Jumat, 08 Maret 2019

PANCI SIKEPIS (KOMUNITAS WIRAUSAHAWAN MUDA PANGANDARAN - CILACAP)
































PANCI SIKEPIS 
Komunitas Wirausahawan Muda Pangandaran - Cilacap.

PANCI SIKEPIS : (Pangandaran Cilacap Sistem Islami Komunitas wirausahawan muda Ekonomi kerakyatan Perdesaan Indonesia Sejahtera)

PANCI SIKEPIS

Motto : "Menanam Hari Ini Untuk 1001 Tahun Kedepan"

Slogan : "Dari Tidak Ada Menjadi Ada", "Mulai Dari Sedikit", "Berbagi Pangkal Kaya".

Amanah Perjuangan : "Membangun Pangandaran Cilacap Dengan Sistem Islami Komunitas wirausahawan muda Ekonomi kerakyatan Perdesaan Indonesia Sejahtera Gemah Ripah Loh Jinawi".

Kearifan Lokal : Budaya - Agama - Kemakmuran

VISI :
Untuk Tercapainya Pembangunan Komunitas Dan Membuka Lapangan Pekerjaan Sejahtera Adil Makmur Loh Jinawi.

MISI :
1. Menciptakan Produk, Karakter Sumber Daya Manusia Pekerja Berakhlaqul Karomah;
2. Menciptakan Produksi Minuman Sehat;
3. Memproduksi Aneka Makanan Olahan Sehat;
4. Melayani Konsumen Dengan Amanah Profesional;
5. Mengedepankan Pribadi Pekerja Wirausahawan Tangguh, Tawadlu, Disiplin, Tegas, Lugas, Jelas Manfaat Untuk Pelanggan;
6. Memberdayakan Potensi Keilmuan Pekerja Dalam Menunaikan Kerja;
7. Menghasilkan Pengamalan Kerja Nyata Produk dan Jasa Berkualitas.

terimakasih atas respon anda. admin

Kamis, 07 Maret 2019

Soal Nahwu dan Tashrif, ini Pentingnya Menguasai Nahwu dan Shorof




Salah satu ilmu terpenting untuk memahami al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw. adalah Ilmu Nahwu Shorof, yang mana keduanya ditulis dengan bahasa Arab dan tidak akan bisa dipahami kecuali dengan keduanya.

Disebutkan dalam beberapa kitab bahwa:

إنّ الصرف أمّ العلوم والنحو أبوها
Ilmu sharaf adalah induknya ilmu, sedangkan ilmu nahwu adalah bapaknya.

Muhammad Al-Tahanuwi al-Hanafi, yang wafat setelah tahun 1158 H menjelaskan bahwa ungkapan ini menggambarkan bahwa seluruh ilmu bahasa arab dan ilmu syar’i membutuhkan ilmu ini (yakni ilmu nahwu dan sharaf), seperti ilmu tafsir, hadits, fikih dan ilmu kalam (ilmu manthiq).

Ilmu Nahwu adalah ilmu yang membahas tentang perubahan harakat akhir dalam kalimat, yang mana jika seseorang salah dalam memberi harokat suatu teks arab terlebih al-Qur’an dan Sunnah maka akan merubah makna teks tersebut.

Oleh sebab itu, ilmu Nahwu Shorof diibaratkan dengan“An-Nahwu Abu al-Ilmi wa al-Shorf Ummuhu (Ilmu Nahwu adalah Bapakya segala ilmu sedangkan Ilmu Shorof adalah Ibunya).

Tentang pentingnya ilmu Nahwu Shorof, Al-Imam Mujahid mengatakan, “Tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir berbicara tentang Kitab Allah (Agama Allah) sedang ia tidak tahu akan ilmu Nahwu.”

AKIBAT TIDAK TAHU ILMU NAHWU SHOROF
Perbedaan dalam meng-i’rob (memberi harokat) al-Qur’an, akan berakibat pada perbedaan makna yang dikandungnya.

Sebagai contoh, kita tahu bahwa huruf athof wawu (و) artinya dalam bahasa Indonesia adalah “dan”, contoh جاء محمد وعمر: artinya adalah Muhammad dan umar datang. Tapi, datangnya Muhammad tersebut secara bersamaan atau muhammad datang baru setelah itu baru disusul Umar? Di sinilah penguasaan Ilmu Nahwu Shorof akan sangat menentukan.

Huruf Athof dalam Ilmu Nahwu bisa berarti Mutlaqil Jam’i (berkumpul) dan bermakna Tartib (berurutan), jika Huruf Athof itu bermakna yang pertama, maka : kata جَاءَ مُحَمَّدٌ وَعُمْر Maka artinya adalah: Muhammad dan umar sama-sama datang.

Tetapi kalau wawu athaf di sini bermakna li tartib maka arti dari kalimat: جاء محمد وعمر di sini adalah: Muhammad datang, kemudian setelah itu baru Umar, jadi berurutan.

PERBEDAAN PENDAPAT FIKIH TERSEBAB PENGUASAAN ILMU NAHWU SHOROF
Mari kita amati bagaimana ilmu Nahwu Shorof sangat berpengaruh pada hasil istinbath hukum para Ulama Fikih. Kita ambil contoh dalam bab tata cara wudhu. Allah berfirman dalam surat Al-Maidah,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Wahai orang-orang yang beriman jika kamu henda melakukan sholat, maka basulah wajahmu- dan tangan-tanganmu sampai siku-sikumu, dan usaplah kepalamu dan kakimu sampai kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 06)

Jika wawu athaf yang ada pada ayat ini bermakna tartib, maka hendaknya wudhu harus dilakukan secara tertib/berurutan, yaitu: dengan membasuh muka kemudian kedua tangan, mengusap sebagian kepala, dan membasuh kedua kaki, sebagaimana Madzab Syafi’i dan Jumhur Ulama (mayoritas ulama). Dengan kata lain tidak boleh mendahulukan tangan kemudian baru membasuh muka.

Berbeda dengan Syafiiyyah, ulama’ Hanafiyyah tidak mensyaratkan wudhu’ harus tartib/berurutan. Sebab mereka memaknai wawu Athof tersebut sebagai Mutlaqul Jam’i, maka berwudhu tidak harus berurutan,  boleh tangan dulu setelah itu baru membasuh muka dan seterusnya. Hal ini dikarenakan bahwa Maqashid atau tujuan dari wudhu adalah Thoharoh, maka ketika semua anggota wudhu terbasuh maka sah wudhunya.

Perbedaan meng-athofkan sebuah kalimat juga menyebabkan mereka berbeda pendapat dalam hal membasuh/mengusap kaki dalam berwudhu.

Pendapat Mayoritas Ulama’ bahwa kata و أرجلكم  dibaca nashob karena diathofkan pada  kata وجوهكم yang dibaca Nashob. Di sini Allah memerintahkan orang Mukmin untuk membasuh muka. Maka jika kata أرجلكم diathofkan pada kata وجوهكم maka kaki harus dibasuh sebagaimana membasuh muka.

Beda dengan Madhzab al-Zhahiri, yang meng-athofkan kata  أرجلكم kepada kata برؤُوسكم yang dibaca jer, yang mana Allah memerintahkan untuk mengusap kepala, jika أرجلكم diathofkan pada kata رءوسكم yang dibaca jer, maka cukup hanya dengan mengusap kaki tidak membasuhnya.

Inilah pentingnya pahami ilmu Nahwu-Shorof untuk memahami makna yang terkandung dalam al-Qur’an.

MOTIVASI BELAJAR ILMU NAHWU SHOROF DARI IMAM AL-IMRITI
Imam al-Imriti dalam Nadzm mengatakan:

Sesungguhnya Nahwu adalah yang paling utama untuk dipelajari,
Yang mana seseorang tidak akan memahami al-Qur’an dan as-Sunnah kecuali dengannya,
***
Tujuan mempelajari Nahwu adalah untuk memahami al-Qur’an,
Dan Sunnah Nabi saw secara detail.

http://www.ngaji.web.id/2019/03/viral-ustad-ustad-ngawur-soal-nahwu-dan.html
INI JUGA DINAMAKAN ILMU ALAT
terimakasih atas respon anda. admin

ILMU SHOROF DHOMIR-DHOMIR YANG TERPISAH

DHOMIR-DHOMIR YANG TERPISAH


الضّمَائِرُ المُنْفَصِلَة
Sebagaimana telah kita pelajari pada pelajaran yang telah lalu, bahwa dhomir itu dibagi menjadi 2:
1) Dhomir munfashil
2) Dhomir muttashil.
Pada pelajaran kali ini, kita akan mempelajari tentang pembagian dhomir munfashil.
Dhomir² munfashil dibagi menjadi 2:
a) Dhomir  rofa' munfashil
b) Dhomir nashob munfashil
a) Dhomir  Rofa' Munfashil
___________________________
Dhomir rofa' munfashil ada 14, yaitu:
هُوَ - هُمَا - هُمْ - هِيَ - هُمَا - هُنَّ
أَنْتَ - أَنْتُمَا - أَنْتُمْ - أَنْتِ - أَنْتُمَا - أَنُتُنَّ
أَنَا - نَحْنُ
Penjelasan:
1) Kelompok pertama (baris pertama) adalah dhomir  untuk ghoib yaitu kata ganti untuk orang ketiga.
هُوَ - هُمَا - هُمْ - هِيَ - هُمَا - هُنَّ
Dibagi menjadi dua:
1. Untuk mudzakar : هُوَ - هُمَا - هُمْ
2. Untuk muannats: هِيَ - هُمَا - هُنَّ
2) Kelompok kedua (baris kedua) adalah dhomir untuk mukhoththob yaitu kata ganti untuk orang kedua.
أَنْتَ - أَنْتُمَا - أَنْتُمْ - أَنْتِ - أَنْتُمَا - أَنُتُنَّ
Dibagi menjadi dua:
1. Untuk mudzakar : أَنْتَ - أَنْتُمَا - أَنْتُمْ
2. Untuk muannats: أَنْتِ - أَنْتُمَا - أَنُتُنَّ
3) Kelompok ketiga (baris ketiga) adalah dhomir untuk mutakallim yaitu kata ganti untuk orang pertama.
أَنَا - نَحْنُ
Dimana, dhomir  أَنَا - نَحْنُ  ini berfungsi sebagai kata ganti untuk mudzakar sekaligus untuk muannats juga.
Arti dari masing² dhomir tersebut diatas adalah sbb:
هو -
Artinya: dia seorang laki-laki.
هما -
Artinya: mereka dua orang laki-laki.
هم -
Artinya: mereka laki-laki.
هي -
Artinya: dia seorang perempuan.
هما -
Artinya: mereka dua orang perempuan.
هنّ -
Artinya: mereka perempuan.
انتَ -
Artinya: kamu seorang laki-laki.
انتما -
Artinya: kamu dua orang laki-laki.
انتم -
Artinya: kalian laki-laki.
انتِ -
Artinya: kamu seorang perempuan.
انتما -
Artinya: kamu dua orang perempuan.
انتنّ -
Artinya: kalian perempuan.
انا -
Artinya: saya,aku,beta
نحن -
Artinya: kami, kita.
b) Dhomir Nashob Munfashil
_____________________________
Dhomir nashab munfashil ada 14, yaitu:
اِيَّاهُ - اِيَّاهُمَا - اِيَّاهُمْ - اِيَّاهَا - اِيَّاهُمَا - اِيَّاهُنَّ
اِيَّاكَ - اِيَّاكُمَا - اِيَّاكُمْ - اِيَّاكِ - اِيَّاكُمَا - اِيَّاكُنَّ
اِيَّايَ - اِيَّانَا
Penjelasan untuk dhomir nashab munfashil ini sama dengan dhomir rofa' munfashil yang telah dijelaskan diatas.
Kecuali tentang maknanya, ada perbedaan antara dhomir nashab munfashil dengan dhomir rofa' munfashil.
Contohnya:
☞Dhomir rofa munfashil هُوَ artinya dia seorang laki-laki
Dhomir nashob munfashil اِيَّاهُ artinya kepada dia seorang laki-laki.
☞Dhomir rofa munfashil اَنْتَ artinya kamu seorang laki-laki
Dhomir nashob munfashil اِيَّاكَ artinya kepada kamu seorang laki-laki.
Demikian seterusnya.

terimakasih atas respon anda. admin

ILMU SHOROF Shahih (Bab: Tsulátsi Mujarrad Fa'ala - Yaf'ulu)

DEFINISI ILMU SHOROF
________________________
Ilmu shorof adalah ilmu yg memalingkan satu kata menjadi beberapa rupa dan sifat untuk menghasilkan beberapa makna
Kita masuk pada pembahasan yang pertama:


الباب الأول من ثلاثى المجرد
Al baabul awwal min tsulaatsi al mujarrad.
Bab yang pertama dari tsulatsi almujarrad.


BAB 1: TSULÂTSI AL MUJARRAD
1) Dikatakan tsulâtsi karena asalnya terdiri dari 3 huruf:فعل, yaitu fa', 'ain dan lam :  ف - ع - ل
2) Dikatakan mujarrad karena tidak ada tambahan lain padanya.
TASHRIF

Wazan/timbangannya adalah:
فعل يفعل فعلا ومفعلا فهو فاعل وذاك مفعول افعل لا تفعل مفعل مفعل مفعل.
Fa'ala ,yaf'ulu,fa'lan,wa maf'alan,fahuwa faa'ilun,wa dzaaka maf'uulun,uf'ul,laa taf'ul,maf'alun,maf'alun,mif'alun.
Perhatikan makna wazannya:
fa'ala (فعَل)= fiil maadhi,bentuk lampau
yaf'ulu(يفعُلُ)= fiil mudhaari,sedang terjadi atau yg akan datang.
fa'lan(فعلاً) =mashdar,merupakan urutan ketiga dalam tashrif.
maf'alan(مفعلا)=mashdar mim,yang diawali dengan mim.
faa'ilun(فاعل)= fail,pelaku.
maf'uulun(مفعول)=maf'ul,objek/yg dikenai pekerjaan.
uf'ul(افعُل)= fi'il amr,perintah
laa taf'ul ( لا تفعُل)=nahyi,larangan
maf'alun ,maf'alun (مَفعَل )= disebut dua kali sebagai isim makan dan isim zaman.
mif'alun( مِفعَل)=isim alat
Untuk memudahkan memahaminya,kita masuk pada contoh kata-katanya.
________________________
1. TASHRIF FIIL SHAHIH
________________________
Contoh yg shahih:
نصر(nashoro)
Perhatikan:
Yang dimaksud dengan shahih disini adalah kata yang huruf penyusunna tidak mengandung huruf-huruf illah*)
*)huruf illah itu terdiri dari 3:
ا alif,و waw, ي ya
Coba kita mentashrif kata nashoro sesuai wazan diatas:
Nashoro نصَر
Yanshuru ينصُر
Nashron نصراً
Wa manshoran ومنصَراً
Fahuwa naashirunٌفهو ناصِر
Wa dzaaka manshuurun وذاك منصور
Unshur انصر
Laa tanshur لا تنصر
Mansharunمَنصرٌ
Mansharunمَنصرٌ
Minsharunمِنصرٌ
Artinya:
Nashoro نصَر = telah menolong
Yanshuru ينصُر = sedang/akan menolong
Nashron نصراً= pertolongan
manshoron منصَراً =pertolongan
naashirunٌ ناصِر= penolong
manshuurun منصور =yang ditolong
Unshur انصر=tolonglah
Laa tanshurلاتنصر= jangan engkau menolong
Manshorunمَنصرٌ= tempat menolong
Manshorunمَنصرٌ =waktu menolong
Minshorunمِنصرٌ =alat untuk menolong

terimakasih atas respon anda. admin

ILMU SHOROF Fi'il Tsulatsi Mujarrad الفعل الثلاثي المجرد

Fi'il Tsulatsi Mujarrad
الفعل  الثلاثي المجرد

Fi'il  Tsulatsi Mujarrod فعل ثلاثي مجرد   yaitu  fi'il yang huruf-huruf asli pada fi'il madhi-nya terdiri dari tiga huruf, dan tidak mendapatkan tambahan huruf apapun.
 
Contoh :
حَسُنَ – ذَهَبَ – عَلِمَ – مَشَى – دَعَا
 
Pola-pola/ wazan fi'il  mujarrod tsulatsi / فعل مجرد ثلاثي  !
 
Ada enam wazan. Perhatikan wazan/pola-pola berikut ini!
Pola
Wazan
Contoh
Nama Pola
I
فَعَلَ  -  يَفْعُلُ
نَصَرَ -  يَنْصُرُ
فَتْحُ ضَمٍّ
II
فَعَلَ  -  يَفْعِلُ
ضَرَبَ  -  يَضْرِبُ
فَتْحُ كَسْرٍ
III
فَعَلَ  -  يَفْعَلُ
فَتَحَ  -  يَفْتَحُ
فَتْحَتَانِ
IV
فَعِلَ  -  يَفْعَلُ
عَلِمَ  -  يَعْلَمُ
كَسْرُ فَتْحٍ
V
فَعُلَ  -  يَفْعُلُ
حَسُنَ  -  يَحْسُنُ
ضَمُّ ضَمٍّ
VI
فَعِلَ  -  يَفْعِلُ
حَسِبَ  -  يَحْسِبُ
كَسْرَتَانِ
 
Keterangan :
Penyebutan nama pola didasarkan pada harakat ain fi'il madhi dan ain fi'il mudharinya.
 
Contoh wazan I yaitu kaidah فتح  -  ضم   !
 
No
Wazan
Contoh
Arti
1
فَعَلَ  -  يَفْعُلُ
قَعَدَ – يَقْعُدُ
Duduk
2
أَخَذَ - يَأْخُذُ
Mengambil
3
قَالَ - يَقُوْلُ
Berkata
4
غَزَا - يَغْزُو
Berperang
5
مَـرَّ – يَـمُرُّ
Melewati
 
 
Contoh wazan II yaitu kaidah فَتْحُ  -  كَسْرٍ  !
 
No
Wazan
Contoh
Arti
1
فَعَلَ  -  يَفْعِلُ
ضَرَبَ – يَضْرِبُ
Memukul
2
وَعَدَ - يَعِدُ
Berjanji
3
سَارَ - يَسِيْرُ
Berjalan
4
وَقَى - يَقِي
Menjaga
5
أَوَى – يَأْوِي
Berlindung
6
أَتَى - يَأْتِي
Datang
7
خَفَّ - يَخِفُّ
Ringan
 
Keterangan :
-    Apabila fa fi'ilnya hamzah atau wawu, maka kebanyakan menggunakan wazan II diatas.
-    Fi'il-fi'il mudhoaf yang pasif/lazim biasanya menggunakan wazan II ini.
 
Contoh wazan III yaitu kaidah فتحتان   !
 
No
Wazan
Contoh
Arti
1
فَعَلَ  -  يَفْعَلُ
ذَهَبَ – يَذْهَبُ
Duduk
2
وَضَعَ - يَضَعُ
Meletakkan
3
يَفَعَ – يَيْفَعُ
Mendaki
4
سَأَلَ - يَسْأَلُ
Bertanya
5
قَرَأَ – يَقْرَأُ
Melewati
Keterangan :
Untuk pola ini biasa terdiri dari fi'il-fi'il yang ain atau lam fi'ilnya adalah huruf-huruf halqi          ( ح –خ -  ء – ع – غ - ﮬ ), sedangkan kalaupun ada selain dari itu, hal itu jarang sekali.

Ø  Berikan contoh wazan IV yaitu kaidah كسر - فتح   !

 
No
Wazan
Contoh
Arti
1
فَعِلَ  -  يَفْعَلُ
فَرِحَ – يَفْرَحُ
Gembira
2
قَوِيَ - يَقْوَى
Kuat
3
حَزِنَ - يَحْزَنُ
Kering
4
خَافَ - يَخَافُ
Takut
5
عَوِرَ – يَعْوَرُ
Menjadi buta sebelah mata
6
شَبِعَ - يَشْبَعُ
Menjadi kenyang
7
عَطِشَ - يَعْطَشُ
Haus
8
سَوِدَ - يَسْوَدُ
Menghitam
 
Keterangan :
-          Untuk pola ini biasa terdiri dari fi'il-fi'il yang menunjuk rasa senang atau lawannya, penuh atau kosong, warna, sesuatu yang cela, ciptaan yang tampak.
-          Fi'il dengan pola ini lebih banyak yang bermakna lazim (pasif) daripada  muta'addi (aktif).

Contoh wazan V yaitu kaidah ضَمَّ – ضَمٍّ 

 
No
Wazan
Contoh
Arti
1
فَعُلَ  -  يَفْعُلُ
شَرُفَ – يَشْرُفُ
Mulia
2
يَمُنَ - يَيْمُنُ
Beruntung
3
أَسُلَ – يَأْسُلُ
Lemas
4
كَبُرَ – يَكْبُرُ
Besar
5
صَغُرَ – يَصْغُرُ
Kecil
6
لَؤُمَ – يَلْؤُمُ
Hina
7
قَبُحَ – يَقْبُحُ
Buruk
8
حَسُنَ - يَحْسُنُ
Baik
 
Keterangan :
-          Untuk pola ini biasanya terdiri dari fi'il-fi'il yang menunjuk sifat, tabiat, prilaku.

Contoh wazan VI yaitu kaidah كسرتان!

 
No
Wazan
Contoh
Arti
1
فَعِلَ  -  يَفْعِلُ
حَسِبَ – يَحْسِبُ
Mengira
2
وَرِمَ – يَرِمُ
Bengkak
3
وَمِقَ - يَمِقُ
Mencintai
.

terimakasih atas respon anda. admin

Selasa, 05 Maret 2019

KISAH KEPIS SUNAN BONANG


Konon, sekitar abad XV, Raja Minangkabau yang sudah sepuh memberi wasiat untuk putranya sebuah kotak berisi kitab. Pesannya, kitab di dalam kotak tersebut hanya boleh dibuka setelah sang raja meninggal.
Sang anak, yang bernama Sultan Mahmud, patuh. Setelah sang sultan sepuh mangkat, kotak yang berisi kitab tersebut dibuka. Namun ternyata kitab tersebut tidak bisa dibaca dan setelah diminta kepada segenap orang-orang pandai di kerajaan tak ada satu pun yang mampu menerjemahkannya. Ini membuat sultan penasaran.
Gundah karena belum mampu melaksanakan perintah sang ayah, Sultan Mahmud pun terus berdoa pada yang Maha Kuasa. Tidak berapa lama ia mendapat petunjuk. Di dalam mimpinya dikatakan bahwa yang bisa menterjemahkan kitab tersebut tinggal di sebelah timur dari kesultanan Minangkabau.
Maka bersama patihnya, sang sultan berlayar ke arah timur. Sesampainya di wilayah Kesultanan Banten, ditunjukkanlah kitab tersebut. Tetapi tetap tak ada yang bisa menterjemahkan isinya. Begitu pun ketika sampai dan berlabuh di kesultanan Cirebon. Hasilnya nihil. Kemudian Sultan melanjutkan perjalanannya berlayar terus ke arah timur. Namun malang, di tengah laut Jawa kapalnya dihantam badai dan tenggelam. Semua isinya hilang. Beruntung sang sultan bersama patihnya selamat dan terdampar di tepi laut Bonang.
Pada saat kebingungan di tepi pantai Bonang, Sultan bertemu dengan seseorang yang sedang mencari ikan dengan membawa "KEPIS" (tempat ikan). Kepadanya, Sultan menceritakan apa yang terjadi sekaligus maksud dan tujuan perjalanannya. Si pencari ikan menyarankan untuk menemui seseorang pandai di wilayah tersebut yang bernama Sunan Bonang. Bahkan akhirnya ia mengantar langsung ke kediaman sang Sunan yang di depannya terdapat pohon kemuning. Setelah itu, ia langsung pamit tanpa mengenalkan nama.
Sesampai di depan rumah, Sultan Mahmud ragu apakah rumah yang ditunjukkan benar kediaman Sunan Bonang, karena rumah itu terlihat jelek. Hampir-hampir ia mengurungkan niatnya. Namun setelah dibujuk oleh sang patih ia bersedia untuk bertamu. Setelah mengucapkan salam, mereka dipersilahkan masuk oleh tuan rumah. Sang Sultan pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan ia merasa takjub. Karena tiba-tiba saja ia melihat keadaan di dalam rumah indahnya menyamai istana kerajaan Minangkabau. Bahkan lebih bagus.
Sultan Mahmud diterima langsung oleh Sunan Bonang. Ia pun menceritakan maksud dan tujuannya berlayar ke arah timur sampai akhirnya berada di tempat itu. Bahwa sesuai wasiat sang ayah, ia ingin mempelajari kitab yang diwariskan namun tidak ada yang bisa menterjemahkan isi tulisan. Dan sesuai firasat yang diperoleh dia harus pergi ke sebelah timur. Ia juga menceritakan musibah yang terjadi di tengah laut, kapalnya diterjang badai hingga semua barang yang ada di dalamnya hilang termasuk kitab yang di bawanya.
Setelah mendengarkan cerita dari Sultan, Sunan Bonang mengambil benda dari dalam "KEPIS". Sambil menunjukkan sesuatu, ia bertanya apa betul itu kitab yang Sultan maksud. Ternyata benar. Kitab itu merupakan kitab yang hilang ketika kapal Sultan tenggelam. Dengan rasa heran dan tak percaya, Sultan bertanya bagaimana benda itu bisa sampai di tangan Sunan Bonang. Sunan Bonang pun bercerita bahwa orang yang mencari ikan itu adalah beliau sendiri dan ketika mencari ikan itu ia menemukan kitab tersebut dan dimasukkan ke dalam "KEPIS".





 
 Syeikh Mushtafa Mesir


terimakasih atas respon anda. admin

ERA TASHAWWUF SOCIETY 6.0

Sosialisasi : GENERASI BARU ABAD 21 ERA TASHAWWUF SOCIETY 6.0 (Ki Ageng Sapujagat Al Kajorani Al Jawi) > Revolusi Industri 4.0 mengg...