekam (atau merang), yang dapat digunakan sebagai bahan bakar bekatul, yakni serbuk kulit ari beras; digunakan sebagai bahan makanan ternak, dan dedak, campuran bekatul kasar dengan serpihan sekam yang kecil-kecil; untuk makanan ternak. Beras dapat dikukus atau ditim agar menjadi nasi yang siap dimakan. Beras atau ketan yang ditim dengan air berlebih akan menjadi bubur. Pengukusan beras dapat juga dilakukan dengan pembungkus, misalnya dengan anyaman daun kelapa muda menjadi ketupat, dengan daun pisang menjadi lontong, atau dengan bumbung bambu yang disebut lemang (biasanya dengan santan). Beras juga dapat diolah menjadi minuman penyegar (beras kencur) atau obat balur untuk mengurangi rasa pegal (param). [sunting]Produksi padi dan perdagangan dunia Bagian ini memerlukan aktualisasi Negara produsen padi terkemuka adalah Republik Rakyat Cina (31% dari total produksi dunia), India (20%), dan Indonesia (9%). Namun hanya sebagian kecil produksi padi dunia yang diperdagangkan antar negara (hanya 5%-6% dari total produksi dunia). Thailand merupakan pengekspor padi utama (26% dari total padi yang diperdagangkan di dunia) diikuti Vietnam (15%) dan Amerika Serikat (11%). Indonesia merupakan pengimpor padi terbesar dunia (14% dari padi yang diperdagangkan di dunia) diikuti Bangladesh (4%), dan Brasil (3%).Produksi padi Indonesia pada 2006 adalah 54 juta ton , kemudian tahun 2007 adalah 57 juta ton (angka ramalan III), meleset dari target semula yang 60 juta ton akibat terjadinya kekeringan yang disebabkan gejala ENSO. Produsen padi terbesar — 2005 (juta metrik ton) Republik Rakyat Cina 185 India 129 Indonesia 54 Bangladesh 40 Vietnam 36 Thailand 27 Myanmar 25 Pakistan 18 Filipina 15 Brasil 13 Jepang 11 Total Dunia 700 Sumber: Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO)[1] [sunting]Aspek budaya dan bahasa Padi merupakan bagian penting dalam budaya masyarakat Asia Tenggara dan Asia Timur. Masyarakat setempat mengenal filosofi ilmu padi. Sejumlah peribahasa juga melibatkan padi, misalnya Padi ditanam tumbuh lalang Padi masak, jagung mengupih Bagai ayam mati di lumbung padi

PEPAYA AL-QORYAH

PEPAYA AL-QORYAH
Pepaya/Gandul/Gedang/Kates/Carica Papaya L."Carica" beralih ke halaman ini. Untuk jenis buah-buahan yang biasa disebut karika atau "carica", lihat pepaya gunung. ?Pepaya Papaya tree and fruit, from Koehler's Medicinal-Plants (1887) Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae (tidak termasuk) Eudicots (tidak termasuk) Rosids Ordo: Brassicales Famili: Caricaceae Genus: Carica Spesies: C. papaya Nama binomial Carica papaya L. Buah pepaya betina Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C. papaya adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak, "papaya". Dalam bahasa Jawa pepaya disebut "katès" dan dalam bahasa Sunda "gedang".Kegunaan Pepaya jantan dengan bunga. Buah pepaya dimakan dagingnya, baik ketika muda maupun masak. Daging buah muda dimasak sebagai sayuran (dioseng-oseng). Daging buah masak dimakan segar atau sebagai campuran koktail buah. Pepaya dimanfaatkan pula daunnya sebagai sayuran dan pelunak daging. Daun pepaya muda dimakan sebagai lalap (setelah dilayukan dengan air panas) atau dijadikan pembungkus buntil. Oleh orang Manado, bunga pepaya yang diurap menjadi sayuran yang biasa dimakan. Getah pepaya (dapat ditemukan di batang, daun, dan buah) mengandung enzim papain, semacam protease, yang dapat melunakkan daging dan mengubah konformasi protein lainnya. Papain telah diproduksi secara massal dan menjadi komoditas dagang. Daun pepaya juga berkhasiat obat dan perasannya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menambah nafsu makan. [sunting]Pemerian Pohon pepaya umumnya tidak bercabang atau bercabang sedikit, tumbuh hingga setinggi 5-10 m dengan daun-daunan yang membentuk serupa spiral pada batang pohon bagian atas. Daunnya menyirip lima dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah. Bentuknya dapat bercangap ataupun tidak. Pepaya kultivar biasanya bercangap dalam. Pepaya adalah monodioecious' (berumah tunggal sekaligus berumah dua) dengan tiga kelamin: tumbuhan jantan, betina, dan banci (hermafrodit). Tumbuhan jantan dikenal sebagai "pepaya gantung", yang walaupun jantan kadang-kadang dapat menghasilkan buah pula secara "partenogenesis". Buah ini mandul (tidak menghasilkan biji subur), dan dijadikan bahan obat tradisional. Bunga pepaya memiliki mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan tangkai atau duduk pada batang. Bunga jantan pada tumbuhan jantan tumbuh pada tangkai panjang. Bunga biasanya ditemukan pada daerah sekitar pucuk. Bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing. Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Bentuk buah membulat bila berasal dari tanaman betina dan memanjang (oval) bila dihasilkan tanaman banci. Tanaman banci lebih disukai dalam budidaya karena dapat menghasilkan buah lebih banyak dan buahnya lebih besar. Daging buah berasal dari karpela yang menebal, berwarna kuning hingga merah, tergantung varietasnya. Bagian tengah buah berongga. Biji-biji berwarna hitam atau kehitaman dan terbungkus semacam lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari kekeringan. Dalam budidaya, biji-biji untuk ditanam kembali diambil dari bagian tengah buah. Kelamin jantan pepaya ditentukan oleh suatu kromosom Y-primitif, yang 10% dari keseluruhan panjangnya tidak mengalami rekombinasi. [1] Suatu penanda genetik RAPD juga telah ditemukan untuk membedakan pepaya berkelamin betina dari pepaya jantan atau banci.[2] [sunting]Kultivar pepaya Kultivar pepaya bermacam-macam karena berbeda-beda pemanfaatan dan selera konsumen. Pepaya bangkok Pepaya bangkok diintroduksi dari Thailand. Permukaan buahnya tidak rata dan kulit luarnya relatif tipis, sehingga sulit dikupas. Kelebihannya, dagingnya manis dan berair. Buahnya berukuran besar. Pepaya Solo F1 Ini adalah pepaya kultivar hibrida unggul dari Hawaii. Buahnya kecil-kecil dan disukai oleh konsumen barat. Selain itu terdapat pula pepaya hias yang warna daun atau tangkai daunnya ungu. Pepaya ini ditanam lebih untuk penampilannya dalam memperindah taman. Di Dataran Tinggi Dieng dikenal produk mirip pepaya yang dikemas dan disebut "carica". Jenis ini menyukai daerah dingin untuk produksi buah secara optimal. [sunting]Manfaat pepaya Manfaat buah pepaya: mencegah kanker.[3]

Itik Kampoeng Wisata Agro Padaherang

Itik Kampoeng Wisata Agro Padaherang
itik / bebek. Itik ialah nama biasa untuk spesies daripada famili Anatidae dan kelas burung. Itik kebiasaannya ialah burung akuatik, lebih kecil daripada saudaranya iaitu swan dan angsa, dan boleh ditemui di air tawar dan laut. Itik dipelihara untuk daging atau telurnya. Di Malaysia, negeri utama pengeluar telur itik ialah Kedah, Perlis dan Pulau Pinang. Kebanyakan itik mempunyai paruh yang rata dan lebar untuk menyudu. Itik makan pelbagai jenis makanan seperti rumput, tumbuhan akuatik, ikan, serangga, amfibia kecil, cacing dan moluska kecil.

Sapi Kampoeng Wisata Agro Padaherang

Sapi Kampoeng Wisata Agro Padaherang
Sapi Potong. Sapi ternak adalah hewan ternak anggota familia Bovidae dan subfamilia Bovinae. Sapi dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan dagingnya sebagai bahan pangan. Hasil sampingan, seperti kulit, jeroan, dan tanduknya juga kemudian dimanfaatkan. Di sejumlah tempat, sapi juga dipakai untuk membantu bercocok tanam, seperti menarik gerobak atau bajak. Sapi ternak saat ini merupakan keturunan dari jenis liar yang dikenal sebagai Auerochse atau Urochse (bahasa Jerman berarti "sapi kuno", nama ilmiah: Bos primigenius[1]), yang sudah punah di Eropa sejak 1627. Sapi ternak meski banyak jenisnya tetapi umumnya digolongkan menjadi satu spesies saja. Perlu diketahui pula bahwa sapi bali yang diternakkan di Indonesia berbeda jenis dengan sapi ternak yang dimaksud dalam artikel ini.

GAPURA KAMPOENG WISATA AGRO

GAPURA KAMPOENG WISATA AGRO
Gapura pintu masuk ke lokasi Kampoeng Wisata Agro Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kab. Pangandaran

Kampoeng Wisata Agro Padaherang

Kampoeng Wisata Agro Padaherang Sebagai Media Komunikasi SI KEPIS Sistem Integrasi Kakao (+Kelapa, +Kambing) Entog, Padi, Itik, Sapi.

Cintanduy River Park Kampoeng Wisata Agro KWA SIKEPIS Paledah Padaherang

KAMPOENG WISATA AGRO SI KEPIS

PEMBIBITAN TANAMAN

Peternakan Sapi DOKASA Farm

Peternakan Domba&Kambing DOKASA Farm

MoU Jual Beli Ternak Sapi Gapoktan BMS Padaherang Dengan Bumi Peternakan Wahyu Utama Tuban Jatim

Hari Krida Pertanian HKP Ke 40 di Kec. Purwadadi Kab. Ciamis 2012

HKP Ke 40 Jawa Barat di Garut 2012

Mahasiswa/i Jurusan Administrasi Bisnis STISIP Banjar

NASIB TKI, DI KAMPUNG BANYAK LAPANGAN KERJA KENAPA JADI TKI..?

Pengesahan UU DOB Pangandaran

Ponpes Petani Nusantara by Warino Sikepis. Tema Tanda Air. Diberdayakan oleh Blogger.