Rabu, 30 Januari 2019

DZIKIR JAMA'I PERDANA PANGANDARAN JABAR DIGELAR MINGGU 30 DESEMBER 2018

Kegiatan Dzikir Jama'i Yang PERDANA Hari Ahad Pagi Tanggal 30 Desember 2018 Di Pondok Pesantren Petani Nusantara "Sang Cipta Rasa" Dusun Cibadak, Desa Paledah, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran, Jawa Barat.
PENJELASAN DZIKIR JAMA'I
Tak Dipungkiri Manusia Makin Banyak Yg Menjauhi Alloh SWT.
Mari Syi'arkan Dzikir Berjamaah Secara Rutin "DZIKIR JAMA'I", Semoga Jadi Wasilah Dijauhkan Dari Segala Bencana.
Bagi Siapa Saja Yang Mau Ikut Dzikir Jama'i, Tinggal Memilih Waktu Sesuai Kelonggarannya.
HARIAN Tiap Bada Shalat Subuh.
MINGGUAN Tiap Minggu Pagi Pukul 08.00.
BULANAN Tiap Minggu Legi Pagi Pukul 08.00.
Di Pontren Petani Nusantara "Sang Cipta Rasa" Dusun Cibadak, Desa Paledah, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran.
TERBUKA UNTUK UMUM, INI SEBAGAI UNDANGAN
MAJLIS DZIKIR JAMA'I PANGANDARAN - JAWA BARAT, CABANG KALIBATA JAKARTA
Dzikir jama’i, Dzikir dan Do'a
لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ 1
. Laa ilaaha illalloh (100 X) Tiada Tuhan Selain Alloh
2. (100 X) Alloh اَللهُ
3. Shollalloh ‘alan Nabi Muhammad (100 X)صَلَّى اللهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ Semoga Alloh Mencurahkan rahmat dan pengagungan kepada Nabi Muhammad
4. Hasbunalloh wa ni’mal wakiil (450 X) حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ
Cukuplah bagi kami Alloh sebagai pelindung
5. Ya lathiifu ya lathif ya lathif Alloh lathif (129 X) يَا لَطِيْفُ يَا لَطِيْفُ ياَ لَطِيْفُ اَللهُ لَطِيْفٌ
Wahai Dzat yang maha lembut
6. Yaa Lathiifan bi kholqih, yaa ‘Aliiman bi kholqih, yaa Khobiiron bi kholqih, ultuf binaa yaa Lathiif yaa ‘Aliim yaa Khobiir (3 X) يَا لَطِيْفًا بِخَلْقِهِ، يَا عَلِيْمًا بِخَلْقِهِ، يَا خَبِيْرًا بِخَلْقِهِ، اُلْطُفْ بِنَا، يَا لَطِيْفُ يَا عَلِيْمُ يَا خَبِيْرُ
Wahai Dzat Yang maha lembut kepada segenap makhluk-Nya, wahai Dzat yang maha mengetahui kepada segenap makhluk-Nya, wahai Dzat yang maha mengawasi kepada segenap makhluk-Nya, berbuat lembutlah (kasihani) kepada kami wahai Dzat yang maha lembut, wahai Dzat yang maha mengetahui, wahai Dzat yang maha mengawasi.
7. Ya Lathiifan lam yazal, ultuf binaa fii maa nazal, innaKa Lathiifun lam tazal, ultuf binaa wal muslimin (3 X) يَا لَطِيْفًا لَمْ يَزَلْ، اُلْطُفْ بِنَا فِيْمَا نَزَلَ، إِنَّكَ لَطِيْفٌ لَمْ تَزَلْ، اُلْطُفْ بِنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ
Dzat Yang maha lemah lembut, selamatkanlah kami dari musibah-musibah yang turun, sesungguhnya Engkau Dzat yang maha lemah lembut, berbuat lemah lembutlah kepada kami dan kepada seluruh umat islam
8. Laa ilaha illalloh, Muhammad Rosululloh, fii kulli lamhatin wa nafasin ‘adada maa wasi’ahu ‘ilmulloh (4 X) لاَ إِلَهَ اِلاَّ اللهُ، مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ، فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ عَدَدَ مَا وَسِعَهُ عِلْمُ اللهِ
Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Alloh, Nabi Muhammad adalah utusan Alloh, dalam setiap kedipan mata dan desah nafas, sehitungan segala sesuatu yang diketahui Alloh
9. Hasbii Robbii jallalloh, maa fii qolbii illalloh, ‘alal haadii shollalloh (Lailaha illalloh 3X) Muhammad Rosululloh ‘alaihi sholatulloh (3 X ) حَسْبِيْ رَبِّيْ جَلَّ اللهُ، مَا فِيْ قَلْبِيْ إِلاَّ اللهُ، عَلَى الْهَادِيْ صَلَّى اللهُ (لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ 3×) مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ عَلَيْهِ صَلاَةُ اللهِ
Cukuplah bagiku Alloh sebagai penolongku, Alloh Maha agung, tiada terlintas di dalam hatiku selain-Nya dan semoga Alloh selalu mencurahkan rahmat dan pengagungan kepada al Hadi, Muhammad, utusan Alloh (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Alloh 3x) semoga rahmat dan pengagungan selalu tercurah kepada Nabi Muhammad.
10. Ya ‘aalimas sirri minna laa taksyifis sitro ‘annaa, wa ‘aafinaa wa’fu ‘annaa, wa kun lanaa haitsu kunnaa (3 X)
يَا عَالِمَ السِّرِّ مِنَّا، لاَ تَكْشِفِ السِّتْرَ عَنَّا، وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا، وَكُنْ لَنَا حَيْثُ كُنَّا
Wahai Dzat yang maha mengetahui rahasia –rahasia kami, janganlah engkau buka aib cela kami, berikanlah kesehatan dan ampunan kepada kami, serta jagalah kami dimanapun kami berada
11. ِAllohumma yaa Robbanaa, cukupono loberono, beras akeh duit akeh, kanggo ngaji lungo haji, barokahe Nabi Wali (7 X) اَللّهُمَّ يَا رَبَّنَا جُوْكُوْفُوْنُوْ لُوْبِيْرَانُوْ برَاسْ أكِيْه دُوِيْت أكِْيه كَاغْكُوْ غَاجِيْ لُوْغُوْ حَاجِيْ بَارَاكَاهِيْ نَبِيْ وَالِيْ
Ya Alloh Ya Tuhanku Cukupkanlah dan Limpahkanlah, Beras dan Uamg yang banyak untuk mengaji dan berangkat menunaikan ibdah ahji Berkahnya Nabi dan Wali
12. Ya Robbi bil Mushtofa balligh maqoshidana, waghfir lanaa maa madho ya waa si’al karomi (7X) يَارَبِّ بِالْمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا ` وَاغْفِرْ لَنَا مَا مَضَى يَا وَاسِعَ الْكَرَمِ
Duhai Tuhanku, dengan berkat Al Musthofa, sampaikanlah kami kepada tujuan kami, dan ampunilah dosa-dosa kami yang telah lampau, Duhai Dzat yang maha pemurah
13. Alloh Alloh irhamnaa, Anta Maulanaa, Alloh Alloh waqbalnaa, maa lanaa ghoiruk (3 X) اَلله اَلله إِرْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا ` اَلله اَلله وَاقْبَلْنَا مَا لَنَا غَيْرُك
Ya Alloh, Ya Alloh rahmatilah kami. Engkaulah Tuhan kami . Ya Alloh – Ya Alloh, kabulkanlah doa kami, sungguh kami tidak punya siapa-siapa lagi selain Engkau.







terimakasih atas respon anda. admin

Selasa, 29 Januari 2019

PONDOK PESANTREN PETANI NUSANTARA "SANG CIPTA RASA"

 DISINI AKU LAHIR DISINI AKU DIBESARKAN
Ini Kampungku, Mana Kampungmu ?
Pondok Pesantren Petani Nusantara "Sang Cipta Rasa" Dusun Cibadak, Desa Paledah, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran.
Tim Pondok Pesantren Petani Nusantara "Sang Cipta Rasa" Dan Tim Dokumenter Ppd Petrokimia Tasmisbanran
Terimakasih Om Dede Arief, Kang Azis Al Ghazali, Kang Muhammad FajarPpd Petrokimia Tasmisbanran Petro Kayaku, Yang Selalu Memotivasi Petani Di Desaku.

 



terimakasih atas respon anda. admin

Senin, 28 Januari 2019

cipta,karsa dan pakarti


Pembelajaran Cipta,Karsa dan Pakarti (Spiritual Kejawen)
1. Cipta, karsa ( kehendak ) dan pakarti ( tindakan ) selalu aktif selama orang itu masih hidup. Pakarti bisa berupa tindakan fisik maupun non fisik, pakarti non fisik misalnya seseorang bisa membantu memecahkan atau menyelesaikan masalah orang lain dengan memberinya nasehat, nasehat itu berasal dari cipta atau rasa yang muncul dari dalam. Sangatlah diharapkan seseorang itu hanya menghasilkan cipta yang baik sehingga dia juga mempunyai karsa dan pakarti/tumindak yang baik, dan yang berguna untuk diri sendiri atau syukur -syukur pada orang lain.
2. Untuk bisa mempraktekkan tersebut diatas, orang itu harus selalu sabar, konsestrasikan cipta untuk sabar, orang itu bisa makarti dengan baik apabila kehendak dari jiwa dan panca indera serasi lahir dan batin. Ingatlah bahwa jiwa dan raga selalu dipengaruhi oleh kekuatan api, angin, tanah dan air3. Untuk memelihara kesehatan raga, antara lain bisa dilakukan
A. Minumlah segelas air dingin dipagi hari, siang dan malam sebelum tidur, air segar ini bagus untuk syarat dan bagian-bagian tubuh yang lain yang telah melaksanakan makarti.
B. Jagalah tubuh selalu bersih dan sehat, mandilah secara teratur di negeri tropis sehari dua kali.
C. Jangan merokok terlalu banyak.
D. Konsumsilah lebih banyak sayur-sayuran dan buah-buahan dan sedikit daging, perlu diketahui daging yang berasal dari binatang yang disembilah dan memasuki raga itu bisa berpengaruh kurang baik, maka itu menjadi vegetarian ( tidak makan daging ) adalah langkah yang positif.
E. Kendalikanlah kehendak atau nafsu, bersikaplah sabar, narima dan eling. Janganlah terlalu banyak bersenggama, seminggu sekali atau dua kali sudah cukup.
4. Berlatihlah supaya cipta menjadi lebih kuat, pusatkan cipta kontrol panca indera. Tenangkan badan ( heneng ) dengan cipta yang jernih dan tentram ( hening ) Bila cipta bisa dipusatkan dan difokuskan kearah satu sasaran itu bagus, artinya cipta mulai mempunyai kekuatan sehingga bisa dipakai untuk mengatur satu kehendak
5. Buatlah satu titik atau biru ditembok atau dinding ( . ) duduklah bersila dilantai menghadap ke tembok, pandanglah titik itu tanpa berkedip untuk beberapa saat, konsentrasikan cipta, kontrol panca indera, cipta dan pikiran jernih ditujukan kepada titik tersebut. Jangan memikirkan yang lain, jarak mata dari titik tersebut kira-kira tujuh puluh lima sentimeter, letak titik tersebut sejajar dengan mata, lakukan itu dengan santai
6. Lakukan latihan pernafasan dua kali sehari, pada pagi hari sebelum mandi demikian juga pada sore hari sebelum mandi tarik nafas dengan tenang dalam posisi yang enak.
7 Hisaplah kedalam badan Sari Trimurti pada hari sebelum matahari terbit dimana udara masih bersih, lakukan sebagai berikut :
Tarik Nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah
10 detik 10 detik 10 detik 30 detik minggu I : 3 kali
15 detik 10 detik 15 detik 40 detik minggu II : 3 kali
20 detik 10 detik 20 detik 50 detik minggu III : 3 kali
26 detik 08 detik 26 detik 60 detik minggu IV : 3 kali
8 Karsa akan terpenuhi apabila nasehat-nasehat diatas dituruti dengan benar, praktekkan samadi pada waktu malam hari, paling bagus tengah malam ditempat atau kamar yang bersih. Kontrol panca indera, tutuplah sembilan lobang dari raga, duduk bersila dengan rilek, fokuskan pandangan kepada pucuk hidung. Tarik nafas, tahan nafas, dan keluarkan nafas dengan tenang dan santai, konsentrasikan cipta lalu dengarkan suara nafas. Pertama-tama akan dirasakan sesuatu yang damai dan apabila telah sampai saatnya orang akan bisa berada berada dalam posisi hubungan harmonis antara kawula dan Gusti ALLAH
9 Cobalah lakukan sebagai berikut :
1. Lupakan segalanya selama dua belas detik
2. Dengan sadar memusatkan cipta kepada dzat yang agung selama seratus empat puluh detik.
3. Jernihkan pikiran dan rasa selama satu, dua atau tiga jam ( semampunya )
10 Tujuh macam tapa raga, yang perlu dilakukan
1. Tapa mata, mengurangi tidur artinya jangan mengejar pamrih.
2. Tapa telinga, mengurangi nafsu artinya jangan menuruti kehendak jelek.
3. Tapa hidung, mengurangi minum artinya jangan menyalahkan orang lain
4. Tapa bibir, mengurangi makan artinya jangan membicarakan kejelekan orang lain
5. Tapa tangan, jangan mencuri artinya jangan mudah memukul orang
6. Tapa alat seksual, mengurangi bercinta dan jangan berzinah
7. Tapa kaki, mengurangi jalan artinya jangan membuat kesalahan
11 Tujuh macam tapa jiwa yang perlu dilakukan
1. Tapa raga, rendah hati melaksanakan hanya hal yang baik
2. Tapa hati, bersyukur tidak mencurigai orang lain melakukan hal yang jahat
3. Tapa nafsu, tidak iri, tidak mengeluh dan sabar pada saat menderita
4. Tapa jiwa, setia tidak bohong, tidak mencampuri urusan orang
5. Tapa rasa, tenang dan kuat dalam panalongso
6. Tapa cahaya, bersifat luhur berpikiran jernih
7. Tapa hidup, waspada dan eling
12 Berketetapan hati
1. Tidak ragu-ragu
2. Selalu yakin orang yang kehilangan keyakinan atas kepercayaan diri adalah seperti pusaka yang kehilangan yoninya atau kekuatannya
13 Menghormati orang lain tanpa memandang jenis kelamin, kedudukan, suku, bangsa, kepercayaan dan agama, semua manusia itu sama : saya adalah kamu ( tat twan asi ). Artinya kalau kamu berbuat baik kepada orang lain, itu juga baik buat kamu, kalau kamu melukai orang lain itu juga melukai dirimu sendiri.
14 Sedulur Papat kalima Pancer
Orang Jawa tradisional percaya eksistensi dari sedulur papat ( saudara empat ) yang selalu menyertai seseorang dimana saja dan kapan saja, selama orang itu hidup didunia. Mereka memang ditugaskan oleh kekausaan alam untuk selalu dengan setia membantu, mereka tidak tidak punya badan jasmani, tetapi ada baik dan kamu juga harus mempunyai hubungan yang serasi dengan mereka yaitu :
1. Kakang kawah, saudara tua kawah, dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu, tempatnya di timur warnanya putih.
2. Adi ari-ari, adik ari-ari, dia dikeluarkan dari gua garba ibu sesudah kamu, tempatnya di barat warnanya kuning.
3. Getih, darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan, tempatnya di selatan warnanya merah
4. Puser, pusar yang dipotong sesudah kelahiranmu, tempatnya di utara warnanya hitam
Selain sedulur papat diatas, yang lain adalah Kalima Pancer, pancer kelima itulah badan jasmani kamu. Merekalah yang disebut sedulur papat kalimo pancer, mereka ada karena kamu ada. Sementara orang menyebut mereka keblat papat lima tengah, ( empat jurusan yang kelima ada ditengah ). Mereka berlima itu dilahirkan melalui ibu, mereka itu adalah Mar dan Marti, berbentuk udara. Mar adalah udara, yang dihasilkan karena perjuangan ibu saat melahirkan bayi, sedangkan Marti adalah udara yang merupakan rasa ibu sesudah selamat melahirkan si jabang bayi. Secara mistis Mar dan Marti ini warnanya putih dan kuning, kamu bisa meminta bantuan Mar dan Marti hanya sesudah kamu melaksankan tapa brata ( laku spiritul yang sungguh-sungguh )
Tingkatkan sembah, menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berarti juga menghormati dan memujaNYA, istilah lainnya ialah Pujabrata. Ada guru laku yang mengatakan bahwa seseorang itu tidak diperkenankan melakukan pujabrata, sebelum melewati tapabrata.
* Sembah
Sembah raga Ini adalah tapa dari badan jasmani, seperti diketahui badan hanyalah mengikuti perintah batin dan kehendak. Badan itu maunya menyenag-nyenangkan diri, merasa gembira tanpa batas. Mulai hari ini, usahakan supaya badan menuruti kehendak cipta yaitu dengan jalan: bangun pagi hari, mandi, jangan malas lalau sebagai manusia normal bekerjalah.
Makanlah makanan yang tidak berlebihan dan tidur secukupnya saja: makan pada waktu lapar, minum pada waktu haus, tidur pada waktu sudah mengantuk, pelajarilah ilmu luhur yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain.
Sembah cipta 
1. kamu harus melatih pikiranmu kepada kenyataan sejati kawula mengenal Gusti.
2. Kamu harus selalu mengerjakan hal-hal yang baik dan benar,
3. kontrollah nafsumu dan taklukan keserakahan. Dengan begitu rasa kamu akan menjadi tajam dan kamu akan mulai melihat kenyataan.
Berlatih cipta sebagai berikut :
1. Lakukan dengan teratur ditengah, ditempat yang sesuai.
2. Konsentrasikan rasa kamu
3. Jangan memaksa ragamu, laksanakan dengan santai saja
4. Kehendahmu jernih, fokuskan kepada itu
5. Biasakanlah melakukan hal ini, sampai kamu merasa bahwa apa yang kamu kerjakan itu adalah sesuatu yang memang harus kamu kerjakan, dan sama sekali tidak menjadi beban.
Kini kamu berada dijalan yang menuju ke kenyataan sejati, kamu merasa seolah-olah sepi tidak ingat apapun, seolah-olah badan astral dan mental tidak berfungsi, kamu lupa tetapi jiwa tetap eling ( sadar ) itulah situasi heneng dan hening dan sekaligus eling kesadaran dari rasa sejati. Ini hanya bisa dilaksanakan dengan keteguhan hati sehingga hasilnya akan terlihat.
Sembah jiwa Sembah jiwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan rasa yang mendalam menggunakan jiwa suksma yang telah kamu temui pada waktu pada heneng, hening dan eling, ini adalah sembah batin yang tidak melibatkan lahir. Apabila kamu melihat cahaya yang sangat tenang tetapi tidak menyilaukan itu pertanda kamu sudah mulai membuka dunia kenyataan. Cahaya itu adalah pramana kamu sendiri, kamu akan merasa yakin pada waktu bersamadi, kamu dan cahaya itu saling melindungi.
Sembah rasa artinya sejati ( rasa sejati )
1. Kita bisa mengerti dengan sempurna untuk apa kita diciptkan dan selanjutnya apakah tujuan hidupmu.
2. Kita akan mengerti dengan sempurna atas kenyataan hidup dan keberadaan semua mahluk melalui olah samadi atau memahami
Sangkan Paraning Dumadi, hubungan harmonis antara kawula dan Gusti layaknya seperti manisnya madu dan madunya, tidak terpisahkan.



terimakasih atas respon anda. admin

Kamis, 24 Januari 2019

GURU GURUKU




 KH. Abdul Ghofur Bisri


 K. Sodimin
 K. Ari Nugroho
 K. Bahtiar
 K. Buyut
 K. Muslihudin
 K. Ahmad

 K. Agun GS

K. Rahmatulloh
K. Jeje W

 K. Yonni K
KH. Misbahul Munir

AKU MENULIS INI BUKAN UNTUK DIPAHAMI OLEH ORANG LAIN, SIAPAPUN.
INI HANYALAH UNTUK DOKUMEN DI BUKU ALAM BOOK FACE KU, YANG AKAN TERSIMPAN SAMPAI DENGAN KETIKA BOOKE FACE KU HILANG.
Ketika Saat Ini Aku Belajar Istiqomah Dirumah Ngurus Pondok Pesantren Petani Nusantara "Sang Cipta Rasa" & Masjid Darul Huda Cibadak - Paledah - Padaherang - Pangandaran - Jabar. Sedang Belajar Untuk Selalu Bersama Sang Pencipta Tiap Waktu, Pasrah Bongkokan Kepada Sang Hyang Wenang Gusti Kang Murbeng Dumadi. Belajar Untuk Tidak Aktif Berpartai Politik lagi, Belajar Untuk Tidak Aktif Berorganisasi lagi. Aku Jadi Ingat Akan Guru Guruku Yang Selama Ini Mengajariku & Membimbingku Dalam Proses Perjalanan Sejarah Hidupku Sampai Aku Memutuskan Untuk Istiqomah Dirumah Sekarang.
Dalam Rangka Ta'dzimil Ustadzi / Memuliakan Guru Guruku, Inilah Guru Guruku :
Guru Ngaji Agama / Guru Ngaji Pesantren (Kyai Pesantren) :
1. KH. Abdul Ghofur Bisri - Paledah Pangandaran
2. KH. Misbahul Munir Guru Mursid Thoriqoh Padaherang Pangandaran
3. KH. Jamaludin Al Busthomi (Almaghfurllah) - Purwosari Lampung Tengah
4. KH. Mama Awing Nachrowi (Almaghfurllah) - Kadupandak Pandeglang
5. KH. Abah Yusuf (Almaghfurllah) - Puger Jember
6. KH. Abdulloh Rosyad (Almaghfurllah) - Ambulu Jember
Guru Ngaji Kehidupan / Guru Ngaji Alam (Kyai Alam)
1. K. Yonny K - Ciamis
2. K. Bahtiar H Murid Syeh Sobrowi - Banjar
3. K. Agun GS - Jakarta
4. K. Buyut - Pangandaran
5. K. Ahmad Murid Syeh Sanusi - Cimerak
6. K. Sodimin - Pangandaran
7. K. Ari Nugroho - Jogjakarta
8. K. Rahmatullah - Kendal Jateng
9. K. Idin Ruhidin - Pangandaran
10. K. Jeje Wiradinata - Pangandaran
11. K. Muslihudin - Jakarta
Semoga Alloh Memberkahi Semuanya, Aamiin YRA.
Bapak Kandungku Sakarya (Almarhum) Adalah Seorang Petani Desa Pedagang Pengumpul Ikan Rawa Ciilat Yang Jaya Di Zamannya, Ketika Menginjak Sepuh Hanya Berdagang Sayuran dan Buah Pisang Ke Pasar Pasar. yang berpesan kepada anak - anaknya : "Saya Tidak Akan Mewarikan Harta Benda Sawah Ladang, Saya Hanya Akan Mewariskan Ilmu Pengetahuan, Biarpun Harta Habis Yang Penting Kalian Semua Sekolah Yang Tinggi", "Kalian Harus Berbuat Baik Ke Siapapun Dan Jangan Menyakiti Siapapun, Kalo Kalian Di Cubit Merasa Sakit, Maka Jangan Sekali Kali Mencubit Orang Lain".
Bisirri Al-Faatihah

terimakasih atas respon anda. admin

Selasa, 22 Januari 2019

MAJLIS TA'LIM "OPTIMIS" PONPES PETANI NUSANTARA

 Silaturahmi Muwajahah Bil Wujuh Bukan Bil Medsos. Majlis Dzikir Jama'i Sebagai Wujud Silaturahmi Muwajahah Bil Wujuh. Majelis Ta'lim Orang Positif Taqwa Iman Merdeka Indonesia Semesta (OPTIMIS)

(Majlis Ta'lim "OPTIMIS" Ponpes Petani Nusantara)


terimakasih atas respon anda. admin

Minggu, 20 Januari 2019

ALAM DESA UNTUK AKHIR PEKAN AGAR BENING PIKIR & BENING HATI













ALAM DESA UNTUK AKHIR PEKAN ORANG KOTA AGAR BENING PIKIR & BENING HATI
Pondok Pesantren Petani Nusantara "Sang Cipta Rasa" Dusun Cibadak, Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat PAL 0093-1001, Menyediakan Tempat Wisata Religi Untuk Kholwat / Menyepi Dzikir Menyatu Dengan Alam Desa Dan Qiyamul lail di Saung Paseban Agung Petani :
1. Saung Paseban Agung Petani "Galuh Pangauban"; RT.24/08.
2. Saung Paseban Agung Petani "Kabuyutan Situ Katimaha"; RT.24/08.
3. Saung Paseban Agung Petani "Kabuyutan Sundapura"; RT.28/09.
4. Saung Paseban Agung Petani "Raja Lele Nusantara"; RT.28/09.
Yang Berminat Hubungi : Muhalim / Azzalia Azza, Kadus Cibadak Bpk Mahpud / Izhma. Ketua RW 09 Bpk. Sakam Ali Hasan / Allai Allai
terimakasih atas respon anda. admin

Sabtu, 19 Januari 2019

SUWUNG NGAWANG NGUWUNG (TUJUH ALAM)




TUJUH ALAM
Firman Allah Surat Al Muminu-n ayat17:
Dan sesungguhnya Aku telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit). Dan Aku tidaklah lengah terhadap ciptaan (Ku).
Ilmu tarekat menerangkan bahwa ketujuh alam itu adalah:
1. Alam Ahadiat, 2.Alam Wahdat, 3. Alam Wahidat, 4. Alam Arwah, 5. Alam Ajsam, 6. Alam Misal dan 7. Alam Insan Kamil.
Terbukti bahwa dunia ini diisi dengan Tujuh Hari, hakikatnya yaitu alam yang di atas, tegasnya alam yang tujuh itu adalah perjalanan “Allah-Muhammad-Adam”. Oleh sebab itu wajib diketahui oleh kita.
Bila kita ingin menelusuri jalan kembali ke Asal, sedangkan kita tidak mengetahui dari sekarang jalan-jalannya dan barang-barangnya, pasti kita akan tersesat, tidak akan bisa kembali lagi ke Asal. Karena kita tidak menemui lagi jalan ketika kita turun dari Ahirat ke Alam Dunia.
Tingkat I – Alam Ahadiat.
Alam ini adalah alam sebelum Allah SWT menciptakan alam semesta, atau arasy, kursi, bumi dan langit, surga dan neraka. Disebut alam “Sajatining Suwung” (Kesunyian Sejati). Martabat Yang Maha Suci, Dzat laesa kamislihi, Dzat yang tiada umpamanya.
Pada alam inilah timbulnya kalimat “ashadu” atau “tasdied”. Dari manakah timbulnya “ashadu” ini, dan apa yang menjadikan kalimat tersebut dan apa maksudnya? Maka seperti apakah sehingga tiada umpamanya? Apakah karena Maha Kuasa? Atau karena Maha Agung? Atau karena Maha Esa?
Jika karena Maha Kuasa, sedangkan pada masa itu belum ada ciptaan-Nya, karena yang disebut Kuasa itu harus ada bukti dahulu ciptaannya, sedangkan di Alam Ahadiat itu jangankan manusia, Ahirat dan Dunia pun belum ada.
Jika karena Maha Agung, sedangkan pada masa itu belum ada yang hina di Alam Ahadiat tadi, ada sebutan Agung bila sesudah ada yang dihinakan.
Jika karena Maha Esa, sedangkan pada masa itu cuma ada satu, sedangkan ada satu itu setelah ada yang banyak.
Bagaimana pengertiannya? Agar dalil Dzat laesa kamislihi berlaku? Beginilah, jika setuju, sebabnya Alam Ahadiat disebut alam Dzat laesa kamislihi artinya dzat yang tiada umpamanya, karena terlalu Suci, artinya bersih tidak ada sifat-sifat-Nya begitu pula nama-Nya. Maka akan diumpamakan dengan apa jika tidak ada sifatnya?
Firman Allah Surat Al Qashash ayat 75:
Dan Aku datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Aku berkata “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu”, maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.
Maka disaksikan pula oleh dalil yang Maha Suci yaitu billa haefin, artinya tak berwarna dan tak berupa, tidak merah tidak hitam, tidak gelap tidak pula terang. Billa makanin, artinya tidak berarah tidak bertempat, tidak di barat tidak di timur, tidak di utara maupun di selatan, tidak di atas maupun di bawah. Begitulah keterangannya. Tidak dapat ditunjukan di mana adanya, karena terburu oleh tidak dan bukan. Karena terhalang oleh bukti.
Allah menyatakan bahwasanya tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan daripada-Nya, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan daripada-Nya, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [Q.S. Ali Imra-n, 3:18]
Apa sebabnya Allah menciptakan Alam Ahadiat? Karena sifat Allah yang pemurah dan penyayang, Rahman dan Rahim. Sifat Rahman dan Rahim hanya dapat dinyatakan dengan AMAL, amal itu adalah GERAKAN/PERBUATAN.
Manusia baru bisa disebut mempunyai sifat MURAH bila ia mau memberi dengan hati yang rela dan ikhlas. Memberi dalam artian “memberikan hak sendiri terhadap sesuatu hal yang dimilikinya untuk menjadi milik yang menerima”.
Melepaskan hak terhadap sesuatu hal merupakan “amal lahir dan batin”, karena hal yang demikian mengandung gerakan untuk menyampaikan atau melahirkan sesuatu hal dengan rela (lahir) dan ikhlas (batin).
Manusia baru disebut mempunyai sifat KASIH-SAYANG seumpamanya ia mencari dan memelihara hubungan erat dengan “kekasihnya”. Mencari dan memelihara HUBUNGAN (TALI) berarti juga AMAL yang memerlukan suatu gerakan.
Allah dengan sifat Rahman dan Rahim-Nya dimohonkan bergerak untuk mencipta. Alam yang semula kosong dan gelap-gulita, pada suatu saat memperlihatkan suatu cahaya bulat yang bersinar, dari sana menjelma menjadi semesta alam, di mana secara bertahap diisi dengan “perhiasan-Nya”.
Surat Ya-si-n ayat 82 berbunyi:
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Allah menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya:
“Jadilah!” maka terjadilah ia.
Tingkat II – Alam Wahdat.
Alam ketika segala sesuatu belum terjadi dan belum menjadi wujud. Ibaratnya sebuah pohon di mana akar, daun, batang, bunga dan buahnya masih berada dalam sebuah biji. Martabat Sifat-Nya Yang Maha Suci, jadi di Alam Wahdat yang Dzat laesa kamislihi tadi menjadi Dzat Sifat, rupanya Terang Benderang, yaitu yang disebut Johar Awal. Johar artinya Terang, Awal artinya Pertama, artinya yang Terdahulu Ada sebelum Bumi dan Langit apalagi manusia ada. Johar Awal inilah yang disebut Hakekat Muhammad. Johar awal itu adalah Nur, Cahaya Yang Maha Suci, para Wali menyebutnya Segara Kehidupan atau Sajatining Sahadat (Sahadat Sejati), karena terpadunya antara Dzat dan Sifat atau Allah dan Muhammad pada Hakikatnya. Alam ini oleh sebagian ahli Tarekat disebut SAJATINING KUBUR, atau KUBUR SAJATI.
Menurut bahasan ulama terkenal Ibn Al-‘Arabi dalam kitab “Futuha”, halaman 151-155 menerangkan demikian:
Meanifestasi Tuhan yang pertama adalah berupa awan (embun) atau al-‘ama alhaba, yang digambarkan juga sebagai “nafas Tuhan”, yang ada pada pangkuan-Nya, sebelum ada apa-apa yang dijadikan. Awan tersebut belum nyata atau menjadi wujud, tapi juga tidak bisa “tidak ada”, jadi suasana dari kemungkinan untuk ada. Awan ini dianggap sebagai unsur NEGATIF ketika Tuhan melaksanakan ciptaan-Nya, sedangkan Nur Ilahi yang bersinar itu adalah unsur POSITIF. Oleh karena ada persenyawaan antara unsur Negatif dan unsur Positif, maka jadilah semua kenyataan yang mengisi seluruh alam semesta”
Sebanyak-banyaknya jenis bentuk (wujud) yang tampak, tidak dapat digambarkan oleh ungkapan bahasa, segala suatu asalnya SATU, yanitu DZAT ALLAH.
Pada Surat Lukman ayat 27 diterangkan demikian:
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Jangankan yang sudah menjadi wujud, yang belum jadi pun, yang masih berada di alam angan-angan, alam cita-cita manusia, Allah pasti mengetahuinya.
Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Allah berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al Baqarah, 2:29)
Angan-angan ini pasti keketahui Allah SWT, angan-angan ini disebut angan-angan abadi yang berada di Alam Wahdat, diketahui-Nya selama berabad-abad sebelum keluar menjadi kenyataan. Angan-angan ini adalah SARI daripada kenyataan, atau disebut juga SIR.
Tiada satu hal pun yang lepas dan bebas dari hadirat Ilahi, tidak ada satupun yang lolos dari pengaruh-Nya atau berada di luar pengaruh-Nya, baik yang sudah tercipta maupun yang belum.
Semua kejadian terjadi dari pada angan-angan, oleh sebab itu angan-angan tadi dianggap seperti KENYATAAN SEJATI, semua gambaran yang berada dalam angan-angan disebut A’jan Tabita atau sari-pati yang pasti.
Surat Al An’am ayat 59 berbunyi demikian:
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Allah sendiri, dan Allah mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Allah mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz).
Kitab Centini menerangkan alam angan-angan demikian:
“Tuhan itu seperti Ki Dalang, bersembunyi di dalam kegaibanhairat-Nya. Dia menggerakan tanpa wayang, ceritranya selesai pada saatnya pagelaran wayang akan dimulai. Ki Dalang menerima upahnya sebelum ada undangan pada saat keadaan sepi, kosong terdengarnya suara gamelan diikuti oleh kegaduhan”
Keterangan dari paradoks-paradoks di atas demikian:
Sebelum alam semesta beserta isinya diciptakan, Allah sudah mengatur segala sesuatunya dalam “Intelek-Nya” (Lohmahfuz), semua cerita dan lakon sudah disusun rapih, semua sudah digelarkan sebelum wayang datang, semua sudah dikisahkan sebelum manusia berada di alam dunia.
” dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz).”
Pada tempat yang begitu sepi dan kosong, belum ada manifestasi materi, yang bisa tersaksi adalah kegaduhan alam angan-angan, kesibukan yang sama kenyataannya dengan di dunia. Dan begitu wayang nampak di jagad raya, maka cerita dan lakonnya yang akan digelar di alam angan-angan tadi TIDAK BISA DIRUBAH.
Angan-angan Allah dapat menjelma dengan keadaan menurut dua jalan, langsung dan tidak langsung.
Surat Al Baqarah ayat 255:
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Keadaan-keadaan yang jadi dengan tidak langsung dari angan-angan dan nantinya jadi kenyataan yaitu semua keadaan yang dicipta oleh manusia.
Sebelum ciptaan manusia dibentuk dan menjelma seperti kenyataan, maka ciptaan-ciptaan itu merupakan angan-angan yang bersembunyi di dalam alam angan-angan.
Angan-angan yang cocok dan seimbang dengan kehendaknya, diterima oleh “pancaindera batin” manusia, dan setelah meliwati BUDHI masuk ke Pusat AKAL yang akhirnya menjadi anasir PIKIRAN, dan ditambahkan kepada anasir-anasir pikiran yang terjadi dari tangkapan “pancaindra-lahir”, dengan demikian manusia menciptakan sesuatu hal.
Jelasnya, LOGIKA yang formil, proses berpikir itu tunduk kepada hukum-hukum pikir, antara lain:
a. hukum persamaan,
b. hukum perlawanan,
c. hukum dasar mencukupi.
Seandainya kita menganalisa proses berpikir yang paling sederhana, misalnya kita melihat sebuah KURSI, maka kursi tadi menjadi obyek pemikiran kita.
GAMBAR KURSI setelah meliwati penglihatan mata, masuk ke “pusat penglihatan”, baru kita dapat melihat kursi dimaksud.
KURSI yang “sebenarnya” dan “GAMBAR KURSI” di dalam “pusat penglihatan” – otak merupakan DUA KENYATAAN yang sangat berbeda.
KURSI yang disaksikan kita, yang dibuat dari kayu dan GAMBAR KURSI yang ada di dalam otak, disusun dari DAYA ELEKTRIK HIDUP (bio-electron).
KURSI yang sebenarnya tersaksi oleh kita, terlihat dan bisa diraba, dengan GAMBAR KURSI yang ada di dalam otak adalah DUA KENYATAAN yang bertentangan, yang pertama berupa benda (materi, konkrit) dan yang kedua merupakan ruh (abstract).
Oleh karena itu proses berpikir ini tunduk kepada “hukum perlawanan”.
GAMBAR KURSI yang di dalam otak tadi, pada saatnya akan masuk ke dalam alat-pikir kita yang sifatnya adalah Batin, yaitu BUDHI (ratio), seperti juga “daya elektris hidup” (bio-electron) yang terdiri dari elektron-elektron bebas.
BUDHI yaitu alat-berpikir kita yang metaphisis (di atas tenaga akal), karenanya ke-beradaanya pun di alam metaphisis, di antaranya alam angan-angan yang terdiri dari electron-electron bebas dan menjadi ANGAN-ANGAN ALLAH.
KURSI yang dibuat dari kayu, SEBELUM dibikin oleh tukang kau, yang memiliki niat membuat kursi, lebih dahulu mempunyai ide (ANGAN-ANGAN), dari hal kursi yang akan dibuat olehnya, baik dari mulai kayunya, modelnya, warnanya dan sebagainya,
Oleh karena manusia menerima ANGAN-ANGAN dari Alam Angan-angan, maka yang dimaksud itu memiliki GAMBAR di dalam Alam Angan-angan.
Jadi Gambar Kursi yang memasuki otak terus menuju Budhi, bertemu dengan GAMBARNYA SENDIRI di Alam Angan-angan yang tida berbeda di dalam HAKEKATNYA: KEDUANYA terdiri dari electron-electron hidup. Dalam hal ini pemikiran kita tunduk kepada “hukum persamaan”.
Tetapi sebelum “hukum persamaan” ini berjumpa dengan ISBAT-nya ketika berjumpa antara pemikiran mengenai Gambar Kursi dan Angan-angan dari hal Kursi, masih dalam Alam Angan-angan, harus terlebih dahulu ada DASAR yang melengkapi, yaitu persesuaian antara Gambar Kursi dalam Budhi dengan Gambar Kursi di Alam Angan-angan. Untuk saling mendekatkan yang akhirnya akan “mahabbah” (awor) kedua-duanya menjadi SATU, menurut hukum resonansi, karena hakekatnya sama benarnya. Pemikiran ini tunduk kepada hukum-dasar-mencukupi.
Kursi yang dibuat dari kayu dan dihadapi oleh kita, untuk kita merupakan suatu HAL atau THESE.
Setelah Kursi ini di dalam otak kita menjadi Gambar Kursi, maka Gambar Kursi ini berlawanan sekali pada HAKEKATNYA dengan kursi yang dihadapi. Perbedaan ini disebut ANTITHESE.
Baru setelah Gambar Kursi masuk kedalam Budhi maka berlaku “hukum persamaan” dengan Angan-angan kita. Mengenai kursi yang ada dalam Alam Angan-angan dan Gambar Kursi timbul persesuaian maka disebut SYNTHESE.
Demikianlah sedikit uraian mengenai Alam Wahdat atau Alam Angan-angan dari sudut pandang LOGIKA.
Tingkat III – Alam Wahidiat.
Martabat Asma Yang Maha Suci, kejadian dari Johar Awal dan Alam Wahdat tadi maka timbullah cahaya dan menjelma menjadi empat sinar, yaitu:
1. Narun Warna Merah
2. Hawaun Warna Kuning
3. Maun Warna Putih
4. Turobun Warna Hitam
Jadi keempat sinar itu yang disebut NUR MUHAMMAD, sedangkan Muhammadnya adalah Johar Awal, benda Nur Muhammad Cahaya Empat itu disebunya Hakekat Adam, yaitu Asma Yang Maha Suci.
• Cahaya Merah menjadi Hakekat Lafadz Alif.
• Cahaya Kuning jadi Hakekat Lafadz Lam awal.
• Cahaya Putih menjadi Hakekat Lafadz Lam ahir.
• Cahaya Hitam menjadi Hakekat Lafadz Ha.
• Johar Awal menjadi hakekat Lafads Tasdid.
Sariatnya menjadi simbolisasi lafadz ALLAH, jadi Sinar (Cahaya) tadi yang menjadikan bibit terbentuknya tujuh Bumi tujuh Langit dengan segala isinya, begitu pula Agama berasal dari situ. Alam ini disebut juga Alam Tunggal Sejati, atau Sajatining Tunggal.
Surat Al Baqarah ayat 117:
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Allah berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Allah hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia.
Di atas dinyatakan bahwa Nur Muhammad terdiri dari empat sinar Merah, Kuning, Putih dan hitam. Bagaimana menurut Ilmu Tarekat hubungannya dengan gerakan Shalat.
a. Merah – unsur api. Zat pembakar yang mempunyai rasa panas, wataknya selalu menuju ke atas, tidak ada puncak api yang menuju ke bawah. Warna merah malambangkan nafsu Amarah, tidak mau diungguli, selalu tegak. Simbol hurufnya adalah “Alif”, dalam pelaksanaan sholat adalah “Takbiratul Ikhram”
b. Kuning – unsur angin. Unsur kimia N (nitrogen). Tabiat angin adalah berkelok-kelok dan halus. Sinar kuning melambangkan nafsu Sufiah, berdomisili pada mata. Manusia yang terpengaruhi oleh nafsu ini tidak memiliki pendirian, mudah terpengaruh oleh ceritera orang lain. Simbol hurufnya adalam LAM awal, pada gerakan shalat adalah gerakan “ruku”.
c. Putih – unsur air. Inilah unsur kimia H (hydrogen). Tabiatnya dingin, wataknya ingin selalu menuju tempat yang rendah. Warna putih melambangkan nafsu Lauwamah yang berdomisili pada lidah. Bila manusia terpengaruh oleh nafsu ini tidak ingin berhenti berbicara. Simbol hurufnya adalah LAM akhir, pada gerakan shalat adalah “sujud”.
d. Hitam – unsur bumi. Menurut ilmu pengetahuan adalah zat arang atau carbon (C), tabiatnya “diam”. Wataknya kekal dan kokoh. Warna hitam melambangkan nafsu Muthmainah yang membawa kepada kesabaran dan keagamaan. Berdomisili pada hati. Manusia yang terpengaruh oleh nafsu ini tidak banyak berbicara, banyak diam. Simbol hurufnya adalah HA, pada gerakan shalat adalah sikap “Tumaninah”.
Pada Alam inilah mulai timbulnya kalimah MUHAMMAD, yang mempunyai arti YANG TERPUJI, pada Alam Wahidat di mana terciptanya BUMI, LANGIT, MATAHARI, BULAN DAN BINTANG-BINTANG beserta segala isinya.
Siapakah yang dapat meniru membuat seperti alam semesta tadi? Apakah penciptaan itu adalah YANG TERPUJI? Yang penjelmaannya karena mempunyai sifat RAHMAN dan RAHIM.
Pada Alam ini pula terciptanya agama yaitu:
1. Keberadaan Sahadat yaitu karena adanya Johar Awal.
2. Keberadaan Shalat yaitu karena adanya Sinar Merah.
3. Adanya Zakat yaitu karena adanya Sinar Kuning.
4. Adanya Puasa yaitu karena adanya Sinar Putih.
5. Adanya Ibadah Haji yaitu karena adanya Sinar Hitam.
Jelaslah bahwa semua berasal dari Asma Allah, Hakekatnya Nur Muhammad dengan Empat Sinar, kelima Johar Awal.
SHALAT LAMBANG WUJUD MANUSIA
Sesungguhnya sholat itu adalah wujud dari manusia yang sejati,gambarannya adalah sebagai berikut:
1. Yang menjadi Badannya manusia didalam Sholat adalah Niat
Segala amal perbuatan didahului dengan Niat,wujud dari niat tersebut berupa gerak dari badan/anggota tubuh manusia.Dan niat yang sebenarnya adalah INGAT dan mengingatkan kembali pada diri kita bahwa segala gerak tubuh dan nafas ini milik Allah,dan saatnya diri secara keseluruhan manunggal Rasa,manunggal rupa,manunggal wujud dan manunggal hidup dengan dzat yang Maha Tunggal.
2. Yang menjadi Aqalnya manusia didalam Sholat adalah Takbiratul Ihrom.
Didalam Takbir adalah ma’rifatnya seorang hamba dan sejatinya mengetahui dengan aqal dihati (Fuad) dan aqal dikepalanya bahwa hidup itu adalah Allah dan Muhammad adalah badan/gerak prilaku manusia.
3. Yang menjadi Kepalanya manusia didalam sholat adalah Doa Al-Fatihah
Maksudnya adalah sebagai pembuka dan syahnya perilaku badan memasuki alam kefanaan/mi’raj ,dengan menyatukan segala kehendak,rasa kepada kehendak dan rasa yang Tunggal,saat membaca surah Al- Fatihah, manusia mensyukuri nikmat karunia-Nya (ALHAMDULILLAHIRRABBIL’ALAMIIN) ,dimana saat pertama ruh masuk kejasad berawal dari kepala,sehingga menghidupkan anggota dari kepala yang meliputi aqal dan alat inderawi .
Kebaikan ataupun dosa,berawal dari rangsangan yang ada dikepala manusia meliputi aqal dan alat inderawinya,sehingga menimbulkan dampak perilaku pada anggota tubuh yang lainnya.
Karna itu manusia hendaknya selalu ingat kepada Allah dengan menjaga organ sekitar kepala untuk menghindari kemaksiatan/dosa.
4. Yang menjadi Matanya manusia didalam Sholat adalah Ruku’
Didalam Ruku’ adalah wujud berimannya Ruh dan badan kepada Dzat Yang Maha Tunggal yang telah menciptakan seluruh yang ada dialam dunia. Manusia hendaknya bisa melihat dengan indera penglihatanya sesuai fungsinya dan bisa saling tolong-menolong, menghargai,menghormati,tenggang rasa,saling menjaga,tidak berbuat kerusakan, tidak merasa lebih tinggi/sombong terhadap makhluk ciptaan lainnya.
5. Yang menjadi Tulangnya manusia didalam sholat adalah membaca Sami’allaahu liman hamidah.
Fungsi tulang adalah sebagai penegak dan pelindung organ tubuh,segala sesuatu yang dipelajari ataupun didengar tidak akan akan bisa terwujud tanpa perilaku,oleh karena itu manusia hendaklah melanggengkan apa yang didengarnya,dipelajarinya,dipahaminya kepada perilaku nyata sebagai wujud ingat kepadanya dalam perilaku kebaikan. (SAMI’NA WA ‘ATHONA)
6. Yang menjadi Otot/Urat Syarafnya manusia didalam Sholat adalah Sujud.
Didalam Sujud adalah sebagai bukti Syahnya diri/raga/dat, bahwa adanya diri manusia karna adanya Allah,wujud badanya manusia hakekatnya hanya Allah yang ada danmenggerakkannya.Dan manusia tiada daya/kekuatan, serta akan kembali lagi kepada Dzat Pencipta.
Apabila otot/syaraf manusia tidak berfungsi(sudah mati/kena penyakit struk),maka ia tidak bisa bergerak dan tidak bisa lagi merasakan.Sejatinya yang memberi rasa manusia adalah BUMI.
7. Yang menjadi Ruhnya manusia didalam Sholat adalah Ruku’ dan Sujud
Ruh yang telah memberi hidup kepada raga/jasad. Pada hakekatnya manusia sejati adalah manusia yang dalam sholatnya selalu mengingat akan hidup,yaitu hidup dialam kelanggengan,dimana alam kelanggengan ini berasal dari Alif Mutakallim Wahid atau Sejatinya Cahaya / Nur Jati
Ruku’nya sholat mengingatkan kepada manusia terhadap Sang Pencipta yang telah memberinya nafas( anasir angin) kehidupan, anasir angin terbagi menjadi 4 macam :
1. Nafas adalah angin yang keluar dari hidung cahayanya putih dan menciptakan indera penciuman pujinya LAA ILAHA ILLALLAAH
2. Tanafas adalah angin yang keluar dari telinga cahayanya kuning dan menciptakan indera pendengaran pujinya YAA ALLAH YAA MUHAMMAD
3. Anfas adalah angin yang keluar dari mulut cahayanya merah dan menciptakan ucapan pujinya ALLAHU…ALLAHU
4. Nufus adalah angin yang keluar dari mata cahayanya Hijau yang menciptakan Penglihatan pujinya YAA HUU…ALLAHU
Angin yang 4 macan tersebut disebut juga sebagai SIRRULLAH
Didalam sujudnya sholat mengingatkan manusia akan anasir air kehidupan yang terdiri dari 4 perkara :
1. Air Nur Mani terletak dikepala
2. Air Nur Maningkem terletak didada
3. Air Nur Madzi terletak diperut
4. Air Nur Wadi terletak dikaki
8. Yang menjadi Kulitnya manusia didalam Sholat adalah Duduk Tahiyyat.
Didalam Duduk Tahiyyat adalah Tasdjid atau Tahiyyat sejati,tidak akan berlafadz Allah bila tidak ada Tasdjid ,bila Tasdjid sebagai johar awal,maka kulit sebagai pembentuk awal manusia sebelum organ tubuh yang lainnya . Coba sekarang dibayangkan bagaimana seandainya manusia tanpa kulit ?… tentu manusia tidak bisa hidup karna semua isi didalam tubuhnya akan keluar terburai dan mudah terkontaminasi oleh berbagai penyakit dan segala pengaruh buruk dari luar.
Jadi hakekatnya Kulit adalah diam/jumeneng dan sifatnya tetap/langgeng maksudnya hendaknya manusia selalu langgeng dalam mengingat pada dzat yang Hidup langgeng tanpa nama dan tanpa suara dimana sifat 20 sudah menyatu didalamnya.
9. Yang menjadi Tangannya manusia didalam Sholat adalah Dua kalimat Syahadat.
Dua kalimat syahadat adalah tanda keimanan manusia ketika diucapkannya namun pembuktian keimanan yang lestari/langgeng tersebut terdapat di Tangannya,sebab perilaku baik atau kejahatan seringkali diwujudkan melalui tangan.
contoh:
-Ketika didalam kebaikan untuk melestarikan kalimat syahadat dan kitab suci Al-qur’an,maka manusia menggunakan tangannya untuk menulis dan memperbanyak cetakkan Al-Qur’an,sehingga sampai sekarang tetap bisa dinikmati,dipelajari bagi generasi manusia berikutnya.
-Ketika manusia ingin memberi ,maka ia menggunakan tangannya untuk memberikan sesuatu,tidak mungkin kita mau memberi menggunakan kaki..? tentu tidak sopan
-Ketika manusia berada didalam kejahatan ,maka anggota tubuh yang sering digunakan adalah tangannya ,yaitu ketika mencuri,membunuh,korupsi,memukul,memperkosa juga awalnya melakukan kekerasan/pemaksaan dengan tangannya sebelum anggota tubuh yang lainnya.
Bila secara berurutan perilaku baik dan buruk awalnya karna adanya rangsangan terhadap alat indera tubuh ,sehingga menimbulkan reaksi gerak anggota tubuh yang lainnya dan sebagai puncak aksi reaksi negatif yang tak tertahan terletak pada Tangan.
Karna itulah ditangan terdapat simbol dan tanda kekuasaan Allah,ditelapak tangan berupa Asmaul Husna dan jari-jari membentuk lafadz Allah. Maksudnya agar manusia selalu ingat dan waspada terhadap syahadat kepada dzat yang Maha Suci untuk selalu langgeng menggunakan tangannya sesuai sifat Asmaul Husna tersebut.
10.Yang menjadi Kakinya manusia didalam Sholat adalah Salam.
Didalam Salam sebagai wujud berkumpulnya semua aspek sholat dari seluruh anggota tubuh manusia yang harus dilakukan secara langgeng. Dan direalisasikan melalui Kaki,maksudnya harus diupayakan,atau ada tindakan nyata yaitu melangkahkan kakinya kepada sesuatu kebaikan yaitu dengan saling memberikan kesejahteraan ,saling peduli,tolong-menolong,saling memberi,dll.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa sejatinya sholat adalah perilaku/budi pekerti/tata krama manusia kepada Sang Maha Pencipta,kepada diri pribadi dan kepada semua makhluk ciptaan-Nya.
VERSI LAIN
Pemahaman Martabat 7
Di Alam Lahut
1)ZAT senata-mata belum tajalli nama Allah . ZAT MUTLAK < WAJIBAL UJUD> LAISAKAMISHLIHI SYAIUN. MAHA SUCI ZAT. WUJUD HAKIKI
( mertabat ketuhanan )
Di alam jabarut ( mertabat ketuhanan ) – Kenyataan Pertama ,
SIFAT BG ZATNYA juga dikenali :
1) Hakikat Muhammad/NUR Muhammad (bukan Nabi saw sbb belum zahir nabi di alam nyata)
2) Sifat tak bercerai dengan Zat.
3) A’yan Tsabitah .
(Martabat ketuhanan)
Di Alam malakut
ASMA” dan AF”AL bagi ZATNYA
1) hakikat Insan – kenytaan kedua .
(Martabat ketuhanan)
TIga martabat di atas belum ada masa, ruang , bentuk
____________________________________________________________
Di alam arwah…( mertabat kehambaan)
1) ruh quddus,rabbani(bg nabi saw ) Insan Kamil Wa Mukamil. bapak sekelian RUH.
2) Ruh Ammar Rabbi . Terbit sekelian Ruh para Nabi dan para mukmin
3) Tempat Tajalli 7 sifat maani dan 7 ma’nawiyyah Allah.
Jauhar – (perkara halus yang tidak boleh dikerat dan dibelah)
Perhimpunan segala Ruh belum ada perceraian.
Di alam misal
1) Alam warna – sini le mula pemecahan warna.. 7 warna
yang mana jadi manusia, yang mana jadi binatang,yang mana jadi jin , bla bla bla tu semua alam misalan, dimisalkan segala perkara
Mulanya perceraian tiap-tiap Ruh
Aradh (sifat makhluk yang baharu spt, kecil , putih , hitam, dll tidak boleh berdiri dengan sendirinya.
Di Alam Ajsam
1) dikumpulkan nafs nafs
2)Adam mula menamakan asma asma – Nama kita.
3)dan lahirlah zuriat zuriat bagi adam yang kemudiannya membuat lakon dimukabumi
Di Alam Insan
kemudian barulah dibalut dengan Hijab ke7, iaini alam Insan
Alam insan ni kita baruler pakai gene mak bapak kita
Tubuh Nabi Adam (bapak sekelian Tubuh)- Tanah Api Air Angin
Tubuh sekelian Nabi dan Aulia’ (para wali)
Tubuh Nabi Muhammad yg zahir – keinsanan Muhammad. Zahir Muhammad
Tubuh anak cucu Adam/Tubuh kita – Wazi (benih dari ibu) Mani(benih dari bapa) Maknikam (jadi nutfah – embryo)
Juz’iyah (Sesuatu yg berhubung-hubung spt kaki, tangan dan lain2).

SEJATINYA SUWUNG - SUWUNG SEJATI.
Keadaan jiwa atau hati yang telah mendapatkan ilham biasa dianalogikan dengan menerima CAHAYA. “Ilham atau kata-kata Tuhan diungkapkan ke dalam bahasa manusia dengan kata CAHAYA. Sebab Ilham itu sendiri (an sich) tidak bisa diungkapkan dengan bahasa manusia. Ilham adalah bahasa Tuhan, yang berbeda dengan bahasa manusia. Namun Ilham bisa dipahami oleh orang yang menerimanya, bahkan hewan dan alam pun mampu memahami bahasa Tuhan.
IHLAM bisa ditafsirkan sebagai: DISUSUPKANNYA KEDALAM HATI YANG MAMPU MENANGKAP VIBRASI/GETARAN YANG DAPAT DIPERGUNAKAN UNTUK MEMBEDAKAN ANTARA YANG SESAT DAN YANG PETUNJUK, dan mungkin hal ini di jaman kita sekarang ini dikenal dengan istilah MATA HATI.
“Mohon maaf bila saya terpaksa harus menjabarkan ILMU MA’RIFAT, yaitu ilmu untuk mengenal dzat, sifat dan perbuatan Tuhan. Selain ilmu, hendaknya melakukan KOMUNIKASI KEPADA TUHAN SERTA PASRAH DIRI SECARA TOTAL. Kepasrahan adalah menggantungkan sikap jiwa untuk patuh kepada Tuhan dengan segenap tata cara ngelmu dan laku yang telah ditentukan, agar kita mendapatkan cahaya keimanan yang lebih dalam.
Kenapa Tuhan memberikan perimpamaan petunjuk itu dengan dzat cahaya, kok tidak dengan air, tanah atau yang lain?
Sebab Tuhan paham sifat-sifat cahaya. Cahaya itu bersemayam di dalam HATI ORANG-ORANG YANG TERPILIH DAN DIKEHENDAKI-NYA. Dengan cahaya itu Tuhan membimbing dan menuntun hati agar mampu memahami ayat-ayat Tuhan serta nasehat-nasehat Tuhan. Tuhan-lah yang akan ‘menghantar’ jiwa kita melayang menemui-Nya dan yang akan menunjukkan ‘jalan ruhani’ kita untuk melihat-Nya secara ‘nyata’. Dengan ‘cahaya-Nya’, kita bisa membedakan petunjuk dari syetan atau dari Tuhan swt. Sehingga kita diharapkan untuk selalu bersungguh-sungguh berjalan di jalan Tuhan, sehingga Dia akan memberi cahaya kepada manusia yang menuju jalan-jalan Tuhan, yaitu jalan kebenaran.
Syarat untuk mendapatkan cahaya petunjuk, Hendaknya kita melakukan perbuatan yang diwajibkan dan dianjurkan-Nya, terus menerus mengingat-Nya secara kontinyu baik berdiri, duduk, maupun berbaring jiwa selalu terjaga. Sebab didalam setiap perilaku itu sejatinya selalu berhadapan dengan Tuhan.Dan akhirnya Tuhan menyambut ingatan kita, dengan sambutan kasih sayang serta memberinya cahaya penerang bagi hatinya yang merelakan dan membuka untuk menerima Tuhan sebagai junjungannya, dengan ditandai rasa tenang yang luar biasa.
Hambatan untuk bertemu Tuhan. Dalam agama, hambatan ini kerap ditunjuk dengan istilah HIJAB. Istilah ini muncul setelah orang mulai serius mendalami pengetahuan tentang TATA CARA MENGENAL TUHAN dengan segala cara ibadah sampainya seseorang kepada tingkat IKHLAS. Yaitu ORANG YANG BENAR-BENAR BERADA DALAM KEADAAN RELA DAN MENERIMA TUHAN SEBAGAI TUHANNYA SECARA TRANSENDEN.
Hijab adalah tirai penghalang lajunya JIWA menuju SANG PENCIPTA. Penghalang itu adalah kabut yang menutupi MATA HATI, sehingga hati tidak mampu melihat kebenaran yang datang dari Tuhan. CAHAYA TUHAN tidak bisa ditangkap dengan pasti. Dengan demikian manusia akan selalu berada dalam keragu-raguan atau was-was. Karena ketertutupan atau terhijabnya kita atas keberadaan Tuhan disebabkan kebodohan dan sangkaan akan Tuhan yang keliru.
Hati merupakan pusat dari segala keburukan, hati pusat kemunafikan, kemusyrikan, dan merupakan pusat dari apa yang membuat seorang manusia menjadi manusiawi. Dan pusat ini merupakan tempat dimana mereka bertemu dengan Tuhannya. Merupakan janji Tuhan saat fitrah manusia menanyakan dimanakah Tuhan? Lalu, Tuhan menyatakan diri-Nya berada SANGAT DEKAT. Pertanyaan tentang keberadaan Tuhan sering kali kita mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan, bahkan kita mendapatkan cemoohan sebagai orang yang terlalu mengada-ada. Padahal, menanyakan keberadaan Tuhan adalah merupakan pertanyaan dasar manusia.
Didalam kitab suci disebutkan bahwa keberadaan Tuhan sebagai wujud yang sangat dekat. Jawaban atas pertanyaan dimanakah Tuhan diungkap dengan jawaban secara DIMENSIONAL. Jawaban-jawaban tersebut tidak sebatas itu, akan tetapi dilihat dari perspektif seluruh sisi pandangan manusia seutuhnya. Saat pertanyaan itu terlontar “dimanakah Tuhan “, Tuhan menjawab “….Aku ini dekat “, kemudian jawaban meningkat sampai kepada “Aku lebih dekat dari urat leher kalian…atau dimana saja kalian menghadap disitu wujud wajah-Ku ….dan Aku ini maha meliputi segala sesuatu.”
Keempat jawaban tersebut menunjukkan bahwa TUHAN TIDAK BISA DILIHAT HANYA DARI SATU DIMENSI SAJA, AKAN TETAPI TUHAN MERUPAKAN KESEMPURNAAN WUJUD-NYA
Sangat jelas sekali bahwa Tuhan menyebut dirinya “AKU” BERADA MELIPUTI SEGALA SESUATU, dan DIMANA SAJA ENGKAU MENGHADAP DISITU WAJAH-KU BERADA!!! Kalau kita perhatikan jawaban Tuhan, begitu lugas dan tidak merahasiakan sama sekali akan wujud-Nya.
Ilmu Tuhan memang tidak mudah. Karena kesederhanaan Tuhan ini sudah dirusak oleh anggapan bahwa Tuhan sangat jauh. Dan kita hanya bisa membicarakan Tuhan nanti di alam surga. Untuk mengembalikan prasangka kepada pemahaman yang benar kita hendaknya memperhatikan peringatan Tuhan, bahwa Tuhan tidak bisa disetarakan dengan makhluq-Nya.
Tuhan sebagai wujud sejati biasanya ditafsirkan dengan sifat-sifat Nya yang meliputi segala sesuatu. Akan tetapi kalau Tuhan ditafsirkan dengan sifat-sifat-Nya, yang meliputi segala sesuatu akan timbul pertanyaan, kepada apanya kita menyembah? Apakah kepada ilmunya, kepada kekuasaan-Nya atau kepada wujud-Nya? Kalau dijawab dengan kekuasan-Nya atau dengan ilmu-Nya maka akan bertentangan dengan kehendak Tuhan
Sebab manusia diperintahkan menghadapkan wajahnya kepada wajah Dzat yang Maha Mutlak. Sekaligus menghapus pernyataan selama ini yang justru menjauhkan pengetahuan kita tentang dzat, kita menjadi takut kalau membicarakan dzat, padahal kita akan menuju kepada pribadi. TUHAN, BUKAN NAMA, BUKAN SIFAT DAN BUKAN PERBUATAN TUHAN. KITA AKAN BERSIMPUH DIHADAPAN SOSOK-NYA YANG SANGAT DEKAT.
Pemikiran tentang Tuhan pasti menyinggung hubungan antara dzat, sifat, dan perbuatan Tuhan. Diterangkan bahwa dzat meliputi sifat. Sifat menyertai nama. Nama menandai perbuatan. Hubungan-hubungan ini bisa diumpamakan seperti madu dengan rasa manisnya, pasti tidak dapat dipisahkan. Sifat menyertai nama, ibarat matahari dengan sinarnya, pasti tidak bisa dipisahkan. Nama menandai perbuatan, seumpama cermin, orang yang bercermin dengan bayangannya, pasti segala tingkah laku yang bercermin, bayangannya pasti mengikutinya. Perbuatan menjadi wahana dzat, seperti samudra dengan ombaknya, keadaan ombak pasti mengikuti perintah samudra.
Uraian di atas menjelaskan, betapa eratnya hubungan antara dzat, sifat, nama dan perbuatan Tuhan. Hubungan antara dzat, dan sifat ditamsilkan laksana hubungan antara madu dan rasa manisnya. Meskipun pengertian sifat bisa dibedakan dengan dzat namun keduanya tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya.
Kalimat Tuhan meliputi segala sesuatu adalah kesempurnaan ..dzat , sifat, asma, dan perbuatan. Sebab kalau hanya disebut sifatnya saja yang meliputi segala sesuatu, lantas ada pertanyan, sifat itu bergantung kepada apa atau siapa ? jelas akan bergantung kepada pribadi (Aku) yang memiliki sifat. Kemudian kalau sifat yang meliputi segala sesuatu, kepada siapakah kita menghadap? Kepada Dzat atau sifat Tuhan. Kalau sifat Tuhan sebagai obyek ibadah kita, maka kita telah tersesat, sebab sifat, asma dan perbuatan Tuhan bukanlah sosok dzat yang Maha Mutlak itu sendiri. Semua selain Tuhan adalah AKIBAT ADANYA DZAT. Seperti adanya alam, adanya malaikat, adanya jin dan manusia. Semua ada karena adanya DZAT YANG MAHA AWAL. Seperti perumpamaan madu dan manisnya, sifat manis tidak akan ada kalau madu itu tidak ada. Dan sifat manis itu bukanlah madu. Sebaliknya madu bukanlah sifat manis. Artinya sifat manis tergantung kepada adanya “madu”. Apakah Dzat itu, … seperti apa? Apakah ada orang yang mampu menjabarkan keadaannya ?
Singkat kata, dualitas berkaitan dengan sifat diskursus manusia tentang Tuhan. Untuk bisa memahami Tuhan, kita harus mengerti keterbatasan-keterbatasan konsepsi kita sendiri, karena menurut perspektif ketakperbandingan tak ada yang bisa mengenal Tuhan kecuali Tuhan sendiri. Karena itu kita punya pengertian tentang Tuhan, TUHAN KONSEPSI SAYA DAN “TUHAN” KONSEPSI HAKIKI, YANG BERADA JAUH DILUAR KONSEPSI SAYA. Tuhan yang dibicarakan selalu berkaitan dengan Tuhan dalam “konsepsi saya”. Konsepsi Dzat yang hakiki tidak bisa kita fahami, baik oleh saya maupun Anda. Karena itu kita tidak bisa berbicara tentangnya secara bermakna. bagaimana kita bisa memahami tentang Dia, sedang kata-kata yang ada hanya melemparkan kita keluar dari seluruh konsepsi manusia. Seperti, Dia yang Awal dan yang akhir, Dia yang tampak dan yang tersembunyi, cahaya-Nya tidak di timur dan tidak di barat, tidak laki-laki dan tidak tidak perempuan, tidak serupa dengan ciptaan-Nya.
Kenyataan Tuhan tidak bisa dikenal dan diketahui berasal dari penegasan dasar bahwa DIA tidak sama dengan sesuatu. Karena tuhan secara mutlak dan tak terbatas benar-benar Dzat maha tinggi, sementara kosmos berikut segala isinya hanya bersifat RELATIF maka realitas Tuhan berada jauh diluar pemahaman realitas makhluk. Dzat yang maha mutlak tidak bisa dijangkau oleh yang relatif. Kita dan kosmos (alam) berhubungan dengan Tuhan melalui sifat-sifat-Nya yang menampakkan jejak-jejak dan tanda-tandanya dalam eksistensi kosmos. Kita tidak bisa mengenal dan mengetahui Tuhan dalam dirinya sendiri, tetapi hanya sejauh Tuhan mengungkapkan diri-Nya melalui kosmos (sifat, nama, perbuatan). Sifat, nama, dan perbuatan, secara relatif bisa dirasakan dan difahami MAKNANYA. Akan tetapi DZAT adalah realitas mutlak. Dan untuk memahami secara hakiki harus mampu MENIADAKAN ATAU MEMFANAKAN DIRI, … yaitu memahami bahwa KEBERADAAN MAKHLUK BERSIFAT TIADA.
Ketika kita melihat kereta api berjalan diatas rel, terbetik dibenak kita suatu pertanyaan. Bagaimana roda-roda yang berat itu bisa bergerak dan lari. Tak lama kemudian kita akan sampai kepada pemikiran tetang alat-alat dan mesin-mesin itulah yang menggerakkan roda yang berat itu. Adakah setelah itu kita dibenarkan jika berpendapat bahwa alat kereta itu sendiri yang menggerakkan kereta tersebut. Perkaranya tidak semudah itu, sebab kita tidak boleh mengabaikan bahwa disana ada masinis yang mengendalikan mesin. Kemudian ada insinyur yang menciptakan rancangan dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan, maka pada hakekatnya tak ada wujud bagi kereta itu, dan tidaklah mungkin terjadi gerakan dan perputaran pada roda-roda tanpa kerja insinyur. Mesin-mesin itu bukanlah akhir dari cerita sebuah kereta api, akan tetapi hakikat yang paling akhir adalah akal yang telah mengadakan mesin itu, kemudian menggerakkan menurut rencana yang telah dipersiapkan.
Mengikuti ilustrasi realitas kereta api, mulai dari gerbong yang digerakkan oleh roda-roda, kemudian roda-roda digerakkan oleh mesin, mesin digerakkan oleh masinis, dan semua itu direncanakan, oleh yang menciptakan yaitu insinyur. Pertanyaan terakhir adalah : “Mungkinkah roda-roda, mesin, dan alat-alat kereta api itu mampu melihat yang menciptakan?” Jawabannya adalah insinyur itu sendiri yang mengetahui akan dirinya, sebab kereta api dan insinyur berbeda keadaan dan bukan perbandingan. Realitas instrumen kereta api tidak ada satupun yang serupa jika dibandingkan dengan keadaan realitas insinyur. Kemudian mengetahui keadaan realitas kereta api dari awal sampai akhir, merupakan kefanaan atau penafian bahwa realitas kereta api adalah ciptaan semata.
Realitas bahwa Dzat tuhan tidak bisa dibandingkan dengan sesuatu berlaku sampai di akhirat kelak. Walaupun Tuhan sendiri mengatakan bahwa manusia di alam surga akan melihat realitas Tuhan secara nyata atas eksistensi Tuhan, bukan berarti kita melihat dengan perbandingan pikiran manusia. Yang dimaksud melihat secara hak disini adalah kesadaran jiwa muthmainnah yang telah lepas dari ikatan alam atau kosmos.
yang disebut SUWUNG, atau biasa disebut FANA keadaan ini manusia dan alam seperti keadaan sebelum diciptakan yaitu keadaan masih kosong awang uwung atau SUWUNG kecuali DIA sendiri yang ada. Tidak ada yang mengetahui keadaan ini kecuali Tuhan sendiri.
Keadaan awal tidak ada yang wujud selain Tuhan, tidak ada ruang, tidak ada waktu, tidak ada alam apapun yang tercipta. Ada yang menarik dalam peristiwa “pertemuan” nabi Musa dengan Tuhan dulu. Itulah keadaan SUWUNG manusia dan alam. Yakni keadaan hancur luluh lantak keadaan gunung Thursina dan keadaan Musa EKSTASE jatuh PINGSAN. Setelah gunung itu hancur dan Musa-pun jatuh pingsan, TIDAK SATUPUN YANG TERLINTAS REALITAS APAPUN DIDALAM PERASAN MUSA DAN FIKIRANNYA, KECUALI IA TIDAK TAHU APA-APA. Yaitu realitas konsepsi manusia dan alam tidak ada (fana). Dalam keadaan inilah Musa melihat realita Tuhan, bahwa benar Tuhan tidak bisa dibandingkan oleh sesuatu apapun. Kemudian Musa kembali sadar memasuki realitas dirinya sebagai manusia dan alam. Musa berkata :aku orang yang pertama-tama beriman..dan percaya bahwa Tuhan tidak seperti konsepsi “saya”. Setelah kita mengetahui dan faham akan Dzat, sifat, dan perbuatan Tuhan, teranglah fikiran dan batin kita, sehingga secara gamblang kedudukan kita dan Tuhan menjadi jelas, yaitu yang hakiki dan yang bukan hakiki. Terbukalah mata kita dari ketidaktahuan akan Dzat. Ketidaktahuan inilah yang saya maksudkan dengan tertutupnya hijab, sehingga perlu disadarkan oleh kita sendiri dan kemudian mengenal-Nya (ma’rifat)
berarti prasangka terhadap Dia merupakan hijab, Begitulah kenyataannya. Tiada sesuatu benda yang MENUTUPI engkau dari Tuhan, tetapi yang menghijab engkau adalah PERSANGKAANMU ADANYA SESUATU DISAMPING TUHAN, sebab segala sesuatu selain dari Tuhan itu pada hakikatnya tidak ada sebab yang wajib ada hanya Tuhan, sedang yang lainnya terserah kepada belas kasihan Tuhan untuk diadakan atau ditiadakan.
Seorang arif berkata : Semua makhluk ini bagaikan adanya bayangan pohon di dalam air. Maka ia tidak akan menhalangi jalannya perahu. Maka hakikat yang sebenarnya tiada sesuatu benda apapun disamping Tuhan untuk menutupi pandanganmu dari Tuhan. Hanya engkau sendiri mengira bayangan itu sebagai Tuhan. Ibarat seseorang yang bermalam disuatu tempat, tiba-tiba pada malam hari ketika ia akan buang air, terdengar suara angin yang menderu masuk lobang sehingga persis sama dengan suara harimau, maka ia tidak berani keluar. Tiba pada pagi hari ia tidak melihat bekas-bekas harimau, maka ia tahu bahwa itu hanya tekanan angin yang masuk ke lobang, bukan tertahan oleh harimau, hanya karena perkiraan adanya harimau.
Pertanyaan demi pertanyaan timbul dari ketidaktahuan (hijab), kenyataaan bahwa Tuhan sangat dekat tertutup oleh kebodohan ilmu kita selama ini. Tuhan seakan jauh diluar sana sehingga kita tidak merasakan kehadiran-Nya yang terus menerus berada dalam kehidupan kita. Dari keterangan diatas menyimpulkan bahwa kita ternyata telah salah kaprah mengartikan sosok dzat selama ini, yang kita sangka adalah konsepsi “saya”, bukan konsepsi hakiki, yaitu wujud yang tak terbandingkan oleh perasaan, pikiran , mata hati, dan seterusnya. TUHAN KITA ADALAH TUHANNYA MUSA, … TUHANNYA IBRAHIM, … TUHANNYA ISA, TUHANNYA MUHAMMAD, TUHAN KITA SEMUA … YAITU YANG MAHA TAK TERJANGKAU OLEH APAPUN.
Kini saatnya kita KONSENTRASI kepada DZAT…bukan kepada SIFAT: Sembahlah AKU …, sehingga SUWUNGLAH DIRI DAN ALAM SEMESTA. Setelah kita mengetahui dan mengenal Tuhan secara ilmu, maka semakin mudahlah kita untuk memulai berkomunikasi dan berjalan menuju kepada-Nya. KITA TELAH MEYAKINI BAHWA KITA AKAN KEMBALI KEPADA-NYA SEKARANG. TIDAK BESOK LUSA ATAU KAPAN-KAPAN.
terimakasih atas respon anda. admin

ERA TASHAWWUF SOCIETY 6.0

Sosialisasi : GENERASI BARU ABAD 21 ERA TASHAWWUF SOCIETY 6.0 (Ki Ageng Sapujagat Al Kajorani Al Jawi) > Revolusi Industri 4.0 mengg...