Selasa, 14 Agustus 2018

FILOSOFI GAMELAN, SANGGAR SENI LINTANG TRENGGONO SIKEPIS



Macam-Macam Instrumen Gamelan dan Filosofinya
Negara yang maju adalah negara yang dapat menghargai kebudayaannya sendiri. Namun pada kenyataannya hal ini sudah sangat sulit ditemui, karena apresiasi masyarakat sekarang terhadap budaya semakin minim. Hal ini terbukti dari hanya sedikit masyarakat yang bisa memainkan alat musik tradisional, khususnya Gamelan. Sebuah perpaduan alat musik yang sarat akan makna serta dilatari dengan berbagai filosofi. Contohnya saja, gamelan yang berbunyi nang, ning, nung, neng, gong.
Nang artinya menang, Ning artinya wening atau berfikir, Nung artinya ndunung atau berdo’a, Neng artinya meneng atau diam, dan Nong artinya Plong. Sedangkan dari namanya Gamelan, juga memiliki arti tersendiri dari setiap hurufnya. 
G (Gusti), 
A (Allah), 
M (Maringi), 
E (Emut-ingat), 
L (Lakono), 
A (Ajaran), 
N (Nabi)
Kata GAMELAN sendiri berasal dari bahwa Jawa "gamel" yang berarti memukul/ menabuh, diikuti akhiran "an" yang menjadikannya sebagai kata benda. Sedangkan istilah gamelan mempunyai arti satu kesatuan alat musik yang dimainkan bersama.

1. Bonang Panembung dan bonang Penerus
Bonang dari kata babon dan menang. Yang mengandung arti bahwa kemenangan sejati adalah melawan hawa nafsu pada diri kita. Kendalikanlah diri kita, jangan mudah terpancing dan gampang menuruti hawa nafsu. Karena sejatinya pemenang adalah orang yang mampu mengontrol hawa nafsu.

Panembung : yang berarti meminta. Bahwa bila kita menginginkan / meminta sesuatu hanya kepada Allah. Mintalah hanya kepadaNya. Jangan pernah meminta sesuatu selain kepada Allah. Jangan pernah menyekutukan Allah.
Penerus : artinya adalah anak keturunan. Ini mengandung makna bahwa ajaran dan dakwah Islam wajib diteruskan oleh keturunan kita.
2. Kethuk
Kerhuk merupakan instrumen gamelan yang berbunyi thuk saat ditabuh. Kata thuk ini bagi orang jawa diartikan sebagai manthuk yang artinya setuju, yang dimaksudkan agar manusia haruslah setuju dengan semua perintah dan larangan sang pencipta.

3. Kendhang
Kendang merupakan alat gamelan yang terbuat dari kayu nangka. Panjang kendang 85 cm dan garis tengah 16-20cm. Kendang ini merupakan pimpinan dalam permainan musik gamelan, kendhang juga mengendalikan irama cepat atau lambat dalam permainan gamelan. Kata kendang diambil dari bunyi alat musik ini saat dimainkan yaitu berbunyi dang. Adapun filosofi dari ndang merupakan kata kerja yang memiliki arti bersegeralah dalam beribadah kepada sang maha pencipta.

Kendhang : berasal dari kata kendhali dan padang. Yang artinya adalah keinginan harus dikendalikan dengan pikiran dan hati yang bersih. Setiap kita mempunyai keinginan lakukanlah dengan pikiran yang jernih, penuh kepositifan. Diimbangi dengan hati yang bersih, dengan tujuan bahwa keinginan ini akan membawa kebaikan bagi orang banyak.
4. Kempul
Kempul merupakan salah satu instrumen gamelan, yang mirip dengan gong, hanya saja ukurannya lebih kecil. Biasanya kempul ini ditabuh beberapa kali yang kemudian disusul dengan tabuhan gong. Dalam bahasa jawa, kempul diartikan kumpul, kata ini merupakan kata ajakan untuk berjama’ah dalam beribadah.
5. Saron
Saron terbuat dari bahan besi, kayu, karet, dan paku dengan bentuk seperti lesung kecil. Saron ini memiliki lima macam berdasarkan oktafnya. Kata saron ini dalam bahasa jawa dinamakan sero yang artinya keras.

Saron : artinya adalah seru atau keras. Segala usaha dalam da'wah dalam islam harus dilakukan dengan kerja keras dan pantang putus asa.
6. Gender
Gender berasal dari kata gendera yang berarti bendera, bendera juga merupakan simbol permulaan. Gender ini dimainkan mendahului alaty-alat musiok lainnya
7. Rebab
Rebab merupakan salah satu alat gamelan yang dibunyikan terlebih dahulu jika gender tidak ada. Adapun makna filosofis dari rebab ini adalah tujuan atau keinginan dari suatu tindakan.
8. Gambang
Gambang : artinya adalah gamblang atau jelas. Mengandung makna bahwa dakwah yang diberikan harus jelas, sehingga maksud dan pesannya tersampaikan dengan sangat jelas, gamblang dan bisa dimengerti. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi akan kesalahpahaman dalam penerimaannya.

Kata gamblang yang berarti seimbang dan jelas, yang menunjukan adanya keseimbangan antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
9. Suling
Suling : berasal dari kata nafsu dan eling. Artinya adalah kita harus selalu ingat ( eling ) kepada Allah untuk mengendalikan nafsu kita.

Suling merupakan salah satu intrumen musik gamelan yang terbuat dari bambu, adapun cara merm,ainkan alat musik ini dengan cara ditiup hingga mengeluarkan bunyi. Dalam bahasa jawa, filosofis suling yaitu eling yang artinya ingat, makshudnya agar manusia selalu ingat akan kewajibannya.
10. Siter
Siter merupakan merupakan alat gamelan yang berasal dari kata siteran. Siter ini merupakan alat musik petik

11. Gong
Gong merupakan alat gamelan yang paling jelas suaranya saat dibunyikan karena ukurannya sangat besar. Yang berbunyi gong…ng…ng.

Gong : yang berarti agung / besar. Mengandung makna bahwa Allah itu maha besar. Segala sesuatu bisa terjadi bila ada ijin dari Allah. Kejadian-kejadian itu adalah untuk mengingatkan kita akan Kebesaran Kuasa Allah.
CARA MEMBUNYIKAN GAMELAN: 
1. Digebuk Contoh: Bedhuk, Kendang 
2. Dipukul Contoh : Gender, gambang, kemanak, kecer, saron, 
bonang, kenong, kempul, gong. 
3. Digesek : Contoh : Rebab 
4. Dipetik Contoh : Celempung dan sitter 
5. Ditiup Contoh : Suling.

FILOSOFI BUNYI GAMELAN dari : 
Kempul atau Kenong dan Bonang yang menimbulkan bunyi; Neng, Ning, Nung, Nang. 
NENG (meNENG, diam), 
NING (weNING, berfikir) 
NUNG (ndhuNUNG, berdo'a ), 
NANG (meNANG, Kemenangan) 
NONG (Tuhan).

Di antaranya dengan laku prihatin untuk meraih kemenangan melalui empat tahapan yang harus dilaksanakan secara tuntas. Empat tahapan tersebut dikiaskan ke dalam nada suara salah instrumen Gamelan Jawa yang dinamakan Kempul atau Kenong dan Bonang yang menimbulkan bunyi; Neng, Ning, Nung, Nang.
1. Neng; artinya jumeneng(berdiri), sadar atau bangun untuk melakukan tirakat, semedi, maladihening, atau mesu budi. Konsentrasi untuk membangkitkan kesadaran batin, serta mematikan kesadaran jasad sebagai upaya menangkap dan menyelaraskan diri dalam frekuensi gelombang Tuhan.
2. Ning; artinya dalam jumeneng kita mengheningkan daya cipta (akal-budi) agar menyambung dengan daya rasa- sejati yang menjadi sumber cahaya nan suci. Tersambungnya antara cipta dengan rahsa akan membangun keadaan yang wening. Dalam keadaan "mati raga" kita menciptakan keadaan batin (hawa/jiwa/nafs) yang hening, khusuk, bagai di alam "awang-uwung" namun jiwa tetap terjaga dalam kesadaran batiniah. Sehingga kita dapat menangkap sinyal gaib dari sukma sejati.
3. Nung; artinya kesinungan. Bagi siapapun yang melakukan Neng, lalu berhasil menciptakan Ning, maka akan kesinungan (terpilih dan dipilih) untuk mendapatkan anu gerah agung dari Tuhan Yang Mahasuci. Dalam Nung yang sejati, akan datang cahaya Hyang Mahasuci melalui rahsa lalu ditangkap roh atau sukma sejati, diteruskan kepada jiwa, untuk diolah oleh jasad yang suci menjadi manifestasi perilaku utama (lakutama). Perilakunya selalu konstruktif dan hidupnya selalu bermanfaat untuk orang banyak.
4. Nang; artinya menang; orang yang terpilih dan dipilih (kesinungan), akan selalu terjaga amal perbuatan baiknya. sehingga amal perbuatan baik yang tak terhitung lagi akan menjadi benteng untuk diri sendiri. Ini merupakan buah kemenangan dalam laku prihatin. Kemenangan yang berupa anugrah, kenikmatan, dalam segala bentuknya serta meraih kehidupan sejati, kehidupan yang dapat memberi manfaat (rahmat) untuk seluruh makhluk serta alam semesta. Seseorang akan meraih kehidupan sejati, selalu kecukupan, tentram lahir batin, tak bisa dicelakai orang lain, serta selalu menemukan keberuntungan dalam hidup (meraih ngelmu beja).
Neng adalah Syariatnya, 
Ning adalah Tarekatnya, 
Nung adalah Hakekatnya, 
Nang adalah Makrifatnya.

MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA ROBBAHU Barang siapa mengenal nafs (diri)nya, maka dia mengenal Tuhan nya.
WA MAN AROFA ROBBAHU FAQOD JAHILAN NAFSAHU Barang siapa mengenal Tuhannya maka dia merasa bodoh.
MAN TOLABAL MAOLANA BIGOERI NAFSI FAQODDOLA DOLALAN BAIDA Barang siapa yang mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri maka dia akan tersesat semakin jauh.
IQRO KITAB BAQO KAFA BINAFSIKA AL YAOMA ALAIKA HASBI Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam diri kalian sendiri.
ALLAHU BATHINUL INSAN, AL INSANU DHOHIRULLAAH : Allah itu bathinnya manusia, manusia adalah dhohirnya (kenyataannya) Allah.
AL INSANU SIRI WA ANA SIRUHU : Rahasia kalian adalah rahasia-Ku.
LAA YARIFALLAAHU GHOIRULLAH : Yang mengenal Allah hanya Allah.
AROFTU ROBBI BI ROBBI : Aku mengenal Tuhan melalui Tuhan.
MAA AROFNAKA HAQQO MA'RIFATAKA


TATA CARA MEMAINKAN GAMELAN : 

1.Dalam memainkan gamelan kita harus mempelajari unsur-unsur yang menunjang, seperti aturan main, tata susila, rasa kebersamaan dan kepekaan emosional.
2.Dilakukan dengan sikap yang baik dan duduk bersila. 
3.Masuk areal gamelan tidak boleh melangkai alat gamelan.

MACAM-MACAM INSTRUMENT GAMELAN: 
1. Bonang barung dan bonang penerus:

Ricikan yang berbentuk pencon yang diletakkan diatas rancakan dengan susunan 2 deret yaitu bagian atas disebut brunjung dan bagian bawah disebut dhempok. Terdiri dari 2 rancak. 1 rancak untuk laras slendro yang berisi 10/ 12 pencon, dan laras pelok berisi 14 pencon.
2. Wilahan (terdiri dari): 

• Saron 1 dan 2
• Demung 
• Slentem
• Peking
Wilahan berbentuk pipih terletak diatas rancakan yang terbuat dari kayu, ada 2 rancak, 1 rancak untuk laras slendro, dan 1 rancak untuk laras pelog
3. Kempul 

Kempul menandai aksen-aksen penting dalam kalimat lagu/ gending untuk menegaskan ketukan
4. Gong ( Gong gede dan gong suwukan )

Gong menandai permulaan dan akhiran gending dan memberikan rasa keseimbangan setelah berlalunya kalimat lagu.
5. Gambang 

Gambang ada3 rancak dengan bilah yang di buat dari kayu, 1 reancak untuk slendro, 2 rancak untuk pelok, masing-masing rancak terdiri dari 21 bilah mulai dari nada 5 sampai dengan nada 5.
6. Gender ( Gender barung dan gender penerus )

Bentuk bilah menggunakan tabung atau bumbungan yang di buat dari bamboo. 
Sebagai resonator. Gender barung berisi 14 bilah, gender penerus 14 bilah.
7. Kethok kenong 

Dalam memberi batasan sturktur suatu gending, kenong adalah instrument kedua yang peling penting setelah gongdan menuntun alur l
8. Celempung 

Celempung instrument kawat petik. Kawatnya terdiri dari 13 pasang ditegakkan antara paku atas dan bawah, ada 3 buah satu untuk laras slendro dan 2 untuk laras pelok
9. Kemanak

Bentuknya seperti buah pisang, untuk mengiringi tari buidaya dan srimpi
10. Khendang

Kendhang dimainkan dengan jari dan telapak tangan, Kendhang yang menentukan irama dan tempo, (menjaga keajekan tempo, menuntun peralihan cepat atau lambat, menghentikan irama gamelan). Macam kendhang. ( ada kendang gede, kendang wayangan, kendshang ciblon, dan ketipung).
11. Rebab 

Rebab berbentuk biola. Nabuhnya dengan cara digesek
12. suling

(Terbuat dari Bambu yang di lubangi ) 
13. sitter 

Sliter instrument kawat petik yang terdiri dari 13 pasang, (alat ini lebih kecil dari celempung) 


PERAN RICIKAN / INSTRUMENT GAMELAN:

Masing-masing instrument mempunyai perbedaan bantuk, peran dan fungsi. Untuk menyatukan hal tersebut, ada pembagian tugas dari masing-masing instrument, yaitu : 
• Pamurba wirama
Bertugas untuk menguasai irama dalam sajian, menentukan tempo dan volume serta menghentikan gendhing. Instrument kendhang.
• Pamurba lagu :
Bertugas penetu dan penuntun lagu, menunjukan nafas, jiwa, dan karakter gendhing yang disajikan. Instrument Rebab, gender, bonang.
• Pamangku wirama
Bertugas menjaga irama, mempertegas tempo yang telah adea. Instrument Kethuk,kenong,kempyang,kempul dan gong
• Pamangku lagu
Bertugas memjalankan lagu yang sudah ada, serta mempertegas melodi. Instrument Gender,Saron, demung dan peking.
• Pangrengga lagu
Bertugas mengisi lagu. Instrument Gender penerus, suling, celempung dan sitter.


Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamelyang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau JawaMaduraBali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.

Kemunculan gamelan didahului dengan budaya Hindu-Budha yang mendominasi Indonesia pada awal masa pencatatan sejarah, yang juga mewakili seni asli indonesia. Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya sampai seperti sekarang ini pada zaman Kerajaan Majapahit. Dalam perbedaannya dengan musik India, satu-satunya dampak ke-India-an dalam musik gamelan adalah bagaimana cara menyanikannya. Dalam mitologi Jawa, gamelan dicipatakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka, dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). Sang Hyang Guru pertama-tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. Untuk pesan yang lebih spesifik kemudian menciptakan dua gong, lalu akhirnya terbentuk set gamelan.
Gambaran tentang alat musik ensembel pertama ditemukan di Candi BorobudurMagelang Jawa Tengah, yang telah berdiri sejak abad ke-8. Alat musik semisal suling bambu, lonceng, kendhang dalam berbagai ukuran, kecapi, alat musik berdawai yang digesek dan dipetik, ditemukan dalam relieftersebut. Namun, sedikit ditemukan elemen alat musik logamnya. Bagaimanapun, relief tentang alat musik tersebut dikatakan sebagai asal mula gamelan.
Penalaan dan pembuatan orkes gamelan adalah suatu proses yang kompleks. Gamelan menggunakan empat cara penalaan, yaitu sléndropélog, "Degung" (khusus daerah Sunda, atau Jawa Barat), dan "madenda" (juga dikenal sebagai diatonis, sama seperti skala minor asli yang banyak dipakai di Eropa.
Musik Gamelan merupakan gabungan pengaruh seni luar negeri yang beraneka ragam. Kaitan not nada dari Cina, instrumen musik dari Asia Tenggara, drum band dan gerakkan musik dari India, bowed string dari daerah Timur Tengah, bahkan style militer Eropa yang kita dengar pada musik tradisional Jawa dan Bali sekarang ini.
Interaksi komponen yang sarat dengan melodi, irama dan warna suara mempertahankan kejayaan musik orkes gamelan Bali. Pilar-pilar musik ini menyatukan berbagai karakter komunitas pedesaan Bali yang menjadi tatanan musik khas yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Sléndro atau kadangkala dieja sebagai saléndro adalah satu di antara dua skala dari gamelan musik. Skala ini lebih mudah untuk mengerti daripada pelog, skala yang lain, karena adalah secara mendasar hanya lima nada dekat yang berjarak hampir sama dalam satu oktaf.
Oleh karena itu mempunyai interval sempurna keempat yang lebih sempit, sekitar 480 sen, berbeda dengan interval pelog yang lebih lebar.
Tangga nada slendro biasa disebut dengan

NomorAngka JawaNama Tradisional
Nama penuhNama pendekNama penuhMakna harfiah
1sijijipanunggalkepala
2lororogululeher
3teluludadadada
5limamalimatangan (lima jari)
6enamnamenamtidak diketahui

Asal mula skala slendro tidak jelas. Akan tetapi istilah slendro berasal dari nama Sailendra, wangsa penguasa Kerajaan Medang dan Sriwijaya. Skala Slendro diduga dibawa ke Sriwijaya oleh pendeta Buddha Mahayana dari Gandhara di India, melalui Nalanda dan Sriwijaya, dari sana berkembang ke Jawa dan Bali.[

Pelog adalah satu dari dua skala (tangga nada) yang esensial dipakai dalam musik gamelan asli dari Bali dan Jawa di Indonesia. Skala lainnya adalah slendro. Skala pelog dapat dibuat dengan cara merangkaikan interval sempurna keempat dengan interval yang cukup lebar, sekitar 515 sampai 535 sen. Interval ini berada pada jarak yang ekstrem yang dapat didengar sebagai interval keempat.
Skala pelog yang penuh terdiri dari tujuh nada yang berbeda (suatu tumpukan dari 6 buah interval keempat), tetapi biasanya suatu komposisi akan ditulis dalam 5 nada. Ketujuh nada dalam skala pelog disebut "barang", "dada", "nem", "gulu", "lima", "bem", dan "pelog".
Nada dalam skala dengan dua interval yang berbeda, dilambangkan dengan L dan S, adalah: gulu-S-dada-L-pelog-S-lima-S-nem-S-barang-L-bem-S-gulu. Dalam hal ini, S adalah sekitar 110-150 sen dan L adalah sekitar 250-300 sen.

Instrumen dan vokal yang digunakan pada gamelan Jawa Instrumen colotomik
Kempyang • Ketuk • Kempul • Kenong • Gong
Instrumen balungan
Instrumen panerusan
Bonang • Gendér • Gambang • Siter • Celempung • Suling • Rebab
Instrumen unpitched
Kendang • Bedug • Kecer • Kemanak • Kepyak
Vokal dan tepukan
Gerong • Pesindhen • Alok • Senggakan • Keplok
terimakasih atas respon anda. admin

LATIHAN GENDINGAN SANGGAR SENI LINTANG TRENGGONO SIKEPIS

Malam Selasa & Malam Ahad... Ayooo Latihan Gendingan Melestarikan Seni Budaya Nusantara Warisan Leluhur Di Sanggar Seni Lintang Trenggono Sikepis Pimpinan Kian Verdi, Pembina Azzalia Azza & Izhma Kadus Cibadak Pengasuh Pondok Pesantren Petani Nusantara, Dsn Cibadak, Desa Paledah, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran, Prov. Jabar.



terimakasih atas respon anda. admin

WARUNG TANI NUSANTARA WTN


ORIGINAL / ASLI DARI PETANI DESA, BUKAN COPY PASTE :
"PONDOK PESANTREN PETANI NUSANTARA" & "WARUNG TANI NUSANTARA" (WTN).


#PENGERTIAN WARUNG TANI NUSANTARA ( WTN ) :
• Lembaga Ekonomi Masyarakat Petani Indonesia (LEMPINDO), Waroeng Tani Nusantara (WTN), adalah Lembaga ekonomi petani desa yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat petani desa dengan menghimpun dan mendayagunakan seluruh potensi sumber daya yang tersedia di desa untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya.
• Lembaga Ekonomi Masyarakat Petani Indonesia (LEMPINDO), Waroeng Tani Nusantara (WTN), juga bermakna sebagai perekat seluruh masyarakat desa untuk meningkatkan kesejahteraan.
#Lambang
Lambang Lembaga Ekonomi Masyarakat Petani Indonesia (LEMPINDO), Waroeng Tani Nusantara (WTN), :
@– Gambar rumah melambangkan rumah idaman masyarakat Petani Desa;
@– Warna Hijau melambangkan Kemakmuran kebesaran, cinta dan kasih sayang
@– Gambar 10 orang petani melambangkan :
1. Perlunya kepemimpinan dan keteladanan
2. Persatuan dari Petani, Wanita Tani, Pemuda Tani,
Remaja Tani;
3. Angka 10 adalah simbol nilai tertinggi sebuah
keberuntungan dan kejayaan
@– Tulisan Warung Tani Nusantara menjadi Wadah Ekonomi seluruh warga petani desa yang mampu mensinergiskan seluruh program pembangunan ditingkat desa menuju kesejahteraan
#Azas
Lembaga Ekonomi Masyarakat Petani Indonesia (LEMPINDO), Waroeng Tani Nusantara (WTN), berazaskan Pancasila dan UUD 1945 dan Perubahannya
#Prinsip
Prinsip Lembaga Ekonomi Masyarakat Petani Indonesia (LEMPINDO), Waroeng Tani Nusantara (WTN), adalah
#Partisipatif;
#Demokratis;
#Transparansi; dan
#Akuntabel.
#Sifat dan #Jiwa
Lembaga Ekonomi Masyarakat Petani Indonesia (LEMPINDO), Waroeng Tani Nusantara (WTN), bersifat #Independen dan berjiwa #Koperasi
#Maksud Pendirian
Pendirian Lembaga Ekonomi Masyarakat Petani Indonesia (LEMPINDO), Waroeng Tani Nusantara (WTN), adalah sebagai wadah untuk mensukseskan program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Petani ditingkat desa dengan Membangun sistem perekonomian yang #Tangguh#Berdaya saing dan #Berkelanjutan
#Tujuan
Mewujudkan masyarakat petani desa yang sejahtera, adil dan makmur.
#Pendirian
Lembaga Ekonomi Masyarakat Petani Indonesia (LEMPINDO), Waroeng Tani Nusantara (WTN), didirikan mulai tahun 2010 melalui rapat anggota yang difasilitasi oleh TIM Fasilitator Lembaga Ekonomi Masyarakat Petani Indonesia (LEMPINDO), Waroeng Tani Nusantara (WTN),.
#Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
Lembaga Ekonomi Masyarakat Petani Indonesia (LEMPINDO), Waroeng Tani Nusantara (WTN), memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang ditetapkan dan disahkan melalui rapat anggota serta memiliki Badan Hukum sebagai dasar hukum lembaga.
#Keanggotaan
Anggota Lembaga Ekonomi Masyarakat Petani Indonesia (LEMPINDO), Waroeng Tani Nusantara (WTN), adalah seluruh warga desa
#Struktur Organisasi
• Struktur Organisasi Lembaga Ekonomi Masyarakat Petani Indonesia (LEMPINDO), Waroeng Tani Nusantara (WTN), dipimpin oleh seorang ketua, dibantu sekrertaris dan bendahara serta dua orang staf
• Ditingkat dusun dibentuk kepengurusan yang diketuai oleh Kepala Dusun dan dibantu oleh sekretaris dan bendahara untuk membantu tugas – tugas pendataan perencanaan dan kegiatan sosial kemasyarakatan didusun masing – masing
• Untuk pengelola Unit – unit usaha ditunjuk seorang atau lebih pengelola yang diangkat dan bertanggung jawab kepada Ketua Lembaga Ekonomi Masyarakat Petani Indonesia (LEMPINDO), Waroeng Tani Nusantara (WTN),.
#Pengurus
Pengurus Lembaga Ekonomi Masyarakat Petani Indonesia (LEMPINDO), Waroeng Tani Nusantara (WTN), berasal dari Warga desa terbaik yang dipilih secara obyektif, langsung dan demokratis melalui rapat anggota
#Permodalan
Permodalan Lembaga Ekonomi Masyarakat Petani Indonesia (LEMPINDO), Waroeng Tani Nusantara (WTN), dihimpun dari simpanan anggota secara swadaya dan dukungan / bantuan dari pemerintah atau swasta yang sifatnya tidak mengikat.
#Peranan :
Keberadaan Lembaga Ekonomi Masyarakat Petani Indonesia (LEMPINDO), Waroeng Tani Nusantara (WTN), adalah untuk membantu pemerintah desa dalam melaksanakan tugas – tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang memiliki peranan sebagai berikut :
@– Wadah pembinaan dan pengembangan SDM
@– menyediakan data dan bahan perencanaan
@– Membantu terwujudnya keterpaduan program
pembangunan ditingkat desa
@– Meningkatkan akses masyarakat terhadap sumberdaya
lahan, modal, teknologi informasi dan pasar
@– Mengembangkan kemandirian kelembagaan masyarakat
@– Mengintegrasikan program pembangunan ditingkat desa
@– Menyelenggarakan kegiatan Agribisnis yang berbasis
sumberdaya lokal antara lain:
#Pengolahan hasil bumi,
#Pengadaan barang dan #jasa,
#Sarana produksi pertanian,
#IndustriAgro,
#Perdagangan dan
#simpan pinjam.
@– Sebagai outlet perbankan dan penjamin
@– Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,
penanggulangan bencana/alam dan kelestarian
lingkungan hidup.
#Motto :
#Menanam_Hari_Ini_Untuk_Seratus_Tahun_Kedepan









terimakasih atas respon anda. admin

Selasa, 17 Juli 2018

DASA USAHA TANI

https://www.youtube.com/watch?v=fR-lkDjY9ik

terimakasih atas respon anda. admin

AWI MUDA SIKEPIS PANGANDARAN

REGENERASI PETANI NUSANTARA
MURNI PEMBERDAYAAN PEMUDA TANI PEDESAAN, SWADAYA, GOTONG ROYONG, BERDIKARI, DARI KITA, OLEH KITA, UNTUK KITA.
"BUKAN AKU TAPI KITA".
DARI KITA UNTUK NUSANTARA.
#MerahPutih
#NUsantara
Asosiasi Wirausahawan Muda Agribisnis (AWI MUDA), Target Awal Membina 20 Pemuda Tani Agribisnis Per Desa Se Kabupaten Pangandaran, Melalui :
1. #Pemudatani_Pelaku_UMKM_Agribisnis
2. #Waroeng_Tani_Nusantara;
3. #Anggota_Koperasi Tunas Hasta Brilian
4. #Pontren_Petani_Nusantara
5. #Kampoeng_Petrokimia_Gresik_SIKEPIS
Gagasan Tanpa Diwujudkan Bagai Daun Gugur Melayang - Layang.

Muliakan Petani, Jadikan Petani Kelas Elit, Maka Kalian Akan Menjadi Kelas Super Elit. Yaqinlah Kawan...!
Asosiasi Wirausahawan Muda Agribisnis (AWI MUDA) Kabupaten Pangandaran,
Anggota AWI MUDA Wajib Memiliki Waroeng Tani Nusantara (WTN).
Anggota AWI MUDA Wajib Menjadi Anggota Koperasi Tunas Hasta Brilian
MARKAS BESARE AWI MUDA Di Pondok Pesantren Petani Nusantara Pusat Dusun Cibadak DesaPaledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
TERBUKA UNTUK UMUM
AWI = BAMBU
7 FILOSOFI BAMBU TENTANG KEHIDUPAN
Pertama :
"Pada awal masa hidupnya, bambu hanya tumbuh ke atas beberapa centi saja pertahun. Pada masa itu bambu lebih tumbuh pada akarnya yang menjalar ke dalam tanah.”
Hakikatnya lebih penting di awal masa-masa hidup kita, usaha kita, perjuangan kita. Lebih utama menguatkan pondasinya, dasarnya, prinsipnya, modalnya, dll. Hal itu agar nanti bisa tetap tegap dalam berjalan”
Kedua :
“Memang tumbuhnya akar tidak terlihat, namun akar bambu itulah yang akan menguatkan bagaimana bambu akan bertahan ketika sudah tumbuh tinggi.”
Memang dasar-dasar yang sedang kita bina itu seolah tidak terlihat. Kita yang sedang belajar, kita yang sedang menyiapkan, kita yang sedang memantapkan hati dan fikiran. Namun itulah nanti bekal untuk tetap bertahan dalam kerasanya perjuangan.
Ketiga :
“Sekitar lima tahun usianya, bambu baru menampakkan tumbuhnya ke atas. Tidak hanya beberapa centimeter, namun bambu tumbuh melesat ke atas belasan meter.”
“Setelah punya dasar yang kuat, pondasi yang kuat. Kita bisa melesat tumbuh dan berkembang. Karena kita sudah mempersiapkan diri untuk tidak mudah tumbang.”
Keempat :
“Di ketinggian rendah, memang semilir angin terasa biasa saja. Namun kalau sudah tumbuh semakin tinggi, bambu akan menerima deru angin yang kencang. Namun akarnya sudah begitu kuat menopangnya.”
Semakin tumbuh kita nantinya, semakin tinggi posisi kita, semakin bertambah usia kita. Niscaya cobaan akan datang lebih hebatnya, namun jika sudah mempunyai pondasi yang kuat. Niscaya kita akan mampu bertahan.
Kelima :
“Walaupun akarnya kuat, bambu tidak tumbuh sendiri. Bambu tumbuh bersanding dengan bambu-bambu lainnya. Hal itu membuat bambu tidak mudah roboh.”
Sekalipun kita sudah mempunyai dasar yang kuat, kita tidak boleh sombong dan ingin hidup sendiri. Karena kita lebih kuat jika mau saling membantu orang lain. Hal itu menjadikan kita lebih kuat, jika akan jatuh masih ada yang bisa menopang kita.
Keenam :
“Yang bisa merobohkan bambu bukan hanya angin yang kencang, tetapi banyak pula hama yang menggerogoti batangnya. Maka bambu pun mempunyai banyak duri, itupun kadang tidak semuanya bisa melindunginya.”
Kemungkinan akan ada banyak cobaan dalam hidup ini, ada yang memang sebuah ujian sederhana, ada pula dari orang yang sengaja ingin menjatuhkan kita. Semua nanti tergantung bagaimana kita bisa melindungi diri dan tetaplah berdoa.”
Ketujuh :
“Setinggi apapun bambu bisa tumbuh, namun tetap ada batasnya. Ada batas ketinggian yang bisa bambu capai, bambu tidak bisa tumbuh terus sampai ratusan meter.”
Setinggi apapun kita mau berusaha, tetaplah ada batasnya nanti kita berusaha. Ada waktu dimana kita sudah cukup untuk semakin lebih tinggi, kita tidak bisa memaksakan diri. Kita hanya manusia, kita memang ada batasnya.
terimakasih atas respon anda. admin

ERA TASHAWWUF SOCIETY 6.0

Sosialisasi : GENERASI BARU ABAD 21 ERA TASHAWWUF SOCIETY 6.0 (Ki Ageng Sapujagat Al Kajorani Al Jawi) > Revolusi Industri 4.0 mengg...